Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

3 Alasan Gabriel di Emily in Paris Bukan Pria yang Layak diperjuangkan

Adissa Indriana Putri oleh Adissa Indriana Putri
29 Desember 2021
A A
3 Alasan Gabriel di Emily in Paris Bukan Pria yang Layak diperjuangkan

3 Alasan Gabriel di Emily in Paris Bukan Pria yang Layak diperjuangkan (instagram.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bonjour Emily! Saya sebagai fans Emily in Paris akhirnya bisa bernafas lega setelah menunggu satu tahun lebih untuk musim kedua. Tampaknya bukan saya saja yang merasakan kebahagian ini. Pasalnya, belum genap seminggu sejak perilisannya, serial Emily in Paris musim kedua sudah menempati posisi pertama dari daftar sepuluh teratas kategori TV show di Netflix Indonesia.

Selain tayang di waktu yang bertepatan dengan momen natal dan libur akhir tahun, masifnya penonton juga tak lain karena serial ini memang layak untuk ditonton. Emily in Paris memang tidak pernah gagal menarik hati para penonton. Dari mulai fesyen ala Parisian yang super nyentrik, lika-liku penyesuaian diri dengan warga Paris yang nyeleneh, hingga drama berada dalam cinta segitiga.

Ngomongin tentang hubungan segitiga, sebenarnya sejak season pertama saya sudah mewanti-wanti supaya Emily tidak terjebak dalam hubungan Gabriel dan Camille. Saya tidak ingin idola saya mendapat predikat baru sebagai “pelakor in Paris”. Tapi bukan Emily namanya kalau tidak keras kepala dalam mengejar keinginannya.

Saya setuju kalau pesona Gabriel memang bukan maen, sampai Emily saja dibuat klepek-klepek. Tapi di sisi lain, saya juga paham betul, tipikal laki-laki seperti Gabriel ini kurang pantas untuk diperjuangkan. Ini dia alasannya:

#1 Tidak setia

Sudah nggak bisa disangkal lagi, Gabriel ini sudah jelas bukan laki-laki setia. Emang sih, sejak awal Gabriel dan Emily emang nggak ada niatan untuk saling jatuh cinta. Saya pun tahu bahwa cinta itu tidak bisa ditebak kedatangannya, tapi bukankah setia itu pilihan?

Sebenarnya bukan tentang siapa yang memulai duluan di drama segitiga ini. Emily pun juga terdakwa bersalah di mata penonton karena sudah mencium Gabriel lebih dulu di season pertama. Tapi kembali lagi, Gabriel yang berstatus sebagai pacar orang seharusnya tahu bagaimana cara mengontrol perasaannya. Dan kalau dia adalah lelaki setia, seharusnya nggak usah caper-caper lagi ke Emily dan fokus saja ke hubungannya dengan Camille.

#2 Kekanak-kanakan

Gabriel ini padahal macho banget loh, badannya proporsional, suaranya berat, alisnya tebal. Kadang ia mengingatkan saya pada Reza Rahadian. Tapi, setelah saya nonton episode keenam season dua, penilaian saya langsung merosot saat melihat sikap Gabriel. Di malam pembukaan restorannya, Gabriel terlihat uring-uringan sambil lari keluar restoran karena acaranya terlalu rame kayak pasar malem.

Gabriel sebagai pemilik resto bukannya berusaha cari solusi, eh malah frustrasi. Kalo katanya Camille sih, mantan pacarnya memang sering begitu. Itu tandanya dia sedang diselimuti ego dan kekhawatiran. Gabriel yang terlihat seperti anak kecil, akhirnya bisa redam setelah diberi petuah sama Camille.

Baca Juga:

Gabriel Magalhaes, Drama dan Ekspektasi yang Bergeser Selalu Mengiringi

Arsenal, Gabriel Magalhaes, dan Ujian Kesabaran ketika Kesalahan Terjadi

#3 Mudah goyah

Saya sebagai kaum hawa bisa merasakan bagaimana perasaan Mbak Emily di episode terakhir. Entah mengapa semua tampak semakin jelas bahwa Gabriel bukan tipikal pria yang patut dikejar-kejar. Yup, hal tersebut tak lain karena pendirian Gabriel yang mudah goyah. Ada masa di mana sikap Gabriel memperlihatkan perasaan lebih ke Emily. Namun di sisi lain, ia masih belum bisa menuntaskan masa lalunya dengan Camille.

Kendati demikian saya agak lega dengan keputusan Gabriel di episode terakhir. Walau hal tersebut cukup menyayat hati Emily, tapi seenggaknya saya semakin yakin terhadap keputusan saya untuk golput menjadi tim Emily-Gabriel setelah cukup tau jati diri Gabriel yang sebenarnya.

Terlepas bagaimanapun opini saya di atas, untuk para fans Gabriel atau tim Emily-Gabriel wes nggak usah baper oleh penilaian saya tersebut. Walau uneg-uneg saya terkesan sentimen, namun saya menulis ini murni karena saya ingin menyampaikan pendapat saya sebagai penonton setia Emily in Paris.

Penulis: Adissa Indriana Putri
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2021 oleh

Tags: emily in parisgabriel
Adissa Indriana Putri

Adissa Indriana Putri

Mengerjakan apa pun yang bisa dikerjakan.

ArtikelTerkait

Gabriel Magalhaes, Drama dan Ekspektasi yang Bergeser Selalu Mengiringi MOJOK.CO

Gabriel Magalhaes, Drama dan Ekspektasi yang Bergeser Selalu Mengiringi

23 Agustus 2020
arsene wenger arsenal MOJOK

Arsenal, Gabriel Magalhaes, dan Ujian Kesabaran ketika Kesalahan Terjadi

22 Agustus 2020
arsenal hector bellerin dijual bayern muenchen mojok.co

Arsenal dan Skema Baru Ketika Rumor 4 Pemain Baru Menjadi Kenyataan

8 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.