Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Jumatan Tidak Membuatmu Menjadi Lebih Tampan

Andrian Eksa oleh Andrian Eksa
31 Mei 2019
A A
jumatan

jumatan

Share on FacebookShare on Twitter

Saya mendapatkan satu cerita baru. Seketika saya ingin menceritakannya kepadamu. Ini tentang seorang kawan yang sedang dilanda kekecewaan. Jadi beginilah ceritanya.

Pada suatu hari, di sebuah tempat, tersebutlah seorang pria muda. Pria inilah kawan saya. Menurut desas-desus, pria ini sedang dekat dengan pria lain gadis pujaan hatinya.

ADVERTISEMENT

Namanya juga sedang dekat-dekatnya, apa pun yang dikatakan si gadis menjadi sabda. Pria ini kemudian selalu berusaha melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya. Kalaupun boleh diistilahkan, pria ini sudah “beriman” kepada si pujaan.

Hari Jumat pria tersebut berencana mengajak main gadisnya. Ketika saya tanya kenapa milih hari Jumat, dia menjawab, “Ya pengen aja.” Dasar kawan saya ini tidak pernah punya alasan lain—selain ingin.

Saya sarankan Malam Minggu saja, biar banyak kawannya—makin rame kan makin asyik tuh. Bisa saling pamer kemesraan. Tunjukkan pada dunia, kalau kamu juga punya. Eh, dianya tidak mau.

Katanya, Malam Minggu pasti gadisnya yang tidak mau. Setiap ajakannya, selalu dipatahkan dengan alasan-alasan klasik yang sudah menjadi template. Kawan saya tahu itu, tapi dia tidak berbuat apa-apa. Namanya juga cinta, belum dicintai. Eh~

Setelah menganalisis alasan-alasan penolakan sang pujaan, akhirnya terputuskanlah hari Jumat itu. Sejak melek pukul sepuluh pagi, kawan saya langsung megang handphone. Kalau kata Mas Afrizal Malna, kawan saya sedang melakukan rutinitas pagi yang miring ke kanan.

Kawan saya langsung membuka WhatsApp—mencari nama pujaan hatinya. Tentu tidak sesulit mencari kawan yang sudah janjian, tapi bilang kelupaan. Sang pujaan, sudah pasti berada di urutan pertama. Paling atas dong, ya—kan disematkan.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Cukup lama kawan saya scroll atas-bawah baca chat yang jawabannya singkat-singkat. Tapi dia masih tersenyum juga. Paling tidak kan ada jawabannya, meskipun cuma “ya”, “oke”, “gpp”, dan jawaban serupa.

Setelah cukup nyali, kawan saya langsung melayangkan sebuah ajakan. Kawan saya mengerti, kemungkinan besar jawabannya adalah penolakan—tapi dia tetap menaruh harapan. Semoga tetap mau, meski hanya hari itu.

Sambil menunggu jawaban, kawan saya tidak beranjak sama sekali. Dia asyik membuka Instagram dan tenggelam dalam instastory. Di dalam dunia kecil itu, dia bertanya-tanya, kenapa orang-orang suka mengabadikan sesuatu dalam ruang yang fiksi? Ironis, bukan?

Tak dinyata, tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk. Muncul nama sang pujaan. Dag-dig-dug dong ya—mau buka. Jadi kawan saya persiapan dulu, biar kuat kalau-kalau ada kiamat.

Kawan saya langsung beranjak dan membenahi pakaian. Merapikan tempat tidur. Pemanasan sebentar dan setelah siap, baru megang handphone lagi. Biar lebih afdol—katanya—kawan saya ini membaca basmallah.

Eng-ing-eng… Ini dia jawaban dari gadis pujaan kawan saya, “Ya, tapi kamu harus jumatan, biar tampan.”

Dia kaget. Apa maksudnya biar tampan? Apa ini sebuah ejekan atau sekadar candaan?

Tanpa menanyakan alasan lebih lanjut, kawan saya mengiyakan. Daripada nanti malah tidak jadi, kan sayang. Lagipula jumatan kan hanya seminggu sekali. Tidak jadi masalah juga. Palingan juga cuma satu jam saja.

Kawan saya lantas bersiap diri—langsung mandi dan dandan rapi. Dia berkaca depan cermin. Mengingat-ingat wajahnya, siapa tahu setelah Jumatan benar-benar bertambah tampan. Dia pun bergegas menuju masjid.

