6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet (unsplash.com)

Awalnya saya cuma niat mengantar teman yang mau ngecat ulang mobilnya. Cat lamanya sudah kusam, ada bekas baret panjang di pintu, dan warnanya mulai beda antara panel depan dan belakang. Bengkelnya berada dipinggir kota. Bengkel cat mobil yang sudah lama hidup dari mulut ke mulut. 

Sambil nunggu estimasi biaya, saya duduk di bangku plastik, ngopi, dan akhirnya ngobrol dengan tukang catnya. Obrolan ngalor-ngidul, sampai akhirnya dia curhat soal satu hal yang ternyata cukup sensitif buat tukang cat mobil: warna.

“Mas, ada warna-warna mobil yang kalau datang ke sini, saya udah setengah males duluan garapnya,” katanya sambil ketawa kecil. Dari situ, cerita panjang soal warna-warna mobil yang bikin tukang cat pusing pun mengalir.

#1 Warna putih yang punya berbagai varian termasuk menyebalkan

Banyak orang mengira warna putih adalah warna paling gampang dicat. Nyatanya, menurut tukang bengkel cat mobil tadi, putih termasuk warna yang paling menyebalkan. Contohnya, Toyota Avanza putih, Daihatsu Xenia putih, sampai Honda Brio putih. 

Masalahnya, warna putih punya banyak varian. Ada putih solid, putih mutiara, putih dengan efek kebiruan, bahkan putih yang kalau kena matahari baru kelihatan beda.

“Putih Toyota sama putih Honda aja beda. Salah dikit, satu panel kelihatan mati,” katanya.

Kalau ngecat satu panel saja risiko belangnya besar. Panel baru bakal kelihatan lebih terang atau malah lebih kusam dibanding bodi lainnya. Kalau sudah begitu, mau tidak mau harus blending ke panel sebelah. Waktu tambah, biaya pun juga, dan tukang cat yang kena semprot kalau hasilnya dianggap nggak rapi.

Baca juga: 5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

#2 Tukang bengkel cat mobil harus hari-hati pada warna silver yang sensitif

Warna silver juga masuk daftar warna yang bikin tukang cat pusing. Contohnya Toyota Innova Silver Metallic, Suzuki Ertiga Silver, atau Honda Jazz Silver.

Silver itu punya karakter metalik yang sangat sensitif. Salah sudut semprot saja, arah serbuk metaliknya bisa beda. Akibatnya, meski warnanya sama, pantulan cahayanya bisa berbeda.

“Kalau kena lampu bengkel kelihatan sama, keluar bengkel kena matahari, langsung ketahuan belangnya,” ujar si tukang cat. Itu mengapa, silver sering bikin tukang cat harus ekstra teliti soal tekanan angin, jarak semprot, dan urutan layer. Tidak bisa asal.

#3 Abu-Abu warna yang diminati yang bikin pusing tukang bengkel cat mobil

Beberapa tahun terakhir, warna abu-abu jadi tren yang diminati. Bukan abu-abu tua polos, tapi abu-abu dengan efek khusus. Contohnya, Toyota Rush GR Grey, Honda HR-V Modern Steel Metallic, atau Mitsubishi Xpander Graphite Grey.

Masalahnya, warna abu-abu modern ini sering punya efek warna ganda. Dilihat dari sudut tertentu bisa tampak keabu-abuan, dari sudut lain agak kehijauan atau kebiruan.
“Ini yang bikin kepala cenat-cenut. Salah komposisi clear coat dikit, efek warnanya langsung beda,” katanya.

Belum lagi kalau mobilnya sudah berumur, cat aslinya sudah kena matahari bertahun-tahun. Menyamakan warna baru dengan warna lama jadi pekerjaan ekstra.

Baca juga: 5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi 

#4 Warna merah

Merah juga termasuk warna yang sering bikin tukang cat ogah-ogahan, terutama merah solid dan merah metalik. Contohnya, Honda Civic merah, Mazda2 Soul Red, atau Toyota Agya merah.

Merah dikenal cepat pudar. Cat lama yang sudah kena panas dan hujan biasanya sudah berubah tone. Ketika dicat ulang sebagian, warna baru terlihat terlalu “hidup”.

Mazda Soul Red malah jadi cerita sendiri. Warna ini punya lapisan dan teknik khusus.

“Kalau Mazda Soul Red itu, bengkel abal-abal mending jangan pegang. Salah dikit, warnanya jadi aneh,” katanya sambil geleng-geleng. Tidak heran biaya cat panel Mazda Soul Red biasanya lebih mahal.

#5 Hitam yang tidak semudah kelihatannya

Hitam sering dianggap warna yang aman. Tapi, menurut tukang cat, hitam justru menuntut kerapian ekstra. Contohnya, Toyota Fortuner hitam, Mitsubishi Pajero Sport hitam, atau Honda CR-V hitam.

Hitam itu memperlihatkan semua “kesalahan”. Gelombang tipis, bekas amplas halus, sampai debu sekecil apa pun bakal kelihatan.
“Hitam itu bukan semata soal warna, tapi soal permukaan halus juga. Kalau nggak rata, habis,” katanya.

Makanya, mobil hitam butuh proses dempul dan pengamplasan yang lebih telaten. Capek terasa di awal, tapi hasilnya baru kelihatan kalau benar-benar rapi.

#6 Biru tua dan hijau gelap

Beberapa warna biru tua dan hijau gelap juga masuk daftar bikin pusing. Contohnya, Nissan Livina biru tua atau Toyota Corolla Altis hijau gelap generasi lama. Masalahnya, warna-warna ini jarang. Referensi catnya tidak selalu ready. Kadang harus racik manual, dan itu butuh pengalaman.

“Kalau warnanya jarang, salah racik dikit, ya ulang lagi. Cat kebuang, waktu kebuang,” katanya jujur.

Itulah warna-warna yang “dibenci” tukang cat bengkel mobil. Bukan berarti nggak profesional. Tapi, beberapa warna memang menuntut tenaga, waktu, dan risiko komplain yang lebih besar. Kalau hasil sedikit beda saja, pelanggan sering bilang, 

“Mas, kok warnanya nggak sama ya?” Padahal secara teknis sudah mendekati sempurna dari step awal.
“Kadang capeknya bukan di ngecat doang, tapi di jelasin ke orang,” tutupnya sambil tertawa.

Dari obrolan sederhana di bengkel cat itu, saya jadi paham memilih warna mobil bukan cuma soal selera, tapi juga soal konsekuensi. Ada warna yang cantik dilihat, tapi ribet dirawat dan mahal kalau harus dicat ulang.

Buat pemilik mobil, memahami karakter warna bisa bikin lebih bijak saat memilih atau saat datang ke bengkel. Dan, buat tukang cat bengkel mobil,  warna mobil bukan sekadar ngecat, tapi soal pengalaman, kesabaran, dan kejujuran pada hasil akhir. Kadang, warna yang terlihat sederhana justru menyimpan cerita paling rumit di balik semprotan catnya.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bengkel Motor Jogja bikin Kaget Orang Surabaya Gara-gara Servis Motor Berujung “Pemorotan”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version