Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sedihnya, Pahlawan yang Dijadikan Nama Jalan Justru Nggak Terlalu Dikenal

Rahadian oleh Rahadian
23 Januari 2021
A A
Sedihnya Nama Pahlawan Dijadikan Nama Jalan, tapi Orang Nggak Tahu Pahlawannya Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa nama jalan di Indonesia diketahui menggunakan nama pahlawan. Tujuannya tentu agar para pahlawan ini dikenang dan dikenal masyarakat luas karena jasa perjuangannya. Misalnya di beberapa kota besar, ada Jalan Soekarno Hatta atau Jalan Jenderal Soedirman. Selain tokoh proklamasi dan para pahlawan nasional, masih banyak pahlawan lainnya yang namanya dijadikan nama jalan. Akan tetapi, banyak orang juga yang nggak tahu siapa sesungguhnya pahlawan tersebut sekaligus nggak mengerti jasa kontribusinya untuk negeri ini.

Di Bandung, ada Jalan Sersan Bajuri yang terletak di Bandung Utara. Nah, yang jadi pertanyaan saya, siapakah sesungguhnya Sersan Bajuri? Pastinya blio adalah seorang tentara. Lalu, apa latar belakang Sersan Bajuri diangkat menjadi nama jalan? Sejujurnya, saya sendiri nggak tahu siapa Sersan Bajuri. Saya pun penasaran ingin tahu. Sebagai warga negara yang baik, ada baiknya kita juga mengenal pahlawan-pahlawan lokal. Kita juga harus tahu apa jasa perjuangan mereka terhadap negeri ini.

Saya lalu mencari tahu via online untuk mengetahui siapa itu Sersan Bajuri. Saya mendapatkan informasi kalau blio adalah tentara yang ikut terlibat dalam pertempuran sengit melawan tentara Sekutu di Bandung Utara pada masa revolusi fisik. Revolusi fisik sendiri adalah fase perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari tahun 1945 hingga 1948. Hal Inilah yang menjadi latar belakang nama blio diangkat menjadi nama jalan.

Lalu, apakah masyarakat setempat mengetahui siapa Sersan Bajuri? Beberapa waktu lalu, saya mencoba semacam social experiment sederhana. Kebetulan salah seorang teman saya ngekos di daerah sana. Saya jadi bisa menitipkan motor saya di kosannya. Saya berdiam di terminal angkutan umum yang nggak jauh dari Jalan Sersan Bajuri.

Saya pura-pura bertanya ke mana arah suatu jalan di Bandung. Semacam pertanyaan, “Kalau ke Dago lewat mana?”, “Kalau ke Bandung Supermal lewat mana?”, atau “Kalau ke Gedung Sate pakai angkot apa saja?” Lantas diikuti pertanyaan seperti ini, “Maaf Mas/Mbak, apakah menetap di daerah sini? Kalau Sersan Bajuri itu siapa, ya? Apakah dia seorang pahlawan?”

Nah, sebagian besar penduduk setempat menjawab kalau Sersan Bajuri itu adalah Mat Solar yang memerankan Bajuri dalam serial Bajaj Bajuri. Padahal, Sersan Bajuri nggak ada kaitannya sama sekali dengan Mat Solar yang memerankan serial Bajaj Bajuri. Weleh, weleh. Memang sih Bajaj Bajuri adalah tayangan televisi yang sangat populer. Apalagi sosok Mat Solar dan Rieke Dyah Pitaloka. Begitu mendengar kata Bajuri, pikiran kita pasti bakal tertuju kepada sosok tambun tersebut.

Nah, dari titik ini saya menyimpulkan kalau banyak orang yang nggak tahu siapa sesungguhnya pahlawan yang tertera di nama jalan. Dan juga nggak tahu apa jasa kontribusi mereka. Padahal, tujuan para pahlawan ini diangkat jadi nama jalan supaya dikenang dan dikenal oleh masyarakat luas atas jasa perjuangannya untuk bangsa ini.

Selain Jalan Sersan Bajuri, ada beberapa pahlawan yang dijadikan nama jalan di Bandung. Misalnya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Ibrahim Adjie, dan Jalan Raden Eddy Martadinata. Saya menduga banyak orang yang nggak tahu siapa sesungguhnya mereka. Saya juga menduga kalau warga dl luar Bandung banyak juga demikian. Mereka nggak tahu siapa pahlawan yang dijadikan nama jalan di kota tempat tinggal mereka.

Baca Juga:

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

Pada titik inilah pemerintah seharusnya melakukan edukasi untuk memperkenalkan para pahlawan tersebut kepada generasi muda dan anak-anak cucu kita. Mereka adalah pahlawan yang harus kita kenang karena jasa perjuangannya. Murid-murid sekolah jangan cuma diperkenalkan dengan pahlawan nasional yang melulu itu-itu saja. Murid-murid sekolah ada baiknya diperkenalkan dengan pahlawan-pahlawan daerah. Dengan memperkenalkan tokoh-tokoh pahlawan lokal dalam kemasan yang menarik kepada mereka, kita bisa menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotik kepada anak cucu kita.

Kalau nggak dimulai dari sekarang, mau dimulai kapan? Kalau nggak dimulai dari sekarang, bukan nggak mungkin nama pahlawan-pahlawan ini akan menjadi hal yang sangat asing bagi anak cucu kita. Padahal, mereka punya jasa luar biasa untuk negeri ini. Bukan nggak mungkin, anak-anak di masa mendatang akan lebih mengenal Superman, Iron Man, Batman, Spiderman, Hulk, Thor, dan para tokoh The Avengers lainnya daripada pahlawan-pahlawan tersebut.

BACA JUGA 5 Pahlawan Indonesia yang Kalau Punya Instagram Pasti Followers-nya Banyak dan tulisan Rahadian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2021 oleh

Tags: nama jalanPahlawan
Rahadian

Rahadian

Sarjana Hubungan Internasional yang gemar menulis, bermain musik, dan coding.

ArtikelTerkait

Makan Nasi Padang Pakai Sendok Itu Kurang Kerjaan terminal mojok.co

“Padang Murah” the Unsung Hero

12 Juni 2020
Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

3 Februari 2024
supermi, Jika Makanan Bisa Diberi Gelar Pahlawan, Maka Kami Akan Memilih Mie Instan Sebagai Pahlawan Anak Kosan!

Jika Makanan Bisa Diberi Gelar Pahlawan, Maka Kami Akan Memilih Mie Instan Sebagai Pahlawan Anak Kosan!

11 November 2019
5 Nama Jalan di Bandung yang Susah Diucapkan Terminal Mojok.co

5 Nama Jalan di Bandung yang Susah Diucapkan

26 Mei 2022
perempuan kuat

Panggil Kami Keumalahayati dan Patmi Saja

13 Mei 2019
5 Pahlawan Indonesia yang kalau Punya Instagram Pasti Followers-nya Banyak terminal mojok.co

5 Pahlawan Indonesia yang kalau Punya Instagram Pasti Followers-nya Banyak

2 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.