Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ironi #PolisiSesuaiProsedur: Kemarin (Berusaha) Romantis, Sekarang? Nilai Sendiri

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
14 Oktober 2021
A A
#PolisiSesuaiProsedur smackdown

#PolisiSesuaiProsedur smackdown

Share on FacebookShare on Twitter

Saat pertama melihat video polisi membanting mahasiswa, saya langsung nyeletuk, “necklock slam!” Bantingan ala gulat pro atau Smackdown itu sempat membuat saya terpukau. Setidaknya selama lima detik sampai saya berteriak “bajingan”.

Saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin seorang yang dipercaya menjaga keamanan melakukan tindakan berbahaya. Necklock slam bisa saja membunuh Anda karena leher menerima impact dari bantingan. Di ring Smackdown saja berbahaya, Apalagi dilakukan di trotoar yang keras? Terbukti si mahasiswa yang dibanting kejang dan pingsan.

Tentu banyak pihak mengutuk aksi yang seperti bocah mencontoh Smackdown ini. Bahkan sangat sulit untuk menemukan suara pro pada tindakan brutal tersebut. Dan seperti biasa, karena viral pihak kepolisian langsung bersuara. Baik dengan klarifikasi, sampai menjanjikan menghukum si polisi nggatheli itu.

Saya pribadi merasa mual dan muak melihat aksi berbahaya ini. Apalagi saya tahu, bantingan tadi bukan drama ala Smackdown. Tapi, saya perlu menertawakan tragedi tersebut. Bukan karena tidak bersimpati, tapi tawa masam melihat sebuah ironi. Ironi yang disajikan oleh aparat dalam waktu 24 jam saja.

Sehari sebelumnya, muncul tagar #PolisiSesuaiProsedur yang menguasai trending di Twitter. Banyak pihak menduga, tagar ini bertujuan untuk melawan tagar #percumalaporpolisi yang digaungkan Project Multatuli. Itu lho, kanal reportase yang sedang panas-panasnya membongkar kasus yang terlewat mata masyarakat.

Saya sih ikut berpikir demikian. Munculnya tagar ala polisi tadi dalam momentum yang pas banget. Ketika warganet sibuk menanggapi tagar #percumalaporpolisi, tiba-tiba tagar yang berlawanan muncul dan ikut trending. Sebenarnya keren sih, tagar ala polisi tadi bisa trending di hari pertama. Tim digital marketing dan social media specialist polisi patut diacungi jempol

Pihak Polri pun menyanggah anggapan di atas. Menurut mereka, tagar #PolisiSesuaiProsedur adalah bentuk konsistensi polisi dalam melayani masyarakat. Dan menurut mereka, lahirnya tagar ini tidak berhubungan dengan viral ya #percumalaporpolisi. Yah sulit untuk percaya, ketika Stevie Wonder saja bisa melihat kecenderungan perang tagar ini.

Sehari kemudian, tragedi Smackdown tadi terjadi. Dan kalau kembali ke urusan tagar, apa benar bantingan tadi bagian dari prosedur? Saya sebagai rakyat jelata saja melihat bantingan tadi tidak perlu. Tanpa dibanting, si mahasiswa tidak memberi perlawanan berarti kok. Kuncian leher si polisi ndlogok tadi sudah cukup untuk menaklukkan mahasiswa yang (sebenarnya tidak perlu) diborgol saja.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Di sinilah ironi lahir. Ketika polisi sibuk mengkampanyekan tagar sesuai prosedur tadi, baru sehari jalan anggota mereka melakukan tindakan brutal yang melanggar prosedur. Baru sehari saja, tagar yang digenjot viral ini bisa dilecehkan.

Seolah-olah memang sulit untuk menuntut polisi untuk melakukan sesuatu sesuai prosedur. Dibilang skeptis, ya gimana tidak. Lha wong jauh sebelum tagar tadi membangun opini publik, langsung dibantah kok. Kan nggatheli. Rasanya seperti dijanjikan bakal setia, besoknya ketahuan mainan Tinder.

Tapi, ironi ini belum usai. Sampai saat saya menulis ini, tagar #PolisiSesuaiProsedur masih viral. Tapi, ketika Anda buka, yang muncul adalah video bantingan polisi diikuti hujatan dan sumpah serapah.

Tagar yang seharusnya mengharumkan citra polisi menjadi alasan polisi dikecam. Tagar yang bisa menyelamatkan muka tebal polisi kini berisi perilaku subversif yang dibenci masyarakat. Dan ketika tagar sesuai prosedur tadi bisa mengalahkan tagar #percumalaporpolisi, yang membuat viral adalah masyarakat yang benci perilaku polisi.

Perang tagar ini dimenangkan polisi. Itu sudah jelas terlihat di Twitter. Tapi, polisi tetap kalah dan salah di mata rakyat. Tanpa perlu investigasi mendalam ala Project Multatuli, semua tersaji secara gamblang dan jelas setajam Silet. Bahkan polisi sendiri yang menyuapi masyarakat dengan sikap apati dan skeptis terhadap kinerja aparat keamanan rakyat ini.

Tanpa harus dilawan dengan tagar baru, tagar #PolisiSesuaiProsedur akhirnya dipertanyakan. Apa benar polisi telah sesuai prosedur dalam tindakannya? Apa benar bantingan polisi itu karena mengikuti prosedur? Saya sih skeptis jika bantingan polisi yang fatal itu ada dalam prosedur melumpuhkan target yang tidak berdaya.

Meskipun bantingan itu disebut “gerak refleks”, saya pikir tetap saja prosedur yang sedang diunggulkan itu tidak terlaksana. Mungkin polisi brengsek tadi belum membaca panduan melumpuhkan seseorang dalam berbagai situasi. Dan ketika reflek yang disalahkan, ke mana akal sehat si pembanting mahasiswa itu? Apakah pelajaran selama di Akpol, yang dibiayai pakai uang rakyat itu, tidak nyantol di kepala? Ah, kok sepertinya kepekokan ini selaras dengan sebuah kata pepatah: “Banyak membaca jadi pintar, sedikit membaca jadi polisi”.

Mau dengan cara apa lagi polisi memperbaiki citra? Tagar sudah gagal memenangkan hati rakyat. Bahkan rakyat makin bertanya di manakah polisi baik berada. Yah mungkin memang benar kata Mbah Gusdur. Polisi baik itu hanyalah polisi tidur, patung polisi, dan polisi Hoegeng.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2021 oleh

Tags: #PolisiSesuaiProsedurKekerasanMahasiswapolisi
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Aktivis Mahasiswa tuh yang Kayak Gimana sih?

14 Mei 2020
Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Cocok Hidup di Daerah Ini Mojok.co surabaya

Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bisa Cocok Hidup di Daerah Ini

19 Juni 2024
Pilih Kuliah D3 karena Realistis Ingin Cepat Kerja Malah Disangka Malas Nggak Punya Cita-cita

Pilih Kuliah D3 karena Realistis Ingin Cepat Kerja, Malah Disangka Malas Nggak Punya Cita-cita

3 Mei 2025
Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung! (Mojok.co)

Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung!

1 Desember 2023
Nggak Semua Orang Cocok Kuliah di Jurusan Rekam Medis, Kuliahnya Kaku dan Sering Dianaktirikan Mojok.co

Nggak Semua Orang Cocok Kuliah di Jurusan Rekam Medis, Kuliahnya Kaku dan Sering Dianaktirikan

4 Juni 2024
Jangan Jadikan Aktif di Ormawa sebagai Alasan Nilai Jelek

Jangan Jadikan Aktif di Ormawa sebagai Alasan Nilai Jelek

5 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.