Selesai salat, kawan saya tidak lupa berdoa. Di dalam doanya yang pendek, ada banyak harapan yang dipanjang-panjangkan. Terutama harapan agar gadis pujaan hatinya selalu seperti hari ini. Membalas pesannya dengan sedikit basa-basi. Kan jadi enak dibacanya~

Dengan kemantapan yang sama dengan langkahnya ke masjid, kawan saya meninggalkan masjid. Dia mengingat pesan gadisnya—Jumatan biar tampan. Karena sudah menjalankan perintah, dia yakin kalau ketampanannya bertambah.

Kawan saya membayangkan, gadisnya sudah menunggu di depan. Kawan saya keluar dari gerbang. Mata gadisnya menatap dengan penuh kasih sayang. Betapa membahagiakan.

Tapi sayang, setelah lebih dari sepuluh meter dari masjid, gadisnya tak nampak juga. Bahkan jejak kaki dan bau tubuhnya pun tak ada. Kawan saya mulai sadar, bayangan memang suka membuat terlena.

Kawan saya bergegas ke kosnya. Siapa tahu, gadisnya memang sudah menunggu. Sesampainya di kos—tanpa melepas peci dan sarung terlebih dahulu—dia langsung nyungslep di kasur. Mengambil handphone dan membuka WhatsApp seperti yang sudah diatur.

Dia berkali-kali menghidup-matikan paketan. Gusar juga ketika ternyata memang tak ada pesan. Gadis yang menyuruhnya Jumatan, tidak memberi kabar. Sudah coba ditelpon kok ya, nggak diangkat juga. Semakin gelisahlah kawan saya.

Karena kesal, dihampirilah cermin di dinding. Kawan saya berkaca, mengingat kembali wajahnya yang semula. Tidak ada beda—tidak ada top up ketampanan seperti yang katakan gadis pujaan.

Kawan saya akhirnya menerima kenyataan. Gadisnya memang tak sebaik yang dia kira. Jawaban seperti tadi, hanya upaya untuk membuatnya tak sakit hati. Tapi nyatanya, sakitnya makin terasa.

Kawan saya merasa kena tipu. Malam harinya, dia bercerita kepada saya dengan menggebu-gebu. Saya sih cuma bisa ngguyu. Lalu dengan sedikit bijaksana, saya bilang kepadanya.

“Jumatan memang tidak membuatmu menjadi lebih tampan. Tapi setidaknya, hatimu akan terasa lebih nyaman.”

“Nyaman gundulmu! La wong saya kena tipu!” Hardiknya.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: hubunganJumatanMahasiswa
Andrian Eksa

Andrian Eksa

Kelahiran Boyolali, 15 Desember. Saat ini menjadi seorang guru Bahasa Indonesia yang memilih tidak hanya sekadar mengajarkan kata, tapi juga merawatnya. Menyukai isu-isu terdekat di sekitarnya.

ArtikelTerkait

UNJ Kampus yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil Mojok.co

UNJ Kampus Negeri yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil

13 Februari 2024
Detail Kecil tentang KKN yang Luput di Film KKN di Desa Penari Terminal Mojok

Detail Kecil tentang KKN yang Luput dalam Film KKN di Desa Penari

25 Mei 2022
3 Dosa Mahasiswa Jurusan Sejarah ketika Menulis Skripsi

3 Dosa Mahasiswa Jurusan Sejarah ketika Menulis Skripsi

10 Juni 2023
3 Ide Usaha yang Laris Manis di Jogja, Cocok untuk Mahasiswa

3 Ide Usaha yang Laris Manis di Jogja, Cocok untuk Mahasiswa

4 September 2024
Dear Maba, Berikut Kalimat yang Nggak Perlu Kalian Percaya tentang Ormek Mojok.co

Dear Maba, Berikut Kalimat yang Nggak Perlu Kalian Percaya tentang Ormek

4 Agustus 2024
3 Kebiasaan di Kampus (yang katanya) Merdeka, tapi Membuat Mahasiswa Tidak Merdeka

3 Kebiasaan di Kampus (yang katanya) Merdeka, tapi Membuat Mahasiswa Tidak Merdeka

18 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Alasan orang bermodal Rp100 miliar lebih baik buka usaha laundry daripada bisnis yang lagi viral Mojok.co

Alasan orang bermodal Rp100 miliar lebih baik buka usaha laundry saja daripada bisnis yang lagi viral

2 Agustus 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.