Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Alasan Franchise Warteg sulit Menggeser Kejayaan Warmindo di Jogja

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
23 Agustus 2024
A A
5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam! warmindo jogja warteg

5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam! (Mufid Majnun via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Franchise warteg boleh melebarkan sayapnya seluas mungkin di Jogja, tapi, mereka tidak akan pernah bisa menggeser warmindo

Berbicara tentang Jogja, kita akan membahas warmindo, otu pasti. Memang angkringan lebih dikenal luas oleh masyarakat di luar Jogja. Namun bagi orang-orang yang pernah merantau di Jogja, terutama anak kuliah pasti akrab dengan warmindo atau burjo. Keberadaan warmindo di Jogja sudah menjamur ke seluruh pelosok Jogja.

ADVERTISEMENT

Bertahun-tahun sudah warmindo merajai posisi tempat makan favorit di Jogja. Namun dalam beberapa tahun belakangan, mulai muncul pesaingnya. Warmindo harus berbagi ruang dengan franchise warteg dan warung padang murah. Padahal 5 tahun lalu keberadaan warteg dan warung padang murah bukan merupakan pemandangan yang umum. Namun demikian, kejayaan warmindo tidak akan mudah tergantikan begitu saja karena alasan berikut ini:

Konsep Warmindo yang multifungsi lebih menarik

Sejak awal, warmindo memang membidik pasar perantau. Sedangkan perantau di Jogja didominasi oleh mahasiswa, mengingat banyaknya kampus unggulan di sana.

Mahasiswa punya kecenderungan makan yang berbeda dengan kaum pekerja. Mahasiswa punya lebih banyak waktu luang untuk mengobrol sembari mengisi perut. Kehadiran warmindo sanggup menjawab dua kebutuhan tersebut sekaligus. Jadi, bisa dibilang kalau warmindo itu tempat yang multifungsi. Bisa jadi tujuan nongkrong yang murah meriah sekaligus mengenyangkan. Cocok banget untuk kaum pas-pasan yang sulit menjangkau mewahnya café.

Sudah mengakar kuat dalam budaya Jogja

Tidak bisa dimungkiri bahwa warmindo sudah terlanjur mengakar kuat dalam budaya Jogja. Warmindo telah setia menemani hari-hari mahasiswa yang silih berganti setiap tahunnya. Setiap alumni dari kampus-kampus Jogja pasti pernah merindukan momen makan di Warmindo bersama teman-teman. Kemudian mereka akan mewariskan kultur tersebut ke generasi selanjutnya.

Ikatan emosional ini akan sulit digantikan oleh franchise warteg. Apalagi keberadaannya di Jogja masih seumur jagung. Tentu butuh waktu yang cukup lama untuk menyaingi Warmindo yang sudah begitu melekat dengan kehidupan mahasiswa Jogja

Pilihan menu di warmindo dianggap lebih aman

Sebenarnya warteg punya pilihan menu yang lebih beragam, membuat pembelinya tidak mudah bosan dengan menu-menu yang disediakan. Bonusnya, asupan nutrisi yang didapatkan lebih seimbang. Masakan warteg juga bisa menjadi obat untuk perantau yang rindu masakan rumahan. Di sisi lain, warmindo menyediakan pilihan menu yang lebih monoton. Variasi menunya tidak jauh-jauh dari mi instan, nasi, telur, ayam, dan sayur sekedarnya.

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Dari segi menu yang ditawarkan, warteg jelas lebih unggul. Namun, tak jarang mahasiswa lebih suka makanan warmindo karena lebih simpel. Nggak perlu acara galau menentukan pilihan sebab pilihannya memang itu-itu saja.

Selain itu rasa masakan warteg bisa berlainan tergantung peraciknya. Berbeda dengan olahan menu di warmindo yang mengandalkan bahan-bahan instan. Rasa masakannya lebih jarang meleset meskipun diracik oleh tangan yang berbeda. Ya kecuali pesannya kayak magelangan yang mungkin punya rasa beda di tangan yang berbeda. Tapi ya nggak banget-banget sih perbedaannya.

Lagipula merantau adalah kesempatan untuk merasakan hidup bebas. Misalnya bisa makan mi instan yang konsumsinya dibatasi dengan ketat selama tinggal di rumah. Tapi ingat, harus tetap tau batasan ya.

