Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Misteri Keberadaan Piring Kotor yang Menumpuk meski Nggak Masak Sekalipun

Maharlika Igarani oleh Maharlika Igarani
19 Februari 2021
A A
Misteri Keberadaan Piring Kotor yang Menumpuk meski Nggak Masak Sekalipun terminal mojok.co

Misteri Keberadaan Piring Kotor yang Menumpuk meski Nggak Masak Sekalipun terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah kalian merasa piring kotor di tempat cucian begitu mudah menumpuknya?

Setiap orang di muka bumi ini, mana ada yang tidak pernah punya cita-cita? Cita-cita dicetuskan (atau dipikirkan) minimal supaya bisa menjawab pertanyaan guru pas ditanya, “Lastri, cita-cita kamu apa, Nak?” contohnya. Ya, fungsi selanjutnya adalah supaya kita masih menanti dan bahagia melihat matahari terbit dari timur. Memiliki alasan untuk hidup, begitu katanya. Cita-cita itu macam-macam: dari yang muluk-muluk sampai buluk. Dari yang setinggi bintang di langit, sampai yang setinggi pohon toge. Apa pun itu, namanya tetap cita-cita.

Seperti cita-cita saya sekarang yaitu ingin tidur tanpa harus menyaksikan tumpukan piring kotor di cucian

Piring-piring kotor tersebut adalah bekas makan orang serumah. Tentunya, tumpukan tersebut bukan tercipta dalam tempo waktu seharian atau 24 jam. Akan tetapi, dari mulai jam makan sore, yaitu di waktu magrib sampai menjelang tengah malam.

Mungkin, jika kita memahami tumpukan piring kotor tersebut secara tekstual, piring kotor tersebut sekadar tumpukan. Namun secara makna, piring kotor tersebut dapat dipahami sebagai beban hidup seorang anak seperti saya. Kalau saya harus merantau untuk kuliah, berarti itu beban hidup ibu saya. Pasalnya, di rumah yang semacam punya kewajiban cuci piring adalah ibu dan saya.

Saya kemudian sibuk berpikir, bukannya cuci piring. Saya tidak mau kehidupan saya terus-terusan begini. Mau tidur harus mencuci tumpukan piring dulu. Bangun tidur pun saya juga kerap menemukan tumpukan piring kotor lagi. Hidup ini rasa-rasanya, kok, cuma untuk cuci piring, sih?

Saya yakin kejadian tumpukan piring tidaklah melewati waktu yang singkat. Melainkan ia dibentuk oleh kebiasaan. Kebiasaan yang tidak dibarengi oleh pemahaman dan komunikasi yang baik. Pemahaman tentang tanggung jawab tentang piring kotornya masing-masing setelah makan tidak pernah dibiasakan. Akhirnya, menjadi kebiasaan. Lah, ngapain dicuci kalau, toh, akhirnya dicuci ibu juga? Ngapain mencuci bekas makan sendiri kalau pada akhirnya pas mau makan lagi, piring sudah bersih seperti sedia kala?

Nggak mungkin kalau mau makan kehabisan piring, dong? Soalnya ibu selalu mencuci piring-piring yang kotor itu. Begitu terus turun temurun, berhari-hari. Kalau saja pada suatu hari spesies piring punah dari rumah tangga ini karena tidak dicuci, apakah hanya saat itu baru menyadari betapa pentingnya mencuci piringnya sendiri-sendiri?

Baca Juga:

Adab Meletakkan Piring Kotor di Wastafel Atau Tempat Cuci Piring yang Kerap Dilupakan Orang

Mencuci Piring Saat Lebaran, Kegiatan yang Perlu Dihindari

Semisal cita-cita saya ini tidak dapat tercapai saat saya masih menjadi anak dan tinggal bersama kedua orang tua saya, saya berharap dapat mewujudkan cita-cita saya tersebut ketika sudah berkeluarga. Saya membayangkan akan mendidik anak saya sedemikian rupa sehingga anak saya bisa mencuci piringnya sendiri sedini mungkin. Akan tetapi, kalau dipikir-pikir susah juga. Lha wong mendidik diri sendiri saja (yang katanya sudah dewasa dan sudah berpikir) ini masih belum bisa, lha kok mau mendidik anak yang sekecil itu?

Saya cukup penasaran, sebenarnya apa yang menjadi penyebab terbesar begitu beratnya cuci piring? Selain itu, apa, sih, yang membuat tumpukan piring-piring kotor itu datang dengan mudahnya memenuhi tempat cuci piring? Mengapa, meski kami tidak memasak sekalipun, tumpukan-tumpukan itu tetap ada dan memberontak menuntut untuk dicuci?

Apa betul ini memang karena kita senang menunda-nunda untuk mencucinya dan merasa ada orang yang lebih bertanggung jawab terhadapnya? Entahlah, saya juga tidak betul-betul tahu jawabannya. Namun, yang pasti saya sangat mengidamkan bisa langsung tidur malam dengan tenang tanpa kepikiran dan merasa punya kewajiban untuk mencuci piring-piring kotor milik orang serumah.

Wahai piring-piring kotor, dapatkan kalian mencuci diri kalian sendiri?

BACA JUGA Cuci Piring Sambil Dengerin Podcast Adalah Gagasan Brilian dan tulisan Maharlika Igarani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2021 oleh

Tags: cuci piringpiring kotor
Maharlika Igarani

Maharlika Igarani

Maharlika Igarani

ArtikelTerkait

Mencuci Piring Saat Lebaran, Kegiatan yang Perlu Dihindari

Mencuci Piring Saat Lebaran, Kegiatan yang Perlu Dihindari

23 April 2023
Pekerjaan Rumah Tangga Mengubah Pandangan Saya terhadap Perempuan terminal mojok.co

Menjadi Lelaki yang Suka Beres-beres Artinya Harus Siap sama Omongan Orang

14 April 2020
cuci piring

Nggak Bisa Masak Nggak Masalah, tapi Kalau Nggak Bisa Cuci Piring, Itu Baru Masalah

18 September 2021
Pekerjaan Rumah Tangga Mengubah Pandangan Saya terhadap Perempuan terminal mojok.co

Tips Mencuci Piring yang Benar biar Nggak Buang-buang Waktu

10 Mei 2020
Membandingkan Tiga Merek Sabun Cuci Tangan Harga Sepuluh Ribuan, Mana yang Terbaik? terminal mojok.co

Cuci Piring Sambil Dengerin Podcast Adalah Gagasan Brilian

23 Juni 2020
Pekerjaan Rumah Tangga Mengubah Pandangan Saya terhadap Perempuan terminal mojok.co

Membandingkan Sabun Cuci Piring dari Colek sampai Buatan Minimarket. Mana Paling Mantap?

30 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.