Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Fakta Keliru Terkait Semarang yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
21 Juni 2022
A A
Lawang Sewu Semarang (Unsplash.com)

Lawang Sewu Semarang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Semarang juga dikenal sebagai kawasan industri dan kota pendidikan. Tentu, kita juga mengenalnya sebagai kota atlas.

Meskipun pengetahuan soal Semarang sudah jadi informasi umum, tapi ada beberapa hal yang ternyata kurang pas. Namun, hal-hal tersebut sudah telanjur dipercaya banyak orang. Berikut lima di antaranya.

ADVERTISEMENT

#1 Lawang Sewu pintunya ada seribu

Gedung peninggalan Belanda ini namanya memang Lawang Sewu. Namun, jumlah pintu dari gedung bersejarah ini nggak sampai seribu. 

Jumlah pintu di salah satu landmark Semarang ini “hanya” terdapat 928 buah saja. Memang beda sedikit untuk mencapai jumlah seribu pintu. Tapi ya tetap saja nggak sampai seribu. Fakta tersebut otomatis mematahkan anggapan banyak orang yang mengatakan bahwa pintu di gedung Lawang Sewu memang sesuai namanya.

#2 Lawang Sewu itu menyeramkan

Seingat saya, kesan seram Lawang Sewu dibangun sejak trendingnya video uji nyali yang dilaksanakan di sana. Mulai saat itu, semakin banyak kisah keangkeran dari Lawang Sewu. Mulai dari media mainstream sampai blog, banyak yang menceritakan kisah seram dari bangunan yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Padahal, kalau kita tinjau bersama, berdasarkan nilai sejarahnya, Lawang Sewu memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Bukan hanya bagi Semarang saja, tapi untuk Indonesia. 

Pada zaman Belanda, Lawang Sewu difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan rel kereta api Hindia Belanda. Saat ini, gedung Lawang Sewu menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi Semarang. Salah satu sisi menarik dari bangunan ini adalah arsitektur bangunannya. Khas zaman kolonial. Kesan seram pada gedung Lawang Sewu jadi biasa saja. Apalagi lokasinya berada di tempat strategis yang ramai dilalui orang.

#3 Bandeng Juwana, oleh-oleh khas Semarang

Setiap tempat memiliki beragam daya tarik wisata, salah satunya oleh-oleh khas daerah. Misal Yogyakarta punya bakpia dan gudeg atau Malang dengan olahan apel yang enak banget itu. Begitu juga Semarang yang memiliki oleh-oleh khasnya sendiri.

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

Sayangnya, ada oleh-oleh yang sudah kadung dianggap sebagai khasnya Semarang. Padahal, sebenarnya, bukan dari kota tersebut. Salah satu contohnya adalah Bandeng Juwana Elrina. Banyak yang menganggap bahwa itu berasal dari Semarang, padahal sebenarnya berasal dari daerah Juwana, Kabupaten Pati. Kekeliruan ini terjadi karena memang banyak toko oleh-oleh Bandeng Juwana Elrina di setiap sudut kota.

#4 Kampus UNDIP hanya ada di Semarang

Universitas Diponegoro (UNDIP) adalah perguruan tinggi negeri paling termasyhur di Semarang. Banyak mahasiswa UNDIP yang berasal dari daerah Jabodetabek. Beberapa teman saya dari daerah Jabodetabek yang pernah main ke UNDIP, menganggap bahwa UNDIP lokasinya hanya ada di Semarang atau lebih tepatnya di Pleburan atau Kecamatan Tembalang saja.

Padahal, mulai tahun akademik 2021/2022, UNDIP telah membuka dua program studi di kampus mereka yang berada di Jepara. Dua program yang ada di kampus UNDIP Jepara adalah S1 Ilmu Hukum dan S1 Keperawatan. Hal ini membuat warga Jepara dan sekitarnya nggak perlu ke Semarang lagi untuk berkuliah di UNDIP.

#5 Masyarakat yang kurang toleran

Stigma masyarakat sini dianggap kurang toleran dimulai sejak adanya penolakan terhadap pendirian cabang dari salah satu ormas Islam di sana. Pada akhirnya, ormas Islam yang ditolak tersebut, sekarang dibubarkan dan dilarang ada di Indonesia.

Sebenarnya, kalau mau tahu sikap toleransi masyarakat seperti apa, kamu bisa melihatnya dari berbagai rumah ibadah minoritas yang masih berdiri tegak di tempat-tempat strategis atau jalan protokol seperti Gereja Blenduk, Klenteng Sam Poo Kong, Vihara Buddhagaya Watugong, dan lain sebagainya. Gimana, masih mau meragukan sisi toleransi masyarakat sini?

Beberapa hal keliru di atas berdasarkan pengalaman saya selama berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang. Semoga dapat meluruskan hal-hal keliru terkait kota ini di mata masyarakat.

Penulis: Ahmad Arief Widodo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bukan Undip atau Unnes, Kampus Paling Unggul di Semarang Adalah UIN Walisongo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2022 oleh

Tags: bandeng juwanagereja blenduklawang sewuSemarang
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

22 Juni 2023
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

Menerima Penempatan CPNS di Luar Pulau Jawa Tak Pernah Saya Sesali, Justru Jadi Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Buat

2 Mei 2025
Pengalaman Pertama Berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Destinasi Wisata yang Tidak Ramah untuk Kaum Mendang-Mending

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Destinasi Wisata yang Tidak Ramah untuk Kaum Mendang-Mending

24 September 2024
Semarang Tak Selalu Menyimpan Sisi Gelap, Ada Sisi Terang Juga yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Semarang Tak Selalu Menyimpan Sisi Gelap, Ada Sisi Terang Juga yang Tidak Diketahui Banyak Orang

2 Mei 2025
Jalan di Daerah UNNES Semarang Bikin Saya Bete, Nggak Cuma Sempit tapi Juga Banyak Pengendara Ugal-ugalan di Sana

Jalan di Daerah UNNES Semarang Bikin Saya Bete, Nggak Cuma Sempit tapi Juga Banyak Pengendara Ugal-ugalan di Sana

22 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.