Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kampung Sate Maranggi, Wisata Kuliner Unik di Kabupaten Purwakarta

Rahma Siti Syahidah oleh Rahma Siti Syahidah
3 Juli 2023
A A
Kampung Sate Maranggi, Wisata Kuliner Unik di Kabupaten Purwakarta

Kampung Sate Maranggi, Wisata Kuliner Unik di Kabupaten Purwakarta (Fitria Yusrifa via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kurang lengkap rasanya menikmati sate maranggi tanpa datang ke Kampung Maranggi, Purwakarta. Sate di sana beda, Bolo!

Menjadi sebuah kabupaten kecil yang berada di tengah-tengah dua kota besar yaitu Bandung dan Jakarta adalah nasib Kabupaten Purwakarta. Kabupaten dengan luas wilayah 971,72 km² ini kerap dilihat sebelah mata dan sering disamakan dengan daerah lain, seperti Purwokerto hingga Purworejo. Mungkin sampai sekarang masih saja ada yang beranggapan bahwa ketiga daerah ini adalah sama, haduh. Semoga lekas menemukan pencerahan deh, ya.

Tak banyak orang tahu, kalau Kabupaten Purwakarta menyimpan banyak sejarah dengan kuliner yang melegenda. Salah satu kuliner khas Kabupaten Purwakarta ini menjadi ikon unggulan, tiada lain dan tiada bukan yaitu sate maranggi. Selain di Purwakarta, sate maranggi juga kerap dikenal menjadi kuliner khas beberapa daerah di Jawa Barat seperti Cianjur. Lho terus spesialnya di mana?

Yang bikin spesial adalah, Pemerintah Kabupaten Purwakarta membangun sebuah wisata kuliner bernama Wisata Kuliner Kampung Maranggi, tempatnya di Kecamatan Plered. Usut punya usut, sate maranggi khas Purwakarta ini dikenal sejak 1960-an dan itu tepatnya di Kecamatan Plered. Atas dasar itulah, Pemerintah membangun sebuah Wisata Kuliner Kampung Maranggi.

Kampung Maranggi didirikan pada 2014 silam, saat Kang Dedi Mulyadi masih jadi bupati. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan para pelestari sate maranggi yang tersebar di setiap penjuru Kabupaten Purwakarta. Selain itu, berdirinya Kampung Maranggi juga sebagai daya tarik wisatawan saat berkunjung ke daerah ini. Lalu apa aja sih daya tarik dari Wisata Kuliner Kampung Maranggi ini?

Selalu ramai pengunjung

Menurut warga setempat Kampung Maranggi sejauh ini tidak pernah sepi. Setiap harinya ramai dikunjungi oleh pemburu sate maranggi dari berbagai kalangan. Meski umumnya pedagang mulai membuka kedainya pukul 7 pagi hingga 10 malam, tetapi beberapa ada yang membuka kedai hingga tengah malam. Bahkan ada juga yang 24 jam selalu siap sedia. Ada saja pengunjung yang berdatangan. Apalagi ketika Ramadan tiba, pengunjung dari berbagai kota mulai bermunculan. Kampung Maranggi sangat cocok sebagai tempat singgah saat perjalanan maupun untuk berbuka puasa.

Jongko sate maranggi yang unik

Jika kedai sate pada umumnya berbentuk rumah makan maupun sesederhana warung makan, lain halnya di Kampung Maranggi Plered ini. Penjual berjejer dengan kedainya masing-masing yang kerap disebut jongko. Di setiap jongko penjual tertera nama kedainya masing-masing, misalnya “Sate Maranggi Jongko Mang Heri”. Dan yang menjadi khasnya juga, nama jongkonya itu ditulis bukan pada papan atau kayu biasa melainkan pada sebuah nyiru, alias penampi.

Lokasi nyaman dan strategis

Kampung Maranggi yang berlokasi di Kecamatan Plered ini menyuguhnya tempat dan situasi yang nyaman, dengan parkiran luas juga fasilitas mushola dan toilet umum yang cukup bersih. Lokasinya bisa disebut strategis sebab bersebelahan dengan Stasiun Plered, berseberangan langsung dengan kantor Kecamatan Plered, serta dikelilingi oleh jalan utama daerah itu.

Baca Juga:

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

Oleh karena bersebelahan dengan stasiun, tidak heran jika banyak pengunjung yang berasal dari Kota Bandung maupun Garut dengan sengaja naik kereta lalu transit di Stasiun Plered hanya untuk menikmati sajian lezat khas Kampung Maranggi.

Harga sate maranggi di sini murah meriah

Jika harga sate maranggi di rumah makan besar maupun di daerah lain dapat menguras kantong, tidak dengan di Plered ini. Harganya hanya 2000 rupiah saja per tusuknya. Selain menyantap sate, kita juga bisa menambahkan nasi timbel seharga 3.500 rupiah saja. Juga bisa ditambah sop sapi yang bikin sate ini makin maknyus.

Gimana, gengs? Sudah tertarik untuk mencoba sate maranggi di Kampung Maranggi? Pokoknya semua harus coba menikmati sate maranggi ini setidaknya seumur hidup sekali. Minimal banget itu, Bolo!

Penulis: Rahma Siti Syahidah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengin Mencicipi Sate Kambing Tegal untuk Pertama Kalinya? Biar Nggak Kaget, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliner Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2023 oleh

Tags: kedai maranggiPurwakartasate maranggi
Rahma Siti Syahidah

Rahma Siti Syahidah

Penulis amatiran yang berusaha selalu optimis.

ArtikelTerkait

Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya

Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya

19 Juli 2024
Purwokerto, Purwakarta, Purworejo- Dilema karena Sebuah Nama (Unsplash.com)

Purwokerto, Purwakarta, Purworejo: Dilema karena Sebuah Nama

8 Agustus 2022
Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026
Purwokerto Membuat Orang Purbalingga Cemburu dan Iri Hati (Unsplash) kemacetan

Berbagai Fasilitas dan Kemudahan di Purwokerto Membuat Saya Sebagai Orang Purbalingga Cemburu

22 Juli 2023
3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Desember 2024
4 Rekomendasi Makanan Khas Pati selain Nasi Gandul Terminal Mojok

Punya Julukan Kota Pensiunan, Kabupaten Pati Justru Luput dari Rekomendasi Kota Pensiun Terbaik, Kenapa ya?

31 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.