Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kisah 6 Perempuan Menaklukkan Gunung Slamet

Yetti Ashari oleh Yetti Ashari
1 November 2023
A A
Kisah 6 Perempuan Menaklukkan Gunung Slamet (Unsplash)

Kisah 6 Perempuan Menaklukkan Gunung Slamet (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menuju pos 5 untuk mendirikan tenda

Setelah hujan reda, kami lanjut ke pos 4. Kami banyak bertemu pendaki yang berangkat dari Bambangan. Sesampainya di pos 4, sebetulnya kami ingin istirahat. Namun, beberapa pendaki memberi saran. Ada yang bilang jangan berhenti di pos 4, ada yang ngomong kalau istirahat jangan terlalu lama. Karena tidak tahu alasannya, kami menurut saja. Sebentar istirahat, lalu lanjut.

Kami sampai di pos 5 Gunung Slamet ketika sore sudah hampir habis dan Magrib menjelang. Setelah menemukan lokasi yang cocok untuk mendirikan tenda, kami membagi tugas. Ada yang mendirikan tenda, membuat jemuran dengan webbing, membuat saluran air agar nanti pas hujan air tidak merembes, dan ada yang mengeluarkan barang-barang dari carrier, daypack, dan tas.

Setelah semua beres, kami masak untuk makan malam. Dan benar saja, hujan deras turun. Berselimutkan sleeping bag, kami memasak sambil bercengkerama. Beres makan, langsung tidur karena kami akan summit Gunung Slamet pukul 03:00 dini hari.

Menuju puncak Gunung Slamet

Suara langkah kaki pendaki lain yang melewati jalur tenda membangunkan kami. Begitu bangun, kami langsung melakukan persiapan. Kami membawa konsumsi, P3K, obat pribadi, terakhir melakukan pemanasan.

Pukul 04:00 kami jalan menuju pos 6 dan langsung salat subuh begitu sampai di sana. Indahnya matahari yang mulai menyapa membuat langit menampakkan keindahannya. Kami dan pendaki lainnya berdecak kagum, kemudian mengabadikan momen tersebut dengan hape masing-masing.

Pemandangan dari atas gunung yang tertutup kabut tipis. (Foto: penulis)
Pemandangan dari atas gunung yang tertutup kabut tipis. (Foto: penulis)

Kami melewati jalur yang tidak mudah dengan hawa lebih dingin sejak pos 6. Meski jalurnya agak berat, tapi kami bisa melewatinya dengan lancar untuk sampai pos 7, pos 8, pos 9, lalu puncak Gunung Slamet.

Sudah banyak pendaki di puncak Gunung Slamet. Untuk melepas lelah, kami mencari tempat yang lapang dan sarapan. Sayangnya, ketika hendak menuju puncak, ada badai menerjang. Para pendaki tidak mendapatkan izin untuk lanjut. Kami wajib menunggang badai mereda.

Oleh sebab itu, kami mencari tempat untuk istirahat, duduk melingkar, lalu membuka alumunium blanket untuk menghangatkan tubuh. Setelah menunggu selama 30 menit, sekitar pukul 07:00, badai mulai reda dan beberapa pendaki sudah mulai jalan menuju puncak. Kami menyusul mereka dengan riang gembira.

Baca Juga:

Saya Baru Bisa Mensyukuri Purwokerto Setelah Merantau ke Jogja, Kota Istimewa yang Malah Bikin Saya Gundah Gulana

Aib Wisata Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana

Akhirnya, 6 perempuan sampai di puncak!

Jalur menuju puncak penuh batu dan tertutup kabut. Makanya, kami jalan pelan saja supaya aman. Perasaan haru langsung muncul ketika kabut menyingkir dan pemandangan indah sekitar Gunung Slamet menyapa mata kami.

Tak berhenti kami bersyukur kepada Tuhan. Dan tanpa sadar, saya meneteskan air mata. Pukul 08:00 kami, 6 perempuan, berhasil mendaki sampai puncak!

Akhirnya, 6 perempuan berhasil sampai di puncak Gunung Slamet. (Foto: penulis)
Akhirnya, 6 perempuan berhasil sampai di puncak Gunung Slamet. (Foto: penulis)

Setelah merasa cukup, kami menepi dan mencari tempat teduh untuk istirahat sebentar. Setelah itu, masih membawa perasaan haru, kami turun ke camp. Kembali kami istirahat sejenak, sembari persiapan turun gunung. Ingat, jangan lupa membawa pulang sampahmu, ya!

Jadi, apakah perempuan tidak bisa mendaki gunung tanpa laki-laki menemani? Pengalaman saya dan 5 teman perempuan mendaki Gunung Slamet menjawab pertanyaan itu. 

Perempuan bisa mendaki tanpa laki-laki. Namun, ada catatan. Bagi perempuan, dan pendaki pada umumnya, harus beres di tahap persiapan. Baik perbekalan, konsumsi, hingga pengetahuan akan semua hal terkait pendakian dan medan. Selain itu, kita wajib menyiapkan fisik sebelum mendaki. 

Jadi, mari mendaki dengan gembira!

Penulis: Yetti Ashari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pendakian Gunung Slamet dan Pengalaman Horor di Pos Samarantu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 November 2023 oleh

Tags: gunung slametgunung tertinggipos 2 gunung slametpuncak gunung slamet
Yetti Ashari

Yetti Ashari

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Warga Jogja Menggunakan Fitur Klakson Saat Berkendara, Sebab Jalanan Jogja Sudah Mulai Berbahaya jogja istimewa purwokerto

Saya Baru Bisa Mensyukuri Purwokerto Setelah Merantau ke Jogja, Kota Istimewa yang Malah Bikin Saya Gundah Gulana

12 Mei 2025
Pendakian Gunung Slamet dan Pengalaman Horor di Pos Samarantu terminal mojok.co

Pendakian Gunung Slamet dan Pengalaman Horor di Pos Samarantu

21 Desember 2021
5 Keunikan Purbalingga yang Tidak Dimiliki Daerah Lain (Unsplash.com)

5 Keunikan Purbalingga yang Tidak Dimiliki Daerah Lain

26 Agustus 2022
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Aib Wisata Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana

4 Maret 2025
3 Alasan Orang Bumijawa Tegal Malas "Turun Gunung" ke Slawi

3 Alasan Orang Bumijawa Tegal Malas “Turun Gunung” ke Slawi

18 Mei 2023
Bukan Semarang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Jawa Tengah Adalah Purwokerto

Bukan Semarang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Jawa Tengah Adalah Purwokerto

7 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.