Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Tips Sehat Makan Mi Instan biar Usus Tetap Sejahtera dan Nggak Berujung di IGD  

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
16 Agustus 2025
A A
Pengalaman Makan Mie Instan Overpriced di K3 Mart: Mahal, tapi Wajar, karena Memang Seenak Itu!

Pengalaman Makan Mie Instan Overpriced di K3 Mart: Mahal, tapi Wajar, karena Memang Seenak Itu! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukan rahasia lagi, mi instan sudah jadi makanan darurat andalan orang dari berbagai kalangan. Rasanya yang gurih, cara bikinnya yang gampang, dan harganya yang ramah di kantong sering kali jadi solusi saat lapar menyerang. Sayangnya, terkadang penggemar mi instan merasa berdosa kala menyantap makanan rakyat itu.

Rasa sesal ini kadang bikin kenikmatan makan mi instan jadi berkurang. Terlebih, saat teringat berbagai informasi kesehatan yang kerap berseliweran. Padahal, kalau tahu triknya, kesenangan melahap kuliner ini sebenarnya masih bisa berjalan tanpa harus mengorbankan kesehatan.

#1 Jangan asal beli, pilih mi instan yang lebih sehat

Nggak cuma enak, kuliner ini juga bisa jadi pilihan yang lebih bergizi. Buktinya, sekarang sudah banyak produsen yang mengeluarkan mi instan sehat. Misalnya, mi dengan kandungan serat lebih tinggi atau yang terbuat dari biji-bijian utuh.

Beberapa mi instan bahkan sudah rendah natrium. Tak jarang pula yang memanfaatkan pewarna alami dari buah dan sayuran. Alhasil, tampilannya makin cantik dan disukai anak-anak. Nah, kalau mau jaga asupan kalori, mi berbahan dasar umbi shirataki bisa jadi opsi.

#2 Perhatikan tanggal kedaluwarsa, porsi, dan jam konsumsi

Saking enaknya, kadang orang suka kalap nyetok mi instan. Padahal, selain bikin dompet kempis, makanan yang menumpuk bisa-bisa kedaluwarsa duluan sebelum sempat dimakan. Ingat, sejatinya mi instan adalah makanan mendesak saat tak ada pilihan lain.

Apalagi, mi instan biasanya punya kalori tinggi tapi rendah nutrisi. Jadi jangan jadikan sebagai menu harian seperti di iklan. Misalnya, cukup dua minggu sekali dan cukup satu porsi sekali makan.

Di samping itu, hindari juga makan mi instan di menjelang tidur malam. Kebiasaan ini umumnya sulit ditampik lantaran godaan terbesar menyantap mi instan lumrahnya terjadi di malam hari. Padahal, saat tidur, organ-organ tubuh akan bekerja lebih lambat untuk mencerna makanan. Praktis, makanan ini akan lebih lama terurai sekaligus menambah beban kerja organ tubuh yang berisiko mengganggu kesehatan.

#3 Kurangi penggunaan bumbu kemasan, lebih baik racik bumbu rumahan

Bukan rahasia umum lagi kalau sumber utama natrium yang bikin mi instan terasa gurih itu ada di paket bumbu bawaan. Buat mengatasