Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Cara Mahasiswa S1 agar Bisa Survive setelah Lulus dan Tidak Hidup secara Menyedihkan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
6 Agustus 2024
A A
Cara Mahasiswa S1 agar Bisa Survive setelah Lulus dan Tidak Hidup secara Menyedihkan

Cara Mahasiswa S1 agar Bisa Survive setelah Lulus dan Tidak Hidup secara Menyedihkan

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika saya menulis artikel ini, saya diprotes kawan saya. Katanya, tulisan saya kurang mendetil perkara taktik. Maksudnya, saya harusnya menjelaskan begitu detil apa yang harusnya mahasiswa S1 lakukan menuju kelulusan. Setelah saya lihat-lihat lagi, betul juga, ini terlalu mengambang.

Kawan dekat saya bilang, perencanaan adalah hal krusial yang lucunya begitu jarang oleh mahasiswa yang mau lulus. Padahal, yang punya planning jelas saja hancur lebur. Kok bisa-bisanya mereka go with the flow. Saya memahami kawan saya satu ini, sebab memang dia orang yang berhasil membangun empire dengan rencana-rencana gilanya.

Ah, sayang, kawan saya satu ini tak mau disebut namanya. Padahal dia bisa banget menginspirasi banyak orang.

Tulisan saya kemarin memang ditujukan untuk para social rejects. Kali ini, saya coba perluas tulisan saya untuk kalian semua, mahasiswa S1 yang mau lulus. Saya bukan orang yang berhasil banget di hidup, tapi tips ini menghindarkan kalian jadi remukan peyek yang digilas roda kehidupan.

Mahasiswa S1 harus tau mau kerja di mana

Dulu, sebelum lulus S1, saya bikin dua skenario. Kalau saya lulus, saya mau daftar kerja di sini. Kalau saya DO, saya mau kerja di sini. Skenario itu saya buat dengan mempertimbangkan kemampuan saya yang saya kuasai. Kenapa? Soalnya saya nggak punya beking kuat dalam hidup.

Maksudnya, saya nggak punya koneksi orang dalam yang bisa masukin saya ke mana-mana. Orang tua saya bisa sih, tapi kan saya nggak mau. Jadi, saya harus bikin rencana yang paling masuk akal untuk mahasiswa S1 yang mau mentas.

Yang perlu kalian perhatikan sih, bagian paling masuk akalnya. Begini maksudnya. Kalian harus tau mau kerja di mana sekaligus persentasinya. Kalau kecil, jangan. Kalau besar, ambil. Jangan lihat gaji dulu, jangan. Ini penting, tapi kalian baru memulai. Baiknya ekspektasi kalian dipasang rendah dulu.

Kalian memang harus balik modal, tapi kalian nggak bisa buru-buru juga. Jadi sabar. Untuk yang sandwich generation, ini bakal lebih susah. Tapi, grit your teeth. Im sorry, but you have to grit your teeth.

Baca Juga:

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Bikin proyeksi 5 tahun

Mahasiswa S1 yang saya tahu sekarang pada lulus pada umur 22-an. Bagus, itu artinya kalian masih punya waktu yang cukup panjang. Nah, kalian harus bikin proyeksi karier 5 tahun itu mau kek mana. Jangan go with the flow, kalian nggak bisa pakai cara ini karena tren industri berubah-ubah seenak jidat.

Kalian coba bikin rencana yang konkret 5 tahun mau ngapain. Dalam 5 tahun, kalian harus mencapai apa, harus di perusahaan mana, jabatan apa, serta bagaimana mencapainya. Nah, bagian bagaimana ini kalian harus pahami detilnya. Soalnya kalau nggak, kalian susah mencapainya.

Udah nonton Itaewon Class kan? Nah, tiru semangat dan bagaimana Park Saeroyi merencanakan semuanya secara detil. Tiru aja semangat sama caranya, nggak usah potong buzz cut juga.

Rencana harus detil, tapi masuk akal. Misal gini. Kalian setelah lulus S1, misal jadi CS. Nah, dalam 5 tahun, kalian pengin jadi katakanlah kepala departemen. Jangan tinggi-tinggi penginmu. 3 tahun jadi kepala cabang yo keplak ndasmu. Sabar.

