Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sudah Betul Kata Pak Moeldoko, Kabut Asap Itu Bencana dan Kita Harus Ikhlas Menerima

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
18 September 2019
A A
moeldoko

moeldoko

Share on FacebookShare on Twitter

Kita semua pasti sudah tahu kalau di Kalimantan dan Riau sedang terjadi kebarakan hutan. Akibat kebakaran ini, Kalimantan dan Riau diselimuti asap tebal yang tentu saja menimbulkan berbagai kekhawatiran di masyarakat. Lah gimana nggak khawatir, gara-gara kebarakan ini, kondisi udara di sana sudah masuk kategori sangat tidak sehat—atau bahkan beracun. Dari berita yang saya baca, bahkan sudah ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Kita aja kalau kena asap dari orang yang membakar sampah rasanya sungguh tidak enak. Mata kita perih, dan kita akan terbatuk-batuk hingga kesulitan bernafas. Lha ini, hutan dalam luas yang sangat besar yang terbakarnya, saya yang nggak ada di sana aja bisa membayangkan betapa menderitanya saya ketika terpapar asap kebakaran hutan itu. Bukan cuman sekadar mata perih dan susah bernafas, tapi juga bisa nyawa yang jadi taruhan! Hanya dari kabut asapnya, selain gangguan pernafasan, kita juga bisa terancam kecelakaan di jalan gara-gara jarak pandang yang menjadi berkurang. Belum lagi jadi tidak bisa sekolah dan kerugian-kerugian lainnya.

ADVERTISEMENT

Sejak kejadian ini, di media sosial pernah muncul tagar #KalimantanDibakarBukanTerbakar setelah ada kecurigaan bahwa kebakaran hutan di sana memang disengaja. Tagar ini pun sempat menjadi trending di Twitter. Pemerintah sangat ditunggu perannya untuk menyelesaikan masalah ini.

Nah yang menarik adalah, salah satu pejabat negeri kita, Pak Moeldoko, ikut memberikan statement mengenai keprihatinannya atas kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan. Lewat Twitter, beliau mengimbau kepada masyarakan yang sedang terpapar asap akibat kebakaran hutan agar (((bersabar))) dan menerima apa yang terjadi sebagai cobaan dari Allah SWT.

Gara-gara cuitan Pak Moeldoko itu, banyak yang antipati dengan Pak Moeldoko ini—meskipun kemudian Pak Moeldoko meminta maaf. Padahal sebenarnya, apa sih yang salah dari twitnya beliau? Kan memang betul kalau bencana ini adalah sebuah cobaan dari Tuhan, dan yang namanya dikasih cobaan, tentu saja kita harus bisa menerimanya secara ikhlas.

Mungkin yang harus digaris bawahi adalah walaupun ini semua memang bencana, bukan berarti kita pasrah saja atas apa yang terjadi tanpa berbuat apa-apa.

Jadi ya orang mau mengeluh juga boleh-boleh saja. Asal kita melihat keluhan itu sebagai cara agar para pejabat negeri ini bisa mendengar dan berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah eh musibah kebakaran hutan ini.

Apalagi, semisal nih, kalau ternyata kebakaran ini betul-betul disengaja oleh sesepihak yang ingin mengambil keuntungan. Mereka jelas harus bertanggung jawab. Dan untungnya pihak kepolisian juga bahkan sudah menetapkan beberapa orang dan juga korporasi yang sepertinya ikut andil atas terjadinya kebakaran hutan yang masif ini.

Baca Juga:

Bersama Universitas Terbuka, Semua Mimpi Bisa Terwujud, lho!

Pak Moeldoko, Siapa Bilang Rakyat Baik-baik Saja dengan Kenaikan Harga BBM?

Bapak Tito Karnavian saja sampai heran dengan kebakaran yang terjadi. Katanya, walaupun terjadi kebakaran hebat, tidak terlihat lahan sawit dan tanaman industri ikut terbakar. Pak Tito menganggap adanya praktik ‘land cleaning’ dengan cara mudah dan murah memanfaatkan musim kemarau. Tujuannya agar bisa menggarap lahan tanpa mengeluarkan biaya. Dan nantinya bisa ditanami dengan tanaman industri.

Pak Jokowi—yang sudah turun langsung ke lokasi kebakaran—juga mengatakan kalau kebakaran yang terjadi sangat teroganisir. Luas lahan yang terbakar tidak main-main, sudah sangat luas. Bahkan dari beberapa video yang beredar, sudah sampai ke pemukiman warga.

Kalau apa yang dikatakan oleh Pak Tito dan juga Pak Jokowi ini terbukti benar, pelaku dari terjadinya bencana ini harus dihukum seberat-beratnya. Apa yang terjadi ini termasuk dalam kategori kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Pemerintah perlu memberikan hukuman yang memberikan efek jera.

Kebakaran hutan seperti ini bukan hanya sekali ini terjadi. Sudah pernah terjadi sebelumnya. Tapi agaknya kita kurang belajar dari apa yang menimpa kita di masa lalu. Pemerintah seperti kurang tegas untuk menindak para pelaku pembakaran ini.

Hutan yang gundul akibat kebakaran semoga bisa ditanami kembali dengan pohon. Saya takutnya, lahan ini ditanami dengan sawit dan juga tanaman industri sejenis dengan alasan “sudah terlanjur”. (*)

BACA JUGA Jokowi dan Memori Orde Baru yang Masih Membekas atau tulisan Muhammad Ikhdat Sakti Arief lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2019 oleh

Tags: karhutlakebakaran hutanmoeldokoPolitik Indonesia
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

negara panik uu

Negara Sedang Genting: Dari RUU KPK, RUU PKS, Kebakaran Hutan, Kekerasan Papua hingga RKUHP

16 September 2019
nilai-nilai

Mempertanyakan Kembali Nilai-Nilai Kita

10 Juni 2019
kepalsuan

Kepalsuan-Kepalsuan yang Bikin Muntah

1 Juni 2019
plot twist

Jika Politik Bisa Ada Plot Twistnya, Apakah Cinta Juga Bisa Demikian?

23 Oktober 2019
@NKR_Internet

@NKR_Internet : Alternatif Negara Fiktif Buat Kita yang Lelah dengan Drama Capres di Indonesia

4 Juli 2019
Panduan Singkat Andai Geger Geden Moeldoko VS AHY Diselenggarakan di Sardjito

Panduan Singkat Andai Geger Geden Moeldoko VS AHY Diselenggarakan di Sardjito

3 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.