Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Hantu Itu Bernama Ablasio Retina

Adi Fakhri Nugrotomo oleh Adi Fakhri Nugrotomo
31 Juli 2023
A A
Hantu Itu Bernama Ablasio Retina, Mengerikannya Saat Tak Terlihat

Hantu Itu Bernama Ablasio Retina, Mengerikannya Saat Tak Terlihat (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ablasio. Suatu kata yang awalnya terdengar “abrasi” di telinga saya. Ketakutan terhadap “hantu” satu ini muncul di penghujung tahun 2022 kemarin, tepat dua hari setelah petasan tahun baru terdengar di tempat singgah kami di Plosokuning, Sleman. Apa sebenarnya ablasio retina itu?

Ablasio retina adalah kondisi ketika retina terlepas dari posisi normalnya. Dari quick data milik Google, rerata kasus ablasio adalah 150 ribu per tahun di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang saya kutip dari National Institutes of Health, National Eye Institute, ada beberapa kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan ablasio retina. Misalnya karena genetik alias keturunan, terjadi kecelakaan serius pada mata, hingga pernah menjalani operasi mata seperti katarak. Tetapi, risiko lain yang mungkin juga terjadi adalah jika seseorang memiliki diabetic retinopathy (diabetes yang berdampak pada pembuluh darah di retina), miopia ekstrem (minus mata di atas 5), pelepasan gel vitreous, dan penyakit mata lainnya.

Cerita kakak saya yang terkena ablasio retina

Kebetulan kakak kandung saya memiliki faktor risiko yang menyebabkan ablasio. Kurang lebih 4 tahun yang lalu, minus mata kakak saya sudah di angka 18 untuk mata kiri dan 17 untuk mata kanan. Tanpa pernah berani konsultasi ke dokter—setelah sebelumnya pernah kecewa akibat ucapan seorang dokter—,akhirnya pada bulan Januari 2022 kemarin kakak saya memutuskan untuk kembali berkonsultasi ke dokter.

Saat itu kakak saya mengalami gejala floaters yang terasa semakin banyak. Dilansir dari Alodokter, floaters adalah bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan. Floaters disebut-sebut sebagai salah satu gejala ablasio retina.

Floaters terbentuk karena gel vitreous yang normalnya melekat pada retina mengalami degenerasi alias rusak sehingga terlepas. Hal ini menghasilkan floaters yang terlihat cukup mengerikan bagi seseorang yang baru mengalaminya. Kondisi ini cukup mengganggu penglihatan seseorang.

Singkat cerita, berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter spesialis retina, kakak saya didiagnosis ablasio retina. Akhirnya, apa yang ditakutkan kakak saya selama ini pun terjadi. Maka memasuki tahun baru 2023, keluarga kami harus menghadapi kesedihan akan hasil diagnosa dokter terhadap kakak saya. Hantu ablasio, begitu kebanyakan penyintas di grup Facebook dan WhatsApp yang saya ikuti menyebutnya.

Hanya ada dua realitas medis bagi pasien

Pilihan realitas medis bagi pasien ablasio hanya ada dua. Pertama, retina bisa diselamatkan. Akan tetapi pasien harus mengesampingkan atau bahkan membuang jauh ekspektasi bahwa penglihatan bisa kembali normal. Sebab, hal ini hanya bisa terjadi jika ada keajaiban Tuhan. Kedua, pasien tidak akan bisa melihat selamanya alias buta. Sebab, retina yang sensitif cahaya tak mampu lagi berkoneksi dengan saraf.

Baca Juga:

Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

5 Hal Seputar Donor Mata yang Perlu Diketahui Banyak Orang

Salah seorang senior di grup WhatsApp yang bisa kami panggi Pakdhe, adalah seorang penyintas yang sudah menjalani belasan operasi untuk ablasio di mata kanan dan kirinya. Blio terpaksa menjalani operasi tersebut akibat faktor risiko minus tinggi, di atas 20 untuk mata kanan dan kiri. Pakdhe mengingatkan, para penyintas ablasio adalah orang-orang pilihan. Tak semua orang mampu menjalani realitas pahit akan risiko penyakit mata satu ini.

“Kita para penyintas harus terbiasa dengan hantu satu ini. Hantu ablasio yang akan menjadi teman kita selamanya di hari pertama kita menerima diagnosis ablasio retina,” begitu pesan Pakdhe.

Dari sini saya kembali teringat lagu “Sebelah Mata” dari Efek Rumah Kaca. Lagu yang sepertinya juga terwujud atas dasar kondisi mata Adrian Yunan, mantan basisnya. Meskipun bukan karena ablasio, akhirnya saya bisa memahami arti dari lirik “sebelah mataku yang lain menyadari, gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang.”

Gelap itu seperti hantu. Hantu itu bernama ablasio, mengerikannya saat tak terlihat apa pun lagi di sekitar kita seperti dulu.

Penulis: Adi Fakhri Nugrotomo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Berbagai Cara yang Saya Lakukan Biar Punya Mata Minus dan Bisa Pakai Kacamata.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2023 oleh

Tags: ablasio retinamataretina mata
Adi Fakhri Nugrotomo

Adi Fakhri Nugrotomo

Kadang nganggur, kadang kerja, kadang mikir, kadang nulis. Selama hidup masih bisa tertawa, sepertinya tidak apa-apa.

ArtikelTerkait

Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

Refraksionis Optisien Dikira Perawat padahal Job Desc-nya Beda

19 Juni 2024
5 Hal Seputar Donor Mata yang Perlu Diketahui Banyak Orang

5 Hal Seputar Donor Mata yang Perlu Diketahui Banyak Orang

5 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.