Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mendidik Anak Nggak Cuma Soal Menyiapkan Uang, Bund!

Diat Rian Anugrah oleh Diat Rian Anugrah
6 Maret 2021
A A
Mendidik Anak Nggak Cuma Soal Menyiapkan Uang, Bund! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya termasuk orang yang memilih untuk menikah muda serta tidak menunda untuk memiliki momongan. Maka kini saya adalah salah satu orang yang sudah memiliki anak di saat mayoritas kawan sebaya masih sibuk kuliah maupun terjebak dalam hubungan tidak jelas bernama pacaran. Meskipun menikah dalam usia yang terbilang masih muda, saya merasa tidak mengalami masalah yang berarti ketika menjadi seorang suami. Padahal beberapa orang bilang kalau nikah harus siap menghadapi ombak yang menerpa bahtera rumah tangga, bahkan ada yang bilang kalau nikah muda itu membuat kita tidak bisa menikmati masa muda. Lah, wong yang bilang kayak gitu kebanyakan belum nikah!

Tapi berbeda dengan ketika saya dianugerahi seorang anak laki-laki. Saya dan istri yang sebelumnya selalu berusaha untuk fokus pada hari ini dan tidak ambil pusing mengenai apa yang akan terjadi di esok hari, tiba-tiba menjadi orang yang selalu berpikir jauh ke depan. Memang hal tersebut membuat kami sedikit visioner, tapi juga membuat kami risau setiap hari. Bagaimana tidak, perkembangan bayi ternyata sangat cepat. Tahu-tahu sudah bisa gulang-guling, tahu-tahu sudah bisa ngomong, bahkan tahu-tahu sudah bisa minta jajan. Nah, hal terakhir yang cukup sering membuat kami risau. Bukan karena uang yang dipakai untuk beli jajan, tapi bagaimana mengajari anak untuk bisa menerima penolakan?

ADVERTISEMENT

Jajan seorang anak yang usianya belum genap satu tahun, belinya juga di warung tetangga, alhamdulillah masih mampu kami turuti. Namun, ketika dituruti terus menerus, ada kekhawatiran kelak anak saya tumbuh menjadi anak yang tidak bisa menerima penolakan. Apa yang ia inginkan harus ada saat itu juga. Ketika melihat anak yang selalu memaksa saat ingin sesuatu, bahkan sampai ngamuk, tak jarang kita berpikir pasti sejak kecil keinginannya selalu dituruti. Nah, saya dan istri tidak ingin anak kami menjadi seperti itu. Bagaimana kalau saat dewasa nanti ia tiba-tiba ingin membangkitkan partai komunis? Kan ndak mungkin diturutin. Kalau bisa dituruti pasti sudah bangkit dari dulu tuh. Saya dan istri ingin mendidik anak kami menjadi manusia yang menerima dunia ini dengan segala macam kekurangannya, salah satunya adalah tidak semua hal yang kita inginkan di dunia ini bisa kita dapatkan.

Saya tidak ingin anak kami tumbuh menjadi manusia yang memaksa dunia seisinya untuk memenuhi keinginannya. Ia harus menyadari bahwa di dunia ini ada hak yang bisa ia dapatkan secara cuma-cuma, ada hal yang bisa ia dapat dengan kerja kerasnya sendiri, dan ada kewajiban yang harus ia berikan kepada orang lain dan kepada dunia itu sendiri.

Bukannya saya kejam karena tidak mau menuruti keinginan anak, tapi bukankah kepribadian kita saat ini banyak ditentukan oleh cara orang tua kita mendidik kita saat kecil? Maka, cara kami mendidik anak saat ini akan membentuk pribadinya di masa yang akan datang. Kami hanya ingin mendidik anak kami sedini mungkin agar tidak terlambat.

Namun, masalah lainnya adalah saya dan istri sering kali tidak tega melihat anak kami merengek apalagi sampai menangis karena minta sesuatu. Bukan hanya soal jajan, tapi banyak keinginan lainnya, seperti anak kami yang selalu tertarik bermain kipas angin, memegang barang-barang elektronik yang rawan setrum, hingga bermain pintu. Kami jadi bingung, dituruti atau tidak, nih?

