Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Utopiskah Hubungan Platonik dan Pertemanan Beda Gender?

Fadlir Nyarmi Rahman oleh Fadlir Nyarmi Rahman
12 September 2021
A A
Utopiskah Hubungan Platonik dan Pertemanan Beda Gender? terminal mojok.co

Utopiskah Hubungan Platonik dan Pertemanan Beda Gender? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu hari, beberapa tahun lewat, teman dekat perempuan saya pernah bertanya, “Kamu percaya, nggak, kalau cewek sama cowok bisa temenan deket tanpa timbul perasaan suka atau cinta dan berakhir drama?”

Barangkali, pertanyaan tersebut juga pernah muncul dalam kehidupan sosialmu. Kamu pun kebingungan atau ragu untuk menjawabnya. Di samping mungkin kamu memiliki pasangan yang perasaannya harus dijaga, juga mungkin karena kamu takut jatuh ke lubang yang bernama cinta. Atau mungkin, kamu sudah mengalaminya dan, ya, baik-baik saja.

Akan tetapi, bagi banyak orang hubungan macam ini dianggap suatu kemustahilan. Kalau nggak percaya, lihat saja hate dan bad comment di kolom reply dan retweet dengan quote postingan ini.

Bisa dilihat sendiri, padahal si mbak itu dalam twitnya pengin bilang bahwa ia hanya butuh seseorang untuk bersandar, mendengar curhatnya, pergi, dan senang-senang bareng. Ya, layaknya seorang teman. Memang, ia me-mention kata “pacaran” yang tentu merujuk pada sosok pria (opposite sex-nya) untuk ia “ajak” menjalin hubungan macam itu. Tapi, tetap saja ia hanya butuh sosok yang nyaman meski hanya berstatus teman. Dan, menurut saya itu sah-sah saja.

Lalu, kenapa masih banyak yang marah sama twit Mbak Chika “Tik-Tok” itu, ya? Entahlah. Padahal, maksud beliau bukan berniat nggak mau berkomitmen, atau sekadar friendzone yang seenaknya bisa nge-ghosting. Sekali lagi, ia cuma butuh teman! Bukankah, itu wajar-wajar saja?

Ditambah lagi, menjalin hubungan platonik macam itu (yang tanpa ada rasa, ikatan, ataupun komitmen) justru nisbi lebih sehat. Sebab, kedua belah pihak sama-sama dalam kesadaran menjalin hubungan hanya untuk berteman sehingga hasrat untuk dan/atau rasa memiliki (sesuatu yang kerap menimbulkan masalah karena keegoisan) bakalan sirna.

Lantas, kita tak akan menuntut dan mendapat tuntutan balik seperti dalam hubungan romantis (yang biasanya ngadi-ngadi). Harus tampil bersikap beginilah, harus ngasih perhatian begitulah, dan keharusan-keharusan lainnya. Saya bilang lebih sehat, bukan berarti saya antipacaran, ya. Maksud saya, bagaimanapun hubungan yang seseorang jalani adalah pilihan dan tentu diambil dengan risiko yang sudah dipertimbangkan. Termasuk risiko untuk dilarang atau diputusin oleh pasangannya.

Namun, memang perlu dipertanyakan lagi, sih. Apa salahnya berhubungan yang tak lebih dari teman alias punya hubungan platonik dengan lawan jenis? Apakah semua hubungan macam itu harus dilandasi perasaan cinta? Apakah hubungan pertemanan yang dekat dengan lawan jenis merupakan hal yang utopis? Atau, jangan-jangan banyak orang hanya terjebak pada stigma kuno bahwa pertemanan macam ini akan berakhir drama?

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Dulu saya pun terjebak pada stigma itu. Namun, pada akhirnya saya mengalaminya sendiri dan percaya bahwa punya hubungan platonik tersebut sangat mungkin terjadi. Dari dulu sampai sekarang, kami pun tak pernah terlibat drama perasaan. Saya nggak baper, apalagi dia. Dia sudah punya pacar, saya juga. Dan kami tetap baik-baik saja tanpa ada pengkhianatan di belakang pasangan masing-masing.

Dari situlah, saya percaya bahwa tidak semua orang (terutama yang lawan jenis atau oppsite sex) cocok untuk diajak hubungan romantis, macam pacaran. Mungkin dengannya kita bisa curhat-curhatan, ngobrol intim, saling perhatian, main, atau nongkrong bareng dalam jangka waktu yang panjang dan tetap saja nggak timbul perasaan cinta.

Kalau baper, sih, mungkin kamu yang bermasalah. Alias kamu masih gampang ke-geer-an. Kamu masih menganggap keakraban atau perhatian yang diberikannya didasari oleh cinta atau sedang PDKT. Kamu masih percaya bahwa solidaritas antarteman, kepedulian, perhatian, dan hal semacamnya hanya bisa terjadi di hubungan teman sesama jenis atau pacaran doang? Kalau gitu, tangio, lah, Cuk!

Singkatnya, pertemanan sedekat apa pun harusnya nggak mengenal gender. Wong sama-sama manusia, og. Pertemanan antara sesama pria atau wanita dan persilangannya, harusnya bisa berbentuk sama: dekat, akrab, saling perhatian, dan bisa jadi tempat nyaman untuk pulang. Sebab, sebaik-baiknya teman itu yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman macam rumah. Kita semua tahu, rumah nggak punya jenis kelamin. Bukankah begitu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2021 oleh

Tags: Hubungan PlatonikTeman beda gender
Fadlir Nyarmi Rahman

Fadlir Nyarmi Rahman

Seorang radiografer yang sedikit menulis, lebih banyak menggulir lini masa medsosnya. Bisa ditemui di IG dan Twitter @fadlirnyarmir.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.