Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Susahnya Jadi Guru PAUD: Kadang Nggak Cuma Mendidik Anak, tapi Juga Kena Semprot Orang Tua yang Menyebalkan

Diaz Robigo oleh Diaz Robigo
18 Januari 2024
A A
Susahnya Jadi Guru PAUD: Kadang Nggak Cuma Mendidik Anak, tapi Juga Kena Semprot Orang Tua yang Menyebalkan

Susahnya Jadi Guru PAUD: Kadang Nggak Cuma Mendidik Anak, tapi Juga Kena Semprot Orang Tua yang Menyebalkan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak seorang ibu yang berkecimpung di dunia pendidikan usia dini, saya tahu betul permasalahan PAUD yang mendera. Mulai dari kesejahteraan gurunya, perhatian yang kurang, serta betapa rumitnya mengajar anak PAUD.

Mengajar anak PAUD itu memang rumit karena harus mengenal karakter anak, minat dan bakat, menyiapkan materi ajar dan lain sebagainya. Tapi ternyata itu semua kalah dengan berurusan dengan wali murid. Ibu saya sering sekali curhat soal wali murid yang kadang bikin ngelus dada.

Di setiap tahun ajaran, ada saja wali murid yang tipe menjengkelkan seperti. Kalau kalian bingung orang tua macam apa yang bikin stres, saya ceritakan dikit.

Ibu saya kerap mendapat protes dari wali murid yang menuntut anaknya diajari dan bisa calistung di PAUD. Tentu saja ini bikin pusing. Ya sederhana saja, PAUD itu bukan tempat anak belajar calistung, karena memang belum saatnya.

Mendikbud Mas Nadiem Makarim sering kali mengingatkan tentang pentingnya konsep PAUD yakni belajar sambil bermain. Lewat permainan, mereka belajar. Sesederhana itu, tapi penting. Sayangnya, kok ya orang tuanya nggak paham kalau ini penting.

Meskipun sudah dijelaskan, wali murid tersebut tetap saja tidak mengerti. Dia tetap ingin anaknya bisa calistung. Akhirnya ada orang tua wali murid yang mengambil les tambahan di luar untuk belajar calistung. Padahal sudah ada penelitian yang mengatakan anak usia dini yang dipaksakan belajar calistung akan mengalami stres akademik. Inilah yang membuat anak kerap mogok belajar ketika di sekolah dasar.

Itu doang? Oh, ya jelas tidak.

Orang tua perhitungan

Manusia bermacam-macam memang, tapi kadang macamnya ini ada yang bikin sebal. Salah satunya yang perhitungan biaya pake banget. Ada lho wali murid yang ngitung pengeluaran suatu program PAUD sampe detil, lalu menolak soalnya nggak masuk itungannya.

Baca Juga:

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan

Lho, lho, lho.

Hitungan bisa beda, tapi yang namanya sekolah kan ada biayanya sendiri. Kalau sampe menolak anaknya ikut kegiatan hanya karena hitungan ekonomi tidak sesuai perkiraan, ya gimana ya. Misal bedanya sampai jutaan rupiah, okelah, protes wajib. Tapi kalau meleset dikit, masak ya nggak memaklumi?

Ibu saya jelas nggak ambil untung. PAUD lho, cari untung, gimana ceritanya. Lagian bisa jadi guru tak tahu menahu rincian biaya. Kalau nggak tahu, mau untung dari mana?

Sudah? Oh, belum. Dan ini adalah yang paling lucu. Ibarat rank, mythical glory.

PAUD nggak boleh narik SPP, pokoknya nga bole!

Ada orang tua murid yang tahu kalau guru PAUD dapat honor dari pemerintah. Berdasarkan logika orang tua tersebut, karena sudah dapat honor, maka PAUD tidak boleh menarik SPP. Boleh ketawa kok, nggak apa-apa. Emang selucu itu.

Honor guru itu berapa sih ya Tuhan. Kok ya pakai protes kayak gitu. Protes tuh kalau SPP-nya puluhan juta per bulan. Lha wong nasib guru PAUD itu lebih ngenes ketimbang guru honorer lho.

Guru PAUD itu memang kasihan. Sudah mereka diremehkan karena tugasnya dianggap gampang, eh, dikira ngembat duit. Segitunya banget lho. Padahal jelas tugas mereka itu amat, sangat, berat. Saya sampai berlebihan nulisnya karena memang seberat itu.

Memang sih sejarahnya PAUD itu dari Posyandu dan biasanya diisi oleh ibu rumah tangga lingkungan sekitar. Tapi sekarang PAUD sudah jauh lebih berkembang. Bahkan sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014, kualifikasi dari guru PAUD harus sudah memiliki kualifikasi pendidikan D-IV atau S1 pendidikan yang relevan.

Bagi kalian pembaca Mojok yang mau jadi orang tua, ingat, jangan jadi orang tua seperti orang tua di atas. Hargai guru, hargai institusi pendidikan, dan jangan terlalu menuntut, apalagi perhitungan. Kalau ngeyel, baiknya kalian jangan punya anak, piara cupang saja.

Penulis: Diaz Robigo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Apa Jadinya Jika Tak Ada Lagi Guru Honorer?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2024 oleh

Tags: guru paudPAUDwali murid
Diaz Robigo

Diaz Robigo

figur yang pernah terlibat dalam proses demokrasi tingkat daerah di Karawang, dengan fokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan publik.

ArtikelTerkait

Nasib Guru PAUD Nonformal: Sudah Gajinya Kecil, Dianggap Guru Saja Tidak, Perih!

Nasib Guru PAUD Nonformal: Sudah Gajinya Kecil, Dianggap Guru Saja Tidak, Perih!

16 Januari 2024
McKids Solusi Pendidikan Non-Formal Anak dari McD Indonesia untuk Orang Tua dengan Bujet Terbatas Terminal Mojok

McKids: Solusi Pendidikan Non-Formal Anak dari McD Indonesia untuk Orang Tua dengan Bujet Terbatas

1 Januari 2023
Kebijakan Anak PAUD Masuk Jam 06.30 Pagi Itu Konyol: Kasihan Orang Tuanya, Kasihan Anaknya, Bisa Trauma dengan Sekolah!

Kebijakan Anak PAUD Masuk Jam 06.30 Pagi Itu Konyol: Kasihan Orang Tuanya, Kasihan Anaknya, Bisa Trauma dengan Sekolah!

8 Juni 2025
5 Hal Terkait McKids dari McD Indonesia yang Perlu Diketahui Orang Tua

5 Hal Terkait McKids dari McD Indonesia yang Perlu Diketahui Orang Tua

16 Juni 2023
UU Perlindungan Guru, Hal Darurat yang Harus Segera Digarap agar Masa Depan Negara Ini Tak Semakin Gawat

UU Perlindungan Guru, Hal Darurat yang Harus Segera Digarap agar Masa Depan Negara Ini Tak Semakin Gawat

30 Oktober 2024
Pesan untuk Para Peserta Pemilu dari Guru PAUD

Pesan untuk Para Peserta Pemilu dari Guru PAUD

28 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

25 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.