Rencana yang masuk akal, membuat kalian bisa mencapainya tanpa pressure yang kelewat gede. Pressure kelewat gede justru bikin kalian hilang arah.

Variabel

Kalian harus memahami bahwa rencana itu selalu ada pengganjalnya. Nah, kalian harus sedia banyak alternatif, sebanyak variabel kegagalan yang bisa kalian temukan. Ini penting, sebab mahasiswa S1 kebanyakan itu dibebani ekspektasi kelewat tinggi oleh orang tuanya. Maka dari itu, kalian harus sedia buanyak rencana dan menemukan variabel-variabel yang ada.

Keberuntungan

Keberuntungan adalah faktor sukses terpenting sekaligus paling sulit diraih karena memang random. Tapi bagi saya, sebenarnya nggak random-random amat karena semakin banyak usaha, semakin besar peluang untuk beruntung. Mahasiswa S1 harusnya paham ini sih.

Tapi, yang perlu dipahami adalah, keberuntungan orang itu beda-beda. Misal, ada yang beruntung kerja di perusahaan gede bergaji 40 juta per bulan. Nah, bukan berarti yang di bawahnya tidak beruntung. Cuma beda aja. Pokoknya ini baru kalian sadari nanti kalau udah nemu keberuntungan kalian sendiri.

Bisa kuliah S1 sendiri sudah termasuk modal

Saya kerap dengar, privilege mengalahkan apa pun. Anak orang kaya jelas lebih bisa berhasil ketimbang yang lain. Saya setuju banget untuk itu, tapi, bentar. Kalian lupa kalau bisa kuliah aja udah privilege.

Bagi saya pribadi, kuliah itu membukakan banyak jalan, koneksi, serta pemikiran. Ini sudah modal besar sebenarnya, asal mau melakukan yang sebelumnya. Bukan modal yang hebat, tapi penting.

Orang tuh lupa kalau kuliah itu artinya bersinggungan dengan banyak orang, yang artinya ada ribuan kemungkinan muncul dari manusia tersebut. Koneksi kalian sewaktu S1, itu bisa membawa kalian jauh ke titik yang nggak kalian bayangkan. Maka, bagi kalian yang belum lulus, bangun koneksi sebaik mungkin.

Eksekusi rencana, ingat, kalian ini anak S1

Harusnya kalian sudah tahu ini. Semua rencana harus dieksekusi, kalau tidak, ya hasilnya nggak ada lah cok. Sebenarnya saya males nulis bab ini, tapi saya kerap nemu mahasiswa S1 yang sebenarnya brilian, tapi bisa-bisanya sambat bingung mau ngapain setelah lulus. Cuk, ya eksekusi rencana atau berusaha lah.

Kek gini masih ditanyain, haesh.

Kalau yang di atas terasa panjang, oke saya coba kasih singkatnya. Sebelum lulus, pilih 2 perusahaan yang kira-kira mau nerima kalian. Setelah keterima, bikin proyeksi 5 tahun karier kalian kek mana. Udah, sesimpel itu. Tapi, saya yakin saat ngejalaninnya terasa nggak simpel.

Tapi, kalian mahasiswa S1 sekarang saya pikir pada pinter-pinter kok. Jadi, tetap semangat. Dunia emang bajingan, tapi, kalian harus bisa lebih bajingan, biar nggak terinjak-injak.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2024 oleh

Tags: lulusmahasiswa S1rencanawisuda
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

3 Barang yang Wajib Ada Saat Wisuda agar Wisudawan Lebih Nyaman. Sederhana, tapi Sering Dilupakan Mojok.co

3 Barang yang Wajib Dibawa Wisudawan agar Wisuda Jadi Lebih Nyaman. Sederhana, tapi Sering Dilupakan

9 Mei 2024
Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh dengan Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah Mojok.co

Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh Dibanding Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah

9 Mei 2025
5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja Mojok.co

5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja

13 Juni 2025
anak magang

Anak Magang Perlu Dibayar Nggak, Sih?

6 September 2019
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan 

11 September 2025
lulusan jurusan sejarah kerja di mana mojok

Jangankan Mendapat Pekerjaan, Lulus dari Jurusan Sejarah Saja Susah

26 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026
6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto Agar Makin Nikmat Mojok.co

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto agar Makin Nikmat

26 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.