Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Asal Nikah Kalau Belum Siap Jadi Orangtua

Devi Simbolon oleh Devi Simbolon
10 September 2019
A A
asal nikah

asal nikah

Share on FacebookShare on Twitter

Kapan nikah? Anaknya Bu Endah teman SD mu dulu sudah punya anak, kamu kapan bawa pacar ke rumah? Ingat umur udah mateng!

Belakangan urusan pernikahan menjadi hal yang krusial yang benar-benar harus dicarikan solusinya. Acara keluarga jadi salah satu mimpi buruk bagi mereka muda-mudi berumur cukup atau dianggap cukup untuk membina rumah tangga. Ironisnya, di balik banyaknya kasus pernikahan dini akibat tekdung duluan, ternyata rerata usia pernikahan zaman sekarang bagi para orang tua zaman baheula tergolong tua. Bagaimana tidak, zaman dulu remaja yang baru “mekar” dari masa pertumbuhannya sudah siap menata rumah tangga dengan anak-anak yang jumlahnya buuuaanyak sekali. Maklum, prinsip banyak anak banyak rezeki seolah sudah mendarah daging nenek moyang kita.

Pernikahan, rumah tangga, dan masa depan bukan hal sepele. Sebelum memilih untuk menikah, membentuk rumah tangga, dan menjalani bahtera kehidupan masa depan, yakinkan diri bahwa keputusan yang diambil merupakan hasil perenungan yang benar-benar matang. Ketiga hal ini bukan main-main, sekali salah langkah bisa fatal akibatnya. Ibarat salah ngegrebek kamar hotel, bisa brabeee cuy!

Pertanyaan-pertanyaan haram untuk dijawab namun selalu menggentayangi kala om, tante, dan semua sanak sodara nyeletuk dengan rasa penasarannya yang cukup tinggi mempersoalkan pasangan yang tak kunjung mereka lihat wujudnya. Pertanyaan iseng yang mungkin sekedar basa-basi bagi mereka itu sadar tak sadar membuat kita takut menghadapi hari esok. Takut sebulan, dua bulan, bahkan setahun kemudian belum menemukan jodoh dan berujung hopeless akan masa depan.

Memilih sendiri untuk sementara, memilih untuk tidak terburu-buru menikah, atau memilih berlama-lama menjalani masa lajang bukanlah dosa besar yang harus dipersoalkan seluruh silsilah keluarga. Memangnya setelah kita berganti status menjadi istri atau suami orang, om-tante yang tadi kepo banget itu bakal dapat doorprize gitu dari tamu undangan karena telah berhasil melepaskan rantai kejombloan saya? Enak sih terbebas dari jerat nestapa kesendirian, tapi…….

Tapi, aku takut jadi orang tua yang gagal!

Jleb! Pengalaman memang guru terbaik. Sekitar sebulan yang lalu di busway yang penuh sesak dengan masyarakat Jakarta  ̶y̶a̶n̶g̶ ̶b̶e̶n̶t̶a̶r̶ ̶l̶a̶g̶i̶ ̶b̶a̶k̶a̶l̶ ̶j̶a̶d̶i̶ ̶w̶a̶r̶g̶a̶ ̶k̶a̶m̶p̶u̶n̶g̶,̶ ̶y̶h̶a̶a̶a̶a̶!̶ seorang pasangan suami istri beserta dua anaknya ikut berebut oksigen di tengah keramaian manusia yang tidak peduli duduk atau berdiri yang penting sampai tujuan yang sejauh apapun harga ongkos tetap ekonomis.

Diam-diam  ̶a̶k̶i̶b̶a̶t̶ ̶k̶e̶t̶u̶l̶a̶r̶a̶n̶ ̶o̶m̶-̶t̶a̶n̶t̶e̶ ̶y̶a̶n̶g̶ ̶s̶u̶k̶a̶ ̶k̶e̶p̶o̶ tanpa sengaja kedua bola mata ini memperhatikan gerak-gerik dan obrolan mereka yang berhasil mencuri perhatian. Sebagai calon ayah dan ibu masa depan, tentu setiap kita berharap agar anak yang dititipkan Tuhan kelak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas dan lincah. Tapi siapa sangka, ada orang tua yang super duper disiplin hingga kebangetan. Disiplin sih bagus kalau tujuannya supaya sang anak berperilaku mandiri dan sopan terutama di depan banyak orang. Tapi ini lho, kok beda ya.. Masa iya anak “heboh” dikit dimarahin habis-habisan sampe diancam bapaknya segala.

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Bu, Pak, apa sih salahnya anakmu ketawa-ketiwi selama perjalanan? Kalau kedua bocah itu merasa ada yang lucu dan suara tawanya tidak mengganggu orang, kenapa harus di-sssttt-in sih padahal yang dengar juga ga ada kali selain saya yang kepo abis ini??!!

Mereka sedang berimajinasi melihat cahaya ibu kota di malam hari lalu membicarakan rahasia yang hanya dimengerti anak seusia mereka. Lagian orang tua tahu apa sih?

Tahu nya sstt-in doang, tidak tawar-menawar dulu asal main pendisiplinan sepihak. Giliran anak kerjanya cuma diam dan ga berani angkat suara di depan umum baru deh tahu rasa. Perkembangan anak kok dibatasin.

Menjadi seorang ibu yang mengajarkan anak tentang indahnya kehidupan dan seorang ayah yang membentuk anak menghadapi kenyataan dunia memang tidak mudah. Pekerjaan otodidak dan mau ga  mau harus profesional alias mampu menjadi orang tua yang baik dan benar.

Ironisnya kalau sudah begini anak yang menjadi korban. Coba bayangkan, anak polos yang bahkan mungkin mereka tidak menginginkan dilahirkan ke dunia ini tetapi terpaksa harus kena imbas dari orang tua yang mereka panggil ayah-ibu, mama-papa, yang mungkin sebenarnya tidak layak mendapat julukan mulia itu. Orang tua selain karena umurnya lebih tua tentu karena pengalamannya berjuta lebih banyak, dan apapun ceritanya mereka pasti pernah jadi anak-anak. Masa belum paham sih dunia anak-anak? Katanya “orang tua”……

Menjawab pertanyaan paling dihindari dari om-tante tadi, mungkin ini cukup menjawab mengapa masih ada keponakan-keponakan anda di negri ini yang masih belum siap menjadi orang tua. Trauma sosial. (*)

BACA JUGA  Things I Learned From Living in Jakarta For the Last 5 Years atau tulisan Devi Simbolon lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2019 oleh

Tags: asal nikahbawa pacardi bawah umurOrangtuaPacaranpernikahan dini
Devi Simbolon

Devi Simbolon

ArtikelTerkait

cewek/cowok idaman

Yang Posting “Cewek/Cowok Idaman Itu yang….” Maunya Apa Sih?

10 September 2019
Meskipun Nggak Pernah Pacaran Saya Ogah Ikut Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran terminal mojok.co

Meskipun Nggak Pernah Pacaran Saya Ogah Ikut Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran

4 Mei 2020
jadi jomblo

Beruntunglah Kalian Para Jomblo

30 Juli 2019
Forecasting Love and Weather Jangan Pacaran dengan Teman Sekantor Terminal mojok

Forecasting Love and Weather: Jangan Pacaran dengan Teman Sekantor

19 Februari 2022
ngebucin uang

Biaya Ngebucin Mahal, Orang Miskin Dilarang Bucin!

21 September 2019
buaya

Riset Saya yang Bisa Dijadikan Panduan untuk Membedakan Seorang Pria dan Buaya

24 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.