Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nestapa Tinggal di Pulau Moa Provinsi Maluku, Pulau Kecil di Gerbang Selatan Indonesia

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
13 April 2023
A A
Nestapa Tinggal di Pulau Moa Provinsi Maluku, Pulau Kecil di Gerbang Selatan Indonesia

Nestapa Tinggal di Pulau Moa Provinsi Maluku, Pulau Kecil di Gerbang Selatan Indonesia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Barangkali nama Pulau Moa masih terdengar asing bagi sebagian besar orang. Bahkan mungkin mengetahui keberadaannya pun tidak, sebab ukurannya terlalu mungil untuk dimunculkan pada peta Indonesia. Bisa dibilang Pulau Moa yang terletak di Provinsi Maluku ini tergolong pulau terluar di Indonesia, tepatnya di sisi selatan. Jika terus menelusur ke selatan, daratan yang kita jumpai selanjutnya sudah merupakan bagian benua Australia.

Tinggal di pulau 3T semacam Pulau Moa nyatanya memang nggak mudah, lho. Setidaknya berikut nestapa yang harus kita rasakan jika tinggal di sana:

Rasanya sangat terisolir

Sangat tak bisa terbantahkan bahwa terisolasi adalah konsekuensi nyata yang harus kita terima saat tinggal di pulau 3T. Mau ke mana-mana rasanya jauh banget. Untuk ke Moa waktu itu, saya perlu berlayar sekitar 4 hari menggunakan KM Pangrango dari Pelabuhan Ambon. Itu pun masih sempat ada drama pembatalan jadwal hingga beberapa hari akibat cuaca buruk.

Sebenarnya masih ada opsi yang lebih cepat, yaitu menggunakan kapal cepat (speed) dan pesawat. Namun, kapal cepat terasa terlalu ekstrem bagi saya dan teman-teman yang baru pertama kali berlayar sejauh itu. Takutnya mabuk laut kami akan semakin parah. Lagi pula kalau naik kapal cepat, kami jadi nggak bisa singgah ke Pulau Banda dan Yamdena. Sedangkan kalau naik pesawat, harga tiketnya mahal, apalagi untuk pergi berombongan.

Tiba di Pulau Moa, ternyata perasaan terisolasi itu masih menggelayuti. Desa-desa di sana memiliki model yang terpusat setempat-setempat yang dipisahkan oleh sabana luas. Jarak antardesa terasa jauh banget. Keberadaan transportasi publik masih sangat minim, sedangkan nggak semua warga punya kendaraan bermotor. Namun menurut penduduk setempat, keadaan saat saya tiba sudah cukup membaik karena ada bis sekolah. Minimal anak-anak bisa bersekolah di pusat kabupaten dengan lebih mudah.

Jalan bebatuan masih mendominasi

Pulau Moa pernah masuk pemberitaan karena jalanan aspalnya yang mulus. Mengingat statusnya sebagai pulau 3T, tentu saja hal ini sangat menakjubkan. Namun setibanya saya di sana, nyatanya jalan aspal itu belum sampai menjangkau ke desa-desa. Untuk masuk ke permukiman warga, kita masih perlu melewati jalanan berbatu yang membelah padang sabana.

Kondisi jalanan yang bergeronjal ini bikin ban kendaraan rawan bocor. Sialnya, nggak ada apa-apa selain kerbau dan kuda yang bisa kita jumpai di padang sabana ini. Lampu penerangan saja nggak ada, lho. Ditambah lagi sebagian besar daerah di Pulau Moa, Provinsi Maluku, ini masih susah sinyal. Jadi, harus benar-benar sabar menunggu ada pengguna jalan lain yang lewat untuk memberi bantuan.

Rawan kekeringan

Curah hujan di Pulau Moa, Provinsi Maluku, tergolong rendah. Oleh sebab itu pulau ini sangat rawan kekeringan saat kemarau panjang. Mengingat pulau ini didominasi oleh wilayah berbatu, hanya segelintir warga yang sanggup memiliki sumur. Sebab, biaya pengeborannya sangat mahal.

Baca Juga:

Jauh-jauh KKN UGM ke Maluku, Isinya Malah Orang Jawa Semua, Serasa di Bantul!

Maluku Utara Sangat Layak Menjadi Provinsi Paling Bahagia di Indonesia

Biasanya warga memanfaatkan sumur komunal atau mata air. Perlu perjuangan besar untuk sekadar menimba air. Jarak yang ditempuh pun nggak dekat. Masih diperparah dengan beban air yang harus dibawa, jalanan yang buruk rupa, dan terik matahari yang menyengat.

Saat kemarau panjang, pulau ini sangat rawan mengalami kelangkaan air. Nggak jarang bencana ini menimbulkan kematian massal kerbau yang diternak secara tradisional oleh warga setempat. Saking seringnya mengalami kekeringan, kerbau lokal Moa sudah beradaptasi sehingga punya perilaku yang berbeda dari kerbau pada umumnya. Hal ini membuat kerbau Moa lebih survive untuk hidup di habitat minim air.

Harga bahan pokok cenderung fluktuatif

Penduduk Pulau Moa benar-benar tergantung pada suplai barang dari daratan besar di sekitarnya. Tanah dan karakteristik iklim di pulau ini memang nggak memungkinkan untuk bercocok tanam. Jika kapal yang mengangkut kebutuhan pokok dan bahan bakar nggak bisa sampai tepat waktu karena cuaca buruk, harga barang-barang akan melonjak.

Akan tetapi menurut penduduk setempat, kondisi saat ini sudah lebih baik sejak adanya tol laut. Berkat tol laut, pasokan logistik ke Pulau Moa dan sekitarnya menjadi lebih terjamin. Walaupun tetap nggak semudah kita yang tinggal di kota-kota modern.

Lapangan kerja masih langka

Nggak banyak lapangan pekerjaan yang tersedia di Pulau Moa, Provinsi Maluku. Penduduk setempat masih banyak yang menjadi penggembala kerbau, nelayan, penenun, dan pengrajin sopi yang penghasilannya nggak terlalu menggembirakan. Jadi guru honorer pun gajinya lebih memprihatinkan. Sedangkan untuk menjadi pegawai negeri perlu tes yang belum tentu semua bisa lolos. Malahan pegawai-pegawai pemerintah di sana kebanyakan adalah pendatang dari luar Pulau Moa.

Oleh sebab itu banyak pemuda dari Pulau Moa yang disekolahkan ke luar pulau untuk mendapat pendidikan yang lebih memadai. Selepas belajar, umumnya mereka menetap di kota-kota lain yang menawarkan kesempatan kerja lebih baik. Jadi, saya kagum sekali dengan anak-anak muda yang rela melepas mimpi hidup nyaman di kota, membangun daerah asalnya yang masih serba terbatas. Tentu nggak mudah membuat keputusan semacam ini,

Terlepas dari segala kekurangannya, tinggal di Pulau Moa masih memiliki sisi positif. Setidaknya kita akan selalu dimanjakan dengan suasana alam yang masih asri, suasana yang damai, pantai yang begitu bersih, dan penduduk yang ramah.

Semoga program pemerataan pembangunan yang digagas pemerintah bisa segera terwujud di pulau-pulau terpencil seperti Pulau Moa yang ada di Provinsi Maluku. Saya sangat yakin daerah-daerah di perbatasan negara kita bisa mengejar ketertinggalan dengan lebih cepat, asalkan dananya nggak dikorupsi sama tikus-tikus berdasi.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kerbau Moa, Varietas Ternak Unggulan dari Pulau Terluar Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 April 2023 oleh

Tags: malukupulau Moa
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

orang timur

Berbicara dengan Logat Timur yang Langsung Disangka Papua

27 Juni 2019
7 Tempat Wisata di Ambon yang Wajib Dikunjungi Versi Wisatawan terminal mojok

7 Tempat Wisata di Ambon yang Wajib Dikunjungi Versi Wisatawan

1 Januari 2022
Maluku Utara, Provinsi Paling Bahagia di Indonesia (Unsplash)

Maluku Utara Sangat Layak Menjadi Provinsi Paling Bahagia di Indonesia

11 Agustus 2024
Nestapa Hidup di Pulau Luang Kabupaten Maluku Barat Daya

Nestapa Hidup di Pulau Luang, Sebuah Pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya yang Saking Kecilnya Sampai Nggak Kelihatan di Peta

14 Juli 2023
5 Tempat Wisata yang Sering Dikira di Ambon, padahal Bukan. Salahnya Kejauhan! Mojok.co

5 Tempat Wisata yang Sering Dikira di Ambon, padahal Bukan. Ngawurnya Keterlaluan!

15 Juni 2024
Jauh-jauh KKN UGM ke Maluku, Isinya Malah Orang Jawa Semua, Serasa di Bantul!

Jauh-jauh KKN UGM ke Maluku, Isinya Malah Orang Jawa Semua, Serasa di Bantul!

25 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.