Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Saya Sempat “Selingkuh” dengan Mie Sedaap, tapi Sekarang Jatuh Cinta Lagi Sama Indomie Goreng

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
20 Januari 2023
A A
Indomie Goreng Orisinal Membuat Saya Jatuh Cinta Kedua Kalinya (Shutterstock)

Indomie Goreng Orisinal Membuat Saya Jatuh Cinta Kedua Kalinya (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian besar orang Indonesia, Indomie bukan mi instan biasa. Ia mengandung banyak kisah dan penuh nostalgia. Saat mi instan generasi awal diramaikan dengan varian mi kuah, Indomie berani hadir dengan varian goreng pada 1983. Meskipun Indomie rajin berinovasi, popularitas mi goreng orisinal serasa menolak redup. Tak heran jika Indomie goreng orisinal begitu dicintai masyarakat, bahkan dibawa merantau hingga ke negeri orang.

Saking bucinnya masyarakat Indonesia dengan Indomie goreng orisinal, kita begitu memuja merek ini. Bahkan sampai di tahap menyangkal merek kompetitor lain yang rasa dan kualitasnya lebih baik. Mie Sedaap, misalnya.

ADVERTISEMENT

Sejak kecil saya sudah akrab dengan Indomie goreng. Makanan ini jadi andalan bekal sekolah dan menu sarapan yang cepat dibuat. Walaupun Indomie goreng banyak kenangan, saya suka banget eksplor berbagai merek dan berbagai rasa mi instan. Jadi saya nggak merasa perlu mengglorifikasi merek tertentu. Kalau memang menurut saya ada yang lebih enak, pasti akan saya akui.

Awal mula krisis kepercayaan terhadap Indomie goreng

Pernah pada suatu waktu saya menemukan hal mengejutkan pada Mie Sedaap goreng. Mereka melakukan improvisasi dengan formula baru. Tekstur mi-nya dibuat lebih kenyal dan rasa bawang gorengnya semakin natural. 

Yang paling krusial dari itu semua adalah nggak bikin mulut beraroma mematikan seperti pendahulunya. Pokoknya saya seneng banget Mie Sedaap mau membenahi kekurangan dari produk sebelumnya yang banyak dikeluhkan konsumen. Apalagi harganya lebih murah sedikit daripada Indomie goreng dengan porsi yang jauh lebih banyak. Ah, makin unggul.

Sementara itu, kualitas Indomie masih gitu-gitu aja. Walaupun sebagian besar masyarakat menganggapnya enak, saya justru merasa Indomie goreng overrated. Rasa micin sangat dominan. Bahkan menurut saya asinnya terlalu menusuk di lidah. Apalagi porsinya makin seuprit. 

Bawang gorengnya sih masih cukup aman, tapi ukurannya yang terlalu besar membuat jumlahnya terlalu sedikit. Bahkan bisa dihitung jari. Apalagi kenaikan harganya sangat terasa dalam tiga tahun terakhir. Jelas di mata saya, Indomie goreng sudah kalah telak dengan Mie Sedaap dengan resep barunya.

Eh tapi bukan berarti rasa Indomie nggak enak ya. Masih enak kok, rasa dan aromanya bahkan sangat berkarakter. Bahkan saya masih rajin mencobai inovasi-inovasi lain dari Indomie. Tapi khusus varian Indomie goreng orisinal, menurut saya, masih ada yang lebih sesuai dengan selera saya. Jadi saya mulai mengurangi jumlahnya setiap belanja stok mi instan. Saya memutuskan untuk mengembara. Menjajal dari satu mi ke mi yang lain.

Baca Juga:

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

Kenapa Ya, Makan Mie Instan Menjelang Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat?

Perjalanan yang membawa cinta lama bersemi kembali

Sekitar empat bulan lalu akhirnya saya tertarik makan Indomie goreng jumbo untuk pertama kali. Itupun karena diberi teman, bukan beli sendiri. Sebelumnya saya nggak pernah tertarik mencoba karena mengira rasanya akan sama saja dengan kemasan reguler, hanya beda di ukuran. Rupanya saya salah besar.