Bukan hanya perkara penolakan, tapi juga soal lingkungan sosial dan pertemanan anak kami. Lagi-lagi karena kami ingin mendidik anak kami menjadi manusia yang baik seperti yang kami cita-citakan. Bukankah lingkungan dan pertemanan juga berpengaruh dalam membentuk pribadi anak? Ketika melihat anak-anak di sekitar rumah kami yang mungkin sudah masuk TK mempunyai beberapa perilaku yang tidak kami sukai, seperti misalnya tidak punya sopan santun, kami khawatir anak kami juga tumbuh menjadi seperti itu karena kemungkinan besar mereka juga menjadi teman bermain anak kami kelak. Pasti kalian ada yang berpikir maklum saja, namanya juga anak-anak.

Saya dan istri memaklumi anak-anaknya, tapi tidak dengan orang tuanya. Bisa-bisanya ada orang tua yang mengajak anaknya masuk begitu saja ke rumah dan kamar orang lain? Bisa-bisanya ada orang tua yang membiarkan anaknya berteriak-teriak, memukul-mukul mainan, dan membuat kebisingan lainnya pada malam hari di sebelah jendela kamar seorang bayi yang butuh istirahat? Bukannya menenangkan si anak, ia malah menambah kebisingan dengan mengundang teman-temannya, lalu ngobrol dan ketawa-ketiwi seenaknya sendiri. Anakku ra iso turu, Cuk!

Baca Juga:

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Masalahnya bukan sekadar kami yang harus tidur lebih malam karena mengurus anak kami, yang namanya bayi kalau sudah mengantuk biasanya akan rewel. Apalagi kalau sudah mengantuk tapi tidak bisa tidur, bahkan sudah tidur tapi terbangun gara-gara kaget, pasti rewel. Kalau sudah begitu, kami akan dibuat capek dan bingung oleh anak kami. Diberi ini tidak mau, diberi itu tidak mau, maunya nangis terus. Kalau anak kami nangis terus, mereka kadang akan bertanya tanpa tedeng aling-aling, tanpa rasa bersalah, “Anaknya kenapa? Kok nangis terus?” Dasar orang tidak tahu diri!

Kini kami sadar, merawat dan mendidik anak bukan hanya perkara menyiapkan uang untuk segala macam kebutuhannya, bukan sekadar menyiapkan asuransi kesehatan dan pendidikan untuknya, tapi ada hal yang jauh lebih penting dari itu semua, bagaimana mendidik mereka untuk menjadi manusia yang baik, manusia yang membuat dunia ini lebih layak untuk ditinggali, paling tidak bagi dirinya sendiri dan untuk orang-orang di sekitarnya. Dan hal tersebut dilakukan di tengah-tengah kondisi yang tidak ideal. Maka, saya salut kepada para orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi orang-orang baik nan hebat yang sering saya lihat. Saya ingin jadi orang tua seperti mereka.

BACA JUGA Daftar Kesalahan yang Lazim Dilakukan Saat Menyuapi Anak dan tulisan Diat Rian Anugrah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2021 oleh

Tags: AnakPendidikan
Diat Rian Anugrah

Diat Rian Anugrah

Debt collector yang baik hati.

ArtikelTerkait

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu Mojok.co

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

9 April 2025
Surat untuk Anakku, jika Kelak Kau Seorang Gay ataupun Transgender terminal mojok.co

Surat untuk Anakku, jika Kelak Kau Seorang Gay ataupun Transgender

11 September 2021
anakku

Untukmu, Anakku di Masa Depan

26 Juni 2019
Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus perguruan tinggi negeri

Biaya Perguruan Tinggi Negeri yang Mahal: Katanya Pendidikan Adalah Hak untuk Setiap Warga, tapi Kenapa Biayanya Nggak Masuk Akal?

5 Juli 2023
Anggapan Keliru Soal Anak Kelas Akselerasi yang Selalu Keren. Aslinya Ya Begitu... terminal mojok.co

Anggapan Keliru soal Anak Kelas Akselerasi yang Selalu Keren. Aslinya Ya Begitulah

2 Februari 2021
Stop Nyinyirin Tumbuh Kembang Anak Orang Lain, Kondisi Tiap Anak Berbeda-Beda!

Stop Nyinyirin Tumbuh Kembang Anak Orang Lain, Kondisi Tiap Anak Berbeda-Beda!

22 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

22 Juli 2026
yang emosian jangan turun di Stasiun Pasar Turi Surabaya deh izin (Unsplash)

Stasiun Pasar Turi Surabaya bukan stasiun tapi wahana ujian mental buat para penumpang kereta api

23 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral Terminal

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral

23 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.