Suasana yang lebih akrab

Warmindo terkenal dengan tempat duduknya yang menggunakan bangku-bangku panjang. Penataan tempatnya memungkinkan pengunjung untuk makan sekaligus nongkrong secara berkelompok. Agaknya tata bangku yang demikian sudah menjadi template yang populer dan digemari di Jogja. Mengingat warung prasmanan yang sudah eksis sebelum warteg juga mengadopsi pengaturan tempat seperti itu.

Warteg tidak menyediakan tempat yang demikian. Sedari awal warteg memang difungsikan sebagai tempat makan, bukan tempat nongkrong. Meja yang dibuat melingkari etalase menu membuat pelanggan sulit berlama-lama untuk mengobrol.

Tentu ini jadi pembeda dan keunggulan utama. Untuk orang yang hidup di Jogja, makan tak sekadar makan. Tempat makan adalah ruang interaksi sosial, jadi ketika tempat makan tak nyaman untuk bercengkerama, sulit untuk dilirik.

Ongkos makan yang cenderung lebih murah

Variasi makanan warteg yang beragam ternyata juga menjadi kekurangan baginya. Meskipun harganya murah, pembeli masih khawatir pengeluarannya membengkak lantaran lapar mata. Berbeda dengan makanan warmindo yang sudah pasti kombinasi lauknya. Misalnya nasi telur, isinya sudah jelas nasi, telur, tumis sayur, dan sambal. Paling-paling tambahannya gorengan. Nggak ada pilihan lauk lainnya yang bisa mendatangkan godaan hingga membuat kantong jebol. Maka dari itu makan di warmindo dianggap lebih aman dan murah saat kondisi berhemat.

Memang bukanlah perkara mudah untuk menyaingi kejayaan warmindo di Jogja. Namun tidak bisa dimungkiri bahwa kehadiran franchise warteg dan warung padang murah menjadi angin segar bagi para perantau. Minimal bisa memperkaya referensi tempat makan. Biar makanan yang dinikmati nggak itu-itu saja.

Tapi ya itu tadi, memperkaya referensi. Untuk bikin orang pindah ke lain hati, sudah bahasan yang berbeda.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Warmindo Generasi Tertua di Jogja yang 42 Tahun Menolak Jualan Lauk Kayak Warteg, Setia dengan Burjo dan Indomie

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2024 oleh

Tags: Jogjawarmindowarteg
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Bingung dengan Penutupan U-Turn di Ringroad Jogja: Jika Niatnya Bikin Lalu Lintas Makin Tertib, Kenapa Hasilnya Malah Jadi Makin Kacau?

Bingung dengan Penutupan U-Turn di Ringroad Jogja: Jika Niatnya Bikin Lalu Lintas Makin Tertib, Kenapa Hasilnya Malah Jadi Makin Kacau?

8 September 2024
Banyuwangi dan Sebuah Desa yang Lestari Memelihara Sampah (Unsplash)

Abadinya Masalah Sampah di Desa Kebaman, Banyuwangi

8 Desember 2023
Hujan di Jogja Memang Romantis, kecuali bagi Penduduk Bantaran Kali Gajahwong Jogja yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Banjir

Kali Gajah Wong: Bakal Ambrol di Beberapa Titik, Penyelamat Kota Jogja dari Ancaman Bencana Banjir Ini Kondisinya Semakin Merana

10 Februari 2024
Rekomendasi Hotel di Jogja yang Ramah Anak (Unsplash.com)

5 Rekomendasi Hotel di Jogja yang Ramah Anak

18 Juni 2022
Wawancara dengan Balon Goyang WAWAWA Gejayan Betapa Ruwetnya Jalanan Jogja Terminal Mojok

Wawancara dengan Balon Goyang WAWAWA Gejayan: Betapa Ruwetnya Jalanan Jogja

28 Oktober 2022
Panduan Memahami Perbedaan Olive, Popeye, dan Yogya Chicken: 3 Ayam Goreng Lokalan Jogja terminal mojok.co

Panduan Memahami Perbedaan Olive, Popeye, dan Yogya Chicken: 3 Ayam Goreng Lokalan Jogja

27 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.