Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Percayalah, Arsenal Juga Bahagia Melihat Emiliano Martinez Sukses Bareng Tim Lain

Christianto Dedy Setyawan oleh Christianto Dedy Setyawan
14 Juli 2021
A A
emiliano martinez fans arsenal manchester united mojok

fans arsenal manchester united mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Final Copa America yang seru memang telah usai dengan menghasilkan Argentina sebagai juaranya. Kisah yang tersisa dari final banyak berfokus pada wajah haru Lionel Messi yang akhirnya meraih juara bersama timnas. Usai sekali kandas di final Piala Dunia dan hattrick kegagalan di final Copa America, Messi yang kerap dikritik netizen karena gagal menularkan suksesnya bersama Barcelona ke timnas akhirnya dapat happy ending.

Ulasan soal prestasi Argentina pun meluas ke pemain lain yang penampilannya menonjol, mulai dari Di Maria si pencetak gol cantik, Rodrigo de Paul yang visi bermainnya luar biasa, hingga Emiliano Martinez yang aksi heroiknya menyelamatkan gawang berkali-kali. Menariknya, narasi pasca-final tambah gayeng karena nama yang disebut terakhir ini. Arsenal menjadi target bullying karena melepas Emiliano Martinez ke Aston Villa awal musim kemarin. Banyak netizen yang meyakini Arsenal telah melakukan kesalahan besar dengan menjual Martinez. Data-data seputar kepiawaian Martinez di bawah mistar pun diajukan. Pertanyaannya, benarkah Arsenal menyesal?

ADVERTISEMENT

Mari kita lihat kiprah Emiliano Martinez di Arsenal terlebih dahulu. Dibeli sejak 2010, Martinez adalah cadangan abadi dari era Arsene Wenger hingga Mikel Arteta. Manuel Almunia, Wojciech Szczesny, Lukasz Fabianski, David Ospina, Petr Cech, dan Bernd Leno adalah nama-nama yang menempatkan Martinez ke bangku cadangan selama sepuluh tahun. Satu dekade tersebut diisi dengan kombinasi antara duduk di bench dan dipinjamkan ke sana-sini. Oxford United, Sheffield Wednesday, Rotherham, Wolverhampton, Getafe, dan Reading adalah nama-nama tim di mana ia “disekolahkan”. Dari keenam klub tadi tidak ada jumlah penampilan yang melebihi angka 18 caps, pertanda Martinez bukanlah andalan utama.

Jika ditanyakan perihal ingatan saat Emiliano Martinez berlaga pada suporter The Gunners, mungkin yang paling diingat adalah kala ia bertanding dalam laga versus Reading di ajang Piala Liga yang berakhir menang dengan skor 7-5.

Singkat cerita, Emiliano Martinez akhirnya menempati posisi kiper utama Arsenal di paruh kedua Liga Inggris musim 2019/ 2020 saat Bernd Leno diterjang striker Brighton, Neal Maupay. Setelahnya Martinez bermain cemerlang di setiap laga. Hasilnya cukup manis. Trofi Piala FA dan Community Shield sukses diraih. Jelang musim 2020/ 2021 ia dilego ke Aston Villa pasca permintaannya agar permanen sebagai kiper nomor satu tidak dikabulkan Arteta. Penampilannya di Aston Villa pun juga sama baiknya. Satu hal yang pada akhirnya membuka jalan menuju timnas Argentina. Melihat kesuksesan sang mantan, kubu Arsenal sepertinya sih nggak nyesel dengan keputusan klub setahun silam. Setidaknya ada tiga alasan yang dapat menjadi indikatornya.

Pertama, Arsenal yang gemar menjual cepat

Cukup banyak pemain yang dilepas Arsenal dan moncer di klub barunya seperti Van Bronckhorst, Ashley Cole, Samir Nasri, Gael Clichy, Cesc Fabregas, Robin Van Persie, dan Serge Gnabry. Dari seluruh nama yang dilepas memang ada yang membuahkan duit lumayan dan ada pula yang tak banyak. Proyek pembangunan Emirates Stadium memunculkan konsekuensi kebijakan membeli pemain murah dan menjual pemain bintang. Bahkan setelah stadion selesai dibangun, Arsenal masih kurang elegan dalam urusan jual beli pemain. Urusan ngoyak duit ini kian diutamakan saat Stan Kroenke menjadi pemilik klub. Soal harga tiket laga yang termasuk termahal se-Inggris seolah menjadi penegas citra klub. Akhir-akhir ini Arsenal memang bukan tim ulung untuk urusan cermat menjual pemain dengan harga tinggi, tapi tetap saja jika ada kesempatan untuk menguangkan pemain ya sikat saja, termasuk Emiliano Martinez. Jadi jika Martinez sukses di tim lain, Arsenal senang-senang saja karena subyek yang dijual terbukti bermutu tinggi dan kubu Gunners tidak “membohongi” tim lain.

