Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Anomali Lumajang: Punya Banyak Tempat Wisata, tapi Banyak yang Nggak Tahu Lumajang di Mana

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
2 Juli 2024
A A
Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada dua tipe orang saat saya bercerita tentang kegiatan waktu pulang kampung ke Lumajang. Tipe yang pertama, menyimak cerita saya dengan saksama dan antusias. Tipe kedua, tidak penasaran dengan cerita saya, karena lebih kepo tentang, di mana itu Lumajang?

Kalau mau dibandingkan tipe orang yang pertama dengan kedua, sebenarnya lebih banyak tipe yang kedua. Saya tidak ngadi-ngadi. Setiap kali saya cerita tentang Lumajang ke teman-teman, masih banyak yang tidak tahu di mana kabupaten ini berada. Bahkan, ada yang mengira kalau Lumajang berada di luar Jawa. 

Jika sudah mendapat pertanyaan tentang lokasi Lumajang, saya agak bingung menjelaskannya. Jangan dikira, hanya bilang Gunung Semeru, sudah paham lokasi Lumajang. Tidak. Teman-teman saya banyak yang memahami kalau Gunung Semeru lokasinya di Malang. 

Biar lebih mudah, kadang saya menjawab, tentang kasus meninggalnya Salim Kancil. Setidaknya, beberapa teman saya ada yang mengetahui tentang kasus meninggalnya Salim Kancil. Nah, yang repot kalau ada teman saya yang tidak mengetahuinya. Akhirnya saya coba menjawab dengan lebih rinci, “Lumajang itu lokasinya dekat dengan Jember.” Dengan jawaban itu, teman saya mulai bisa membayangkan letak Lumajang. 

Kalau ditanya, apakah saya kesal menjawab pertanyaan teman-teman tentang lokasi Lumajang? Sebagai orang Madura yang berdarah Lumajang, di satu sisi merasa kesal karena kota ini punya banyak wisata, tapi kok bisa tidak cukup dikenal masyarakat luar. Namun, di sisi lain, saya merasa wajar-wajar saja kalau kabupaten ini tidak cukup dikenal, meski punya banyak wisata yang menawan. 

Tidak ada kampus mentereng di Lumajang

Kenapa merasa wajar? Begini. Kalau mau dibandingkan dengan Jember dan Malang, sebenarnya wisata Lumajang bisa diadu. Namun, yang membuat “tenggelam” pamornya dibandingkan Jember dan Malang, disebabkan oleh kuantitas dan kualitas perguruan tingginya. 

Di Lumajang, tidak ada perguruan tinggi yang mencolok. Wajar saja kalau masyarakat luar tidak mau menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi Lumajang. Jangankan warga luar, orang Lumajang sendiri merasa enggan untuk kuliah di sana. Banyak keluarga saya di Lumajang yang kuliah ke Malang atau Jember. 

Apa yang terjadi bukan keanehan. Malang dan Jember, punya banyak perguruan tinggi yang berkualitas. Yang akhirnya, membuat masyarakat luar berlomba-lomba untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi Malang atau Jember. 

Baca Juga:

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Lantas, apa korelasi antara perguruan tinggi dengan kesohoran sebuah wilayah? Sebenarnya, sebuah wilayah sama saja, yang membuatnya berbeda adalah penyebaran informasinya. 

Jika masyarakat luar banyak menyekolahkan anaknya ke Malang dan Jember. Kemudian, mereka mengeksplor wisatanya, lalu bercerita ke teman-temannya tentang keindahannya. Maka, di sana proses kesohoran sebuah wilayah dimulai. Sedangkan Lumajang, sulit tersohor karena minim masyarakat luar yang kuliah di sana. Yang mengakibatkan, terbatasnya penyebaran informasi ke masyarakat luar tentang kabupaten ini. 

Jangan mengira kuantitas dan kualitas perguruan tinggi hanya sekadar meningkatkan SDM, Lebih dari itu, kehadiran perguruan tinggi bisa menyuntik kepopuleran sebuah wilayah. Ini juga terjadi di Madura. Teman-teman kampus saya lebih mengenal Bangkalan dibandingkan Sumenep. Alasannya sederhana. Teman-teman kampus saya banyak temannya yang kuliah di UTM, sedangkan orang luar minim yang kuliah ke Sumenep. Makanya, teman-teman kampus saya banyak mendapatkan cerita tentang Bangkalan dibandingkan Sumenep.

