Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Fear Street, Bukti kalau Film Slasher Belum Mati

Sandy Erlangga oleh Sandy Erlangga
24 Juli 2021
A A
fear street slasher netflix mojok

fear street slasher netflix mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Buat para penggemar novel tahun 90-an terutama genre horor, pastinya tahu dengan serial novel karangan R.L Stine yang berjudul Fear Street. Bukunya sendiri diterbitkan salah satu penerbit besar Indonesia sudah cukup lama, dan mungkin sekarang sudah jadi barang bersejarah buat beberapa orang.

Tahun ini Netflix membuat serial novel, yang cukup populer pada masanya ini jadi serangkaian film, yang terdiri dari tiga bagian. Fear Street: 1994, Fear Street: 1978, dan Fear Street: 1666. Ketiganya masih saling berkaitan, namun berjalan di waktu dan masa yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Buat anak tahun 90-an melihat novel kesayangannya diangkat ke layar lebar, rasanya memang penuh nostalgia. Walau terkadang adaptasi sering mengecewakan banyak orang, karena saking banyaknya cerita yang diubah dari versi aslinya.

Tapi setelah dinikmati, ternyata adaptasi kali bisa dibilang cukup memuaskan. Saya menemukan ada tiga keunggulan dari Film ini dibanding genre sejenis.

Setia pada novel, walau banyak penyesuaian

Satu hal yang menarik dari Fear Street dari dulu, adalah tema ceritanya yang sederhana, simpel, dan mudah dicerna. Biasanya berputar pada kehidupan remaja yang penuh dinamika dan kegalauan.

Bagian lain yang mencuri perhatian, mereka banyak memasukkan nama-nama karakter yang familiar dari novelnya. Misal saja, Sarah Fier, atau keluarga Goode. Yang sejarahnya bisa kalian baca lebih lanjut di serial Fear Street Saga. Dan beberapa karakter utama pun ada kesamaan dengan novelnya. Contoh lainnya Deena, atau Samantha Frasher. Buat yang suka baca novel pasti tahu maksudnya.

Walau ceritanya memang tetap mengalami perombakan, tapi tujuannya bisa dimaklumi. Semuanya agar elemen kejutannya tidak hilang. Soal rasa, dari sisi nostalgia, tetap sama.

Slasher-nya selektif dan efektif

Buat penggemar slasher, terutama adegan berdarah-darah, jangan khawatir. Film ini menawarkan banyak momen-momen yang tidak mengecewakan.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

Kebanyakan film slasher biasanya selalu berlebihan mengeksploitasi kekerasan dan darah. Hingga pada akhirnya, yang kita tonton bukanya jalan cerita, tapi malah adegan cincang mencincang.

Ibarat masakan, walau suka yang namanya MSG, tapi kebanyakan MSG akan tetap bikin rasanya jadi tidak enak, dan malah membuat mual orang yang menikmatinya. Tapi, film ini berhasil menampilkannya dengan lebih selektif dan efektif.

Semua pembunuhan yang terjadi di film ini, berhasil menyatu dengan cerita, menghasilkan tempo yang pas dan tidak mengganggu alur yang dibangun film. Artinya tidak asal bunuh, hanya untuk tujuan estetik atau memanjakan penggemar genre slasher.

Adegan sadis yang dimunculkan film lebih seperti bumbu yang menambah rasa, bukan bagian utama yang terlalu ditonjolkan. Sehingga bagi mereka yang kurang menyukai darah pun masih bisa menikmatinya.

Cocok buat orang yang kurang sabaran

Bagi yang biasa nonton film dengan banyak sekuel, hal yang sering bikin emosi adalah ketika film yang kita tonton, ending-nya menggantung, dan kita harus menunggu lama buat sekuelnya tayang.

Bayangkan rasanya di-PHP selama bertahun-tahun. Apalagi jika sekuelnya muncul lebih dari sepuluh tahun kemudian. Kadang banyak orang yang akhirnya kehilangan minatnya sebelum sekuelnya rilis.

Hal ini tidak berlaku buat Fear Street, karena Netflix menayangkannya semua filmnya dengan hanya jarak seminggu. Jadi kita bisa terus menikmati nya tanpa terganggu jeda yang terlalu lama.

Nilai positifnya adalah, ceritanya lebih terasa utuh, dan terkoneksi satu sama lain lebih baik. Dan tentunya kita lebih puas karena seperti menonton film dengan durasi 5-6 jam.

BACA JUGA Curon, Series Horor Netflix dari Italia 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: fear streetHiburan Terminalnetflixslasherthriller
Sandy Erlangga

Sandy Erlangga

Fotografer lepas yang lagi pengen nulis.

ArtikelTerkait

la casa de papel korea mojok

‘La Casa de Papel’ Versi Korea Sebenarnya Tidak Perlu Dibuat

1 April 2021
lagu romantis 90-an mojok

5 Lagu Romantis 90-an yang Pas untuk Ngebucin

24 Juli 2021
profesi kamen rider di indonesia mojok

Kamen Rider Bakal Punya 3 Pekerjaan Ini Andai Mereka Hidup di Indonesia

6 Agustus 2021
6 Drama Korea yang Dirindukan (Part 2). Ada Taxi Driver, lho!

6 Drama Korea yang Dirindukan (Part 2). Ada Taxi Driver, lho!

27 Juni 2023
kakek gohan son goku dragon ball mojok

Tanpa Asuhan Kakek Gohan, Son Goku Tak Akan Jadi Pahlawan

13 Agustus 2021
KPI

Nggak Cuma YouTube dan Netflix, Ini Media yang Juga Harus Diawasi KPI

8 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh boso jonegoroan

Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh

11 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.