Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Setelah Benjamin Netanyahu Pensiun Jadi Perdana Menteri, Bagaimana Nasib Palestina Selanjutnya?

Ahmad Hadi Ramdhani oleh Ahmad Hadi Ramdhani
1 Juli 2021
A A
benjamin netanyahu palestina indonesia mojok

palestina indonesia mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Lebih dari satu dasawarsa lamanya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkuasa di negeri Yahudi tersebut. Kemampuan manuver politik serta pengaruhnya yang kuat menjadikan Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Negeri Israel.

Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Pun demikian Netanyahu, sepandai pandai ia bermanuver pasti akan lengser juga. Selepas 12 tahun berkuasa, perjalanan politik Netanyahu sebagai perdana menteri terhenti juga, setelah dalam rapat paripurna parlemen Israel (knesset) pada pekan lalu, melakukan voting dan menunjuk Naftali Bannett sebagai perdana menteri baru, setelah mendapatkan suara mayoritas anggota parlemen dan memaksa Benjamin Netanyahu pensiun dini dari jabatannya itu.

Dari skema politik yang telah dibentuk koalisi oposisi, Pemimpin partai Yamina yaitu Nafftali Bannett, akan dipasang menjadi perdana menteri pada paruh pertama. Kemudian pada paruh kedua, kursi perdana menteri akan diberikan kepada Yair Lapid sang pemimpin kubu oposisi.

Menerka-nerka masa depan Palestina

Perubahan peta politik dalam negeri Israel sepertinya juga akan berdampak terhadap situasi geopolitik kawasan Timur Tengah, termasuk terhadap dinamika relasi konflik Israel-Palestina.

Namun, respon pesimistik justru ditunjukkan dua otoritas politik Palestina (Fattah dan Hamas). Lengsernya Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel dianggap tidak akan banyak berpengaruh terhadap masa depan Palestina.

Mahmoud Abbas sebagai representasi kubu Fattah melalui juru bicaranya menganggap pergantian perdana menteri yang terjadi di Israel merupakan dinamika internal dan tidak akan berdampak banyak terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dalam kesempatan yang berbeda Hamas melalui juru bicaranya pun mengatakan hal yang serupa, bahwa apa pun bentuk pemerintahannya (Israel) tidak akan mengubah pandangan rakyat Palestina bahwa mereka adalah penjajah dan perampas hak rakyat Palestina (Aljazeera, 13/06).

Pasalnya, kesepakatan kubu oposisi mengusung Naftali Bannett yang beraliran ultranasionalis menjadi perdana menteri pengganti Netanyahu merupakan kabar buruk bagi masa depan Palestina. Mantan Menteri Pertahanan itu memiliki citra negatif dalam memori rakyat Palestina. Ia dikenal sebagai orang yang enggan mengakui keberadaan negara Palestina.

Bahkan, mantan staf khusus Netanyahu itu dalam sebuah kesempatan pernah mengucap sumpah tidak akan menyerahkan satu sentimeter pun tanah Israel selama ia masih memiliki kekuasaan dan kendali. Melihat track record Bannett, rasa-rasanya akan sulit tercipta perdamaian di tanah para nabi itu. Palestina seperti keluar dari mulut buaya, tetapi mulut singa siap melahap.

Baca Juga:

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Namun demikian, di tengah pekatnya situasi semacam itu, selalu ada cahaya di ujung terowongan. Di tengah pesimisme itu, ada setitik harapan yang masih tersisa bagi perjuangan warga Palestina untuk menjadi negeri yang berdaulat, yaitu bergabungnya partai Islam-Israel, Ra’am, dalam koalisi yang menggulingkan kekuasaan Netanyahu.

Sebagai partai Islam yang mayoritas anggota dan pemilihnya adalah warga Israel keturunan Palestina itu, kehadiran Ra’am diharapkan mampu mempengaruhi kebijakan pemerintahan baru nantinya. Selama ini partai pimpinan Mansour Abbas itu dikenal sebagai partai yang getol mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Israel yang menciderai hak-hak rakyat dan memperjuangkan kemerdekaan untuk palestina.

Secara hitung-hitungan politik, perbedaan jumlah kursi yang tipis antara kubu Benjamin Netanyahu (59 kursi) dengan oposisi (60 kursi), menempatkan partai Raam dengan perolehan empat kursi pada posisi yang sangat menentukan. Kebijakan-kebijakan politik partai Ra’am akan mempengaruhi langgeng tidaknya pemerintahan dalam formasi yang dibentuk oposisi nantinya. Secara kalkulasi, Abbas dengan partai Ra’am memiliki bargaining position yang kuat, wajar jika publik menaruh asa terhadap partai pimpinan Mansoer Abbas itu, untuk memperjuangkan kemerdekaan serta mewujudkan perdamaian di tanah Palestina.

Realitas politik tersebut merupakan variabel yang menentukan masa depan Palestina. Jika koalisi pimpinan Yair Lapid ini berjalan mulus dan partai Ra’am menjadikan isu Palestina sebagai platform perjuangan dan agenda politik mereka, tentu tidak mustahil mewujudkan perdamaian yang dicita-citakan selama ini. Hal ini tentunya akan memberikan secercah harapan bagi perjuangan Palestina untuk menjadi negara berdaulat, dengan catatan faksi-faksi internal Palestina semisal kubu Hamas dan Fattah dapat menyatukan suara, sehingga dalam kesepakatan-kesepakatan yang akan dibuat dengan Israel nantinya, Palestina bisa satu suara. Namun jika tidak, episode-episode kekerasan terhadap warga sipil di Palestina akan terus berlanjut.

BACA JUGA Mengutuk Israel sih Harus, tapi Nggak Perlu Bawa-bawa Adolf Hitler Juga kali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: benjamin netanyahuisraelPalestinapenjajahanperdana menteriPolitik Terminal
Ahmad Hadi Ramdhani

Ahmad Hadi Ramdhani

Penyuka kajian Islam dan politik. Terkadang suka ngomel-ngomel sendiri.

ArtikelTerkait

liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Sepak Bola Indonesia Sebaiknya Memang Dibekukan Saja!

27 Maret 2023
benjamin netanyahu palestina indonesia mojok

Bukan Palestina yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali, tetapi..

4 Agustus 2020
Obituari Aaron Bushnell: Dia Tidak Gugur, tapi Menjadi Pengingat yang Akan Mengutuk Israel hingga Hancur!

Obituari Aaron Bushnell: Dia Tidak Gugur, tapi Menjadi Pengingat yang Akan Mengutuk Israel hingga Hancur!

27 Februari 2024
nasi goreng di jogja pakem wonosari tegal jawa timur ciri khas mojok.co

Sejarah di Balik Cita Rasa Manis Makanan Jawa

18 September 2020
Timnas Israel Lolos Piala Dunia U-20: Yang Lolos Siapa, yang Pusing Siapa

Timnas Israel Lolos Piala Dunia U-20: Yang Lolos Siapa, yang Pusing Siapa

2 Juli 2022
Hari Gini kok Masih Ada yang Debat Israel Benar atau Salah, Apakah Fetish-mu Adalah Terlihat Goblok?

Hari Gini kok Masih Ada yang Debat Israel Benar atau Salah, Apakah Fetish-mu Adalah Terlihat Goblok?

13 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.