Kedua, banyak kisah di seputar kiper

Kiper adalah sektor yang sensitif di Arsenal. Ada beberapa hal mengherankan jika membahas pos yang dulu ditempati sosok tangguh di diri David Seaman dan Jens Lehmann. Prioritas pemilihan kiper kerap dipertanyakan publik. Misalnya adalah kasak-kusuk dipilihnya Cech di starting eleven final Liga Eropa dan bukannya Leno yang sedang tampil cemerlang. Ketika performa Leno sedikit menurun pasca cedera, hengkangnya Martinez sontak membuat banyak orang bingung.

Jangan lupa juga tentang pembelian Alex Runarsson. Entah apa yang ada di benak manajemen klub hingga kiper yang persentase saves dan cleansheet-nya di Liga Prancis minim bisa-bisanya kok dibeli. Pihak klub baru melek saat memainkan Runarsson di laga resmi dan blunder fatal si kiper sekaligus membuktikan blunder klub. Pos kiper kedua kemudian diisi oleh kiper pinjaman dari Brighton, Matthew Ryan. Penampilannya saat di Arsenal cukup oke, nilai pasarnya murah, dan Brighton rela melepasnya. Menariknya, Arsenal justru tidak membelinya. Di sisi lain, kabar pembelian Andre Onana dari Ajax juga berhenti. Padahal Arsenal di sini punya posisi tawar yang tinggi karena si kiper sedang menjalani skorsing panjang dan Ajax pun ora nggondheli dia.

Baca Juga:

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

Melihat rumor yang beredar malah bikin tambah heran. Gosip pembelian Aaron Ramsdale yang timnya musim kemarin ancur-ancuran di liga dan Norberto Neto yang sekian musim terakhir awet di bangku cadangan cukup sebagai contohnya. Yang terbaru, blunder fatal kiper muda Arthur Okonkwo di laga melawan Hibernian seharusnya membuka mata Arsenal betapa pentingnya sektor kiper yang diisi figur tangguh. Donnarumma, Schmeichel, dan Sommer adalah contoh valid di Euro kemarin. Tapi, berhubung klub sudah percaya banget dengan Leno, menjual Martinez bukanlah keputusan yang berat.

Ketiga, hasrat meraih prestasi yang kurang besar

Semua tim tentu ingin meraih gelar setiap musimnya. Antusiasme dalam berkompetisi, daya saing tim yang tinggi, dan hasrat untuk meraih kemenangan menjadi modal dalam meraih prestasi. Hal ini kurang terlihat di Arsenal dalam sedekade terakhir. Wajarnya tim seharusnya memperkuat dirinya sendiri, bukannya memperkuat tim lain.

Faktanya penjualan Van Persie ke Manchester United justru memperkuat rival langsung di liga. Samir Nasri pun pernah mengatakan hal serupa. Opini tentang telah dibelinya Aubameyang, Pepe, Willian, Lacazette, dan Xhaka tidak lantas menjadi bahan bantahan hal di atas mengingat prestasi tim di Liga Inggris yang kian menurun dari tahun ke tahun. Jadi, ketika Martinez ingin pergi ya wajar saja lha wong Arsenal kurang menunjukkan kesungguhan diri di bursa calon juara. Dia mungkin berpikir kok dari awal zaman dia merantau sampai sekarang klub ini gini-gini aja ya. Arsenal mungkin tepat sebagai tempat terbaik dalam hal mengorbitkan pemain muda, namun untuk urusan bersaing meraih trofi juara liga ya tunggu dulu.

Berpijak dari fenomena tersebut, nanti jika ada lagi pemain hebat yang hengkang jangan kaget yaa…

BACA JUGA Arsenal dan Cerita Transfer: Antara Kekesalan dan Usaha Membeli Diri Sendiri dan tulisan Christianto Dedy Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: argentinaarsenalemiliano martinezHiburan Terminalkipertransfer
Christianto Dedy Setyawan

Christianto Dedy Setyawan

Pencinta literatur yang hobi blusukan sejarah

ArtikelTerkait

Sinetron Indonesia Perlu Mengurangi Adegan Ngomong dalam Hati

9 Juni 2021
bridge to terabithia mojok

‘Bridge to Terabithia’, Film yang Sukses Bikin Masa Remaja Saya Penuh Trauma

4 Juni 2021
Saya Rela Repot Pakai Flip Selama Transfer Antarbank Masih Kena Biaya Admin terminal mojok

Saya Rela Repot Pakai Flip Selama Transfer Antarbank Masih Kena Biaya Admin

27 Oktober 2021
Panduan Menjalin Hubungan Harmonis ala Pasangan Winter Garden dalam Drakor Hospital Playlist Season 2 terminal mojok

Panduan Menjalin Hubungan Harmonis ala Pasangan Winter Garden dalam Drakor ‘Hospital Playlist’ Season 2

4 Juli 2021
Apa Salahnya kalau 'Butter' BTS Diputar di Final Euro 2020? terminal mojok.co

Apa Salahnya kalau ‘Butter’ BTS Diputar di Final Euro 2020?

9 Juli 2021
Adrian San Miguel

Begitulah Nasib Penjaga Gawang, Adrian

20 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

25 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.