Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jember “Gagap” Jadi Kota Tujuan Belajar. Fasilitas Publik Alakadarnya dan Mengecewakan Mahasiswa

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
6 Februari 2024
A A
Jember “Gagap” Jadi Kota Pelajar di Daerah Tapal Kuda, Fasilitas Publik Alakadarnya Bikin Repot Mahasiswa Mojok.co

Jember “Gagap” Jadi Kota Pelajar di Daerah Tapal Kuda, Fasilitas Publik Alakadarnya Bikin Repot Mahasiswa (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Jember adalah primadona bagi pelajar di daerah Tapal Kuda. Ribuan santri dan mahasiswa memutuskan untuk belajar di daerah ini. Asal tahu saja, Jember adalah daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Jawa Timur. Kabupaten tempat kelahiran saya ini juga menjadi pusatnya perguruan tinggi di daerah Tapal Kuda. Tidak heran kalau berbondong-bondong pelajar berdatangan setiap tahun. 

Sayangnya, di balik pesona religi, akademis, dan kota pelajar itu, pelajar dan mahasiswa sebenarnya menderita. Mobilitas pelajar dan mahasiswa sangat terbatas lantaran tidak ada fasilitas publik yang memadai.  

ADVERTISEMENT

Pusatnya perguruan tinggi

Saya akan sedikit memberi gambaran betapa penting Jember bagi daerah-daerah Tapal Kuda. Kota Tembakau itu merupakan tempat rujukan untuk menempuh pendidikan bagi daerah sekitarnya. Pasalnya, daerah ini merupakan kabupaten yang memiliki perguruan tinggi terbanyak di daerah Tapal Kuda. 

Hasil pengamatan saya, setidaknya ada 20 perguruan tinggi di Jember. Angka itu lebih tinggi dibandingkan perguruan tinggi di kota-kota sekitarnya, seperti Probolinggo (14), Lumajang (10), Bondowoso (8), Situbondo (7), dan Banyuwangi (18). Ditambah lagi, kita tidak bisa melewatkan fakta bahwa di Kota Tembakau ini terdapat kampus negeri favorit dengan kualitas yang mampu bersaing secara nasional.

Salah satu kampus negeri yang menjadi favorit mahasiswa Tapal Kuda dan sekitarnya adalah Universitas Jember (Unej). Berdasarkan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2024, Universitas Jember mendapat peringkat ke-15 universitas terbaik di Indonesia. Begitu pula dengan Politeknik Negeri Jember (Polije) yang masuk ke dalam sepuluh besar politeknik terbaik di Indonesia versi Webometric edisi Januari 2023. 

Banyaknya perguruan tinggi menjadikan daerah ini seperti magnet bagi para pelajar dari berbagai penjuru, terutama mereka yang berasal dari daerah tapal kuda. Tidak sekedar jumlah perguruan tinggi yang banyak, para mahasiswa juga tertarik dengan reputasi baik yang dimiliki perguruan tinggi di Jember. Salah satu kenalan saya misalnya, rela berkuliah di Jember karena tertarik dengan jurusan pertaniannya. Selain itu perguruan tinggi, para mahasiswa juga menyukai suasana belajar dan keindahan alam Jember yang menyegarkan pikiran. 

Jember masih perlu belajar dari kota-kota pelajar lainnya

Di tengah berbagai pesona pendidikan yang ditawarkan, Jember masih punya banyak kekurangan sebagai Kota Pelajar. Fasilitas publiknya buruk sehingga mahasiswa kesulitan. Saya rasa tulisan saya di Terminal Mojok beberapa waktu lalu yang berjudul Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata masih relevan. Hingga saat ini belum ada perbaikan fasilitas transportasi yang signifikan di Kota Tembakau itu. 

Seorang kenalan saya, mahasiswa asal Lampung yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Jember mengungkapkan, dia sering kebingungan untuk bepergian karena tidak ada transportasi umum efisien. Ujung-ujungnya dia mengandalkan transportasi ojek online alias ojol yang kadang nggak ramah di kantong mahasiswa. Apalagi kalau lokasi yang ingin dituju cukup jauh. Bukan tidak mungkin uang saku habis hanya untuk ojek online. 

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Bukan hanya pelajar, transportasi publik yang mumpuni saya rasa juga diperlukan bagi warga Jember lain. Itu mengapa, keluhan ini perlu ditanggapi secara serius oleh pemerintah setempat.

Minim perpustakaan dan wisata edukatif

Demi menciptakan suasana belajar optimal, saya rasa daerah ini perlu memperbaiki transportasi publik yang memadai. Selain itu, Jember juga perlu menambah fasilitas perpustakaan daerah. Sudah terlalu sering saya mendengar keluhan soal perpustakaan umum di Jember yang sangat terbatas jumlahnya dan koleksinya. Keluhan-keluhan ini utamanya datang dari mahasiswa tingkat akhir. 

Selain itu, sebagai daerah dengan jumlah mahasiswa yang banyak, saya rasa Jember kekurangan ruang terbuka untuk berdiskusi dan wisata edukatif di Jember. Andai saja fasilitas-fasilitas itu ada, niscaya ekosistem belajar di Jember semakin kuat. Pelajar dan mahasiswa tidak perlu lagi mumet mencari kafe atau tempat-tempat lain untuk berdiskusi atau belajar. 

Gambaran di atas saya rasa cukup untuk menggambarkan betapa “gagap” Jember untuk menjadi tempat tujuan belajar. Padahal potensi daerah ini sangat besar. Saran saya, melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten, institusi pendidikan, dan masyarakat dapat mengoptimalkan potensinya sebagai destinasi pendidikan. Kota pendidikan sejatinya tidak hanya menyajikan bangunan-bangunan megah di kampus, tetapi juga menawarkan fasilitas publik yang mendukung perkembangan ilmu, dan kreativitas mahasiswa. Bukan begitu, Bolo?

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jember di Mata Orang Bangkalan Madura: Bikin Minder dan Ingin Pindah Domisili 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2024 oleh

Tags: fasilitas publikjemberKota pelajarMahasiswaPerguruan Tinggi
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Pengalaman Kuliah Sambil Kerja Part Time Selama 5 Tahun, Memungkinkan Dilakukan Asal Tahu Siasatnya Mojok.co

Pengalaman Kuliah Sambil Kerja Part Time Selama 5 Tahun, Memungkinkan Dilakukan Asal Tahu Siasatnya

1 Februari 2024
5 Hal Lumrah di UNS, tapi Bikin Mahasiswa Kampus Lain Melongo Mojok.co

5 Hal Lumrah di UNS yang Bikin Mahasiswa Kampus Lain Keheranan

19 November 2025
4 Kampung Durian Runtuh yang Ada di Jember

4 Kampung Durian Runtuh yang Ada di Jember

17 Juni 2023
Jember Tempo Dulu: Kala Toko Roti Wina Berjaya hingga Gebang Theater yang Jadi Andalan Muda-Mudi Jember Mencari Hiburan

Jember Tempo Dulu: Kala Toko Roti Wina Berjaya hingga Gebang Theater Jadi Andalan Muda-Mudi Jember Mencari Hiburan

9 Desember 2024
capek

Menanggapi Semua Tulisan Soal Divisi Kepanitiaan yang Merasa Paling Berat: Saya yang Baca Aja Sampai Ikutan Capek

22 Agustus 2019
Beasiswa untuk Orang Kaya: Ironi Sistem Pendidikan Kita

Beasiswa untuk Orang Kaya: Ironi Sistem Pendidikan Kita

13 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.