Promosi yang tidak kreatif

Di sisi lain, yang membuat Lumajang tidak cukup dikenal juga disebabkan oleh kurangnya kreativitas promosi wisatanya. Selama yang saya ketahui, kabupaten ini hanya mempromosikan wisatanya sebatas melalui Instagram. Bagi saya, promosi wisata melalui Instagram sudah klise. Kalau dulu, masyarakat memang senang melihat rekomendasi wisata melalui Instagram. Kalau sekarang, masyarakat lebih senang melihat konten edukasi dan motivasi. 

Ditambah lagi, pemerintah kurang menggemborkan event. Dibandingkan Banyuwangi, jumlah event Lumajang kalah jauh. Di tahun 2024 saja, ada 79 event di Banyuwangi. Sedangkan di Lumajang, hanya 23 event. 

Itu pun event-nya kurang promosi. Jangankan masyarakat luar, orang Lumajang sendiri tidak mengetahui jika ada event. Karena saya pernah tanya ke keluarga, tentang event di Lumajang. Jawaban mereka tentu saja bisa ditebak: nggak tahu.

Padahal, keberadaan event begitu potensial untuk menarik minat wisatawan. Karena salah satu alasan wisatawan mendatangi sebuah kabupaten adalah ingin melihat tontonan event yang jarang dilihat di kabupatennya. Kalau sebuah kabupaten minim event dan kurang promosinya, apakah bisa menarik wisatawan untuk datang? Hahaha, jangan berharap. 

Tak punya identitas yang kuat

Kondisi semakin dilematis ketika Lumajang tak memiliki identitas kuat tentang kedaerahannya. Kalau Banyuwangi dikenal dengan identitas osingnya, Probolinggo dengan identitas Bromonya, Malang dengan kota dinginnya (meski sudah tidak dingin). 

Jujur saja, saya tidak tahu identitas apa yang melekat pada Lumajang. Mau menyebutkan Semeru, teman-teman saya lebih mengenal Semeru berada di Malang. Mau mengatakan kota pisang agung, masyarakat tak banyak mengetahuinya. 

Padahal, identitas kedaerahan penting sebagai kesadaran kolektif. Misalnya saja di tongkrongan, kalau saya mengatakan, “Mau yang dingin-dingin.” Seketika saja, teman-teman saya banyak yang mengatakan, “Liburan ke Malang.” 

Dengan kondisi yang ada, ini menjadi PR besar bagi pemerintah Lumajang. Bagaimana pemerintah harus memutar otak untuk memajukan perguruan tinggi, meningkatkan kreativitas promosi wisatanya, dan memperkuat identitas kedaerahan. Sebuah usaha yang tidak mudah. Meski sulit, pemerintah jangan menyerah. Jangan sampai Lumajang hanya kaya wisata, tapi sedikit yang mengenalnya. 

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Keadaan JLT Lumajang yang Memprihatinkan: Pesona Alamnya sih Indah, tapi Lubang Jalannya Bikin Celaka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2024 oleh

Tags: jawa timurKabupaten LumajangLumajangMalangSemeru
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

5 Kuliner Malang Selain Bakso yang Sayang Untuk Dilewatkan Terminal Mojok

5 Kuliner Malang Selain Bakso yang Sayang untuk Dilewatkan

5 Februari 2022
Lapangan Kodam V Brawijaya, Lapangan Militer yang Disulap Jadi Pasar Malam di Surabaya

Lapangan Kodam V Brawijaya, Lapangan Militer yang Disulap Jadi Pasar Malam di Surabaya

5 Februari 2024
6 Kuliner Madura yang Cocok untuk Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

6 Kuliner Madura yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh

7 September 2022
Sinar Jaya & Juragan 99 Terbaik, Harga KA Eksekutif Makin Gila (Unsplash)

Tiket Kereta Semakin Mencekik, Sleeper Bus Sinar Jaya dan Juragan 99 Menyelamatkan Kewarasan Isi Dompet para Pekerja

11 Juni 2025
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Pengalaman Orang Malang Merantau di Semarang, Kesulitan Menemukan Kuliner yang Cocok di Lidah Mojok.co

Cerita Orang Malang Merantau ke Semarang, Nggak Cocok dengan Kulinernya dan Berakhir Makan Pecel Lele Hampir Tiap Hari

9 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.