Ternyata baik dari segi tekstur mi, warna, aroma, terlebih rasa Indomie jumbo cukup berbeda dengan Indomie goreng orisinal. Padahal sama-sama Indomie goreng, lho. Bagi saya, Indomie goreng varian jumbo terasa lebih nikmat karena rasa micinnya nggak menusuk lidah. Meskipun dari segi aroma, tekstur mi, dan visualnya, kemasan reguler tetaplah unggul.

Tapi saya seneng banget, satu bulan setelah percobaan tidak sengaja itu, Indomie goreng kemasan reguler berubah. Sadar nggak sih kalau Indomie goreng yang sekarang jadi lebih enak daripada tahun lalu? Kalau nggak percaya, coba masak Indomie goreng sekarang juga.

Perbaikan rasa

Saya kira saya cuma berhalusinasi, sampai saya tunggu beberapa bulan untuk menulis artikel ini. Saya yakinkan diri dengan mencoba beberapa kali  lagi. Saya juga masih minta validasi dari orang-orang terdekat dan dari keluarga yang beda kota. Takutnya Indomie yang lebih enak ini hanyalah edisi khusus yang dijual di domisili saya. Ternyata jawaban mereka sama, Indomie goreng memang jadi lebih enak. Saya jadi curiga kalau Indomie diam-diam sedang melakukan perbaikan formula.

Yang sangat perlu disorot dari perubahan ini adalah rasanya. Rasa asin micin hingga menusuk lidah yang sering saya keluhkan secara ajaib hilang. Berganti menjadi sebuah mi goreng dengan cita rasa kalem, namun tetap tidak kehilangan karakter khasnya. Potongan bawang gorengnya berubah menjadi lebih kecil, namun jumlahnya banyak. Sehingga persebarannya lebih merata saat kita campurkan dengan mi-nya.

Sebagai konsekuensinya, barangkali aromanya juga ikutan melembut. Setidaknya nggak senonjok yang dulu-dulu. Namun untuk rasanya, ah jangan ditanya. Kenikmatannya sungguh-sungguh effortless. Sempurna apa adanya dalam versi originalnya, sekalipun tanpa dukungan bahan-bahan pelengkap lainnya.

Terima kasih Indomie

Entah kapan persisnya improvisasi ini dilakukan. Atau alasan konspirasi apa di balik semakin lezatnya rasa yang sekarang. Apakah Indomie mulai resah karena eksistensi Best Wok yang sering dianggap lebih enak? Tak ada yang tahu kecuali internal perusahaan Indomie dan Tuhan. 

Yah, apapun itu, yang jelas saya sedang jatuh cinta kembali kepada mereka. Rasanya saya ingin mendedikasikan lagu Raisa yang berjudul “Kali Kedua” untuk Indomie. Terimakasih Indomie, karena sudah mau berbenah diri.

Penulis: Erma Kumala Dewi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Top 5 Indomie Goreng Terenak yang Pernah Ada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2023 oleh

Tags: indomieIndomie gorengindomie goreng jumbomie sedaap
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Battle Mi Keju Richeese vs Mie Sedaap Korean Cheese Buldak Terminal Mojok

Battle Mi Keju: Richeese vs Mie Sedaap Korean Cheese Buldak, Mana yang Keju Banget?

28 September 2022
Kasta Mie Goreng Instan Paling Enak, Indomie Bukan di Urutan Pertama!

Kasta Mie Goreng Instan Paling Enak, Indomie Bukan di Urutan Pertama!

15 Januari 2025
Perlukah Indomie Khawatir Terhadap Para Pesaingnya?

Perlukah Indomie Khawatir Terhadap para Pesaingnya?

26 Juni 2022

Bagi Saya, Rasa Mi Lemonilo Tidak Mengecewakan dan Iklannya Tidak Berdusta

3 Mei 2021
5 Varian Indomie yang Layak Dipertimbangkan Jadi Menu Buka Puasa Anak Kos

5 Varian Indomie yang Layak Dipertimbangkan Jadi Menu Buka Puasa Anak Kos

9 Maret 2025
Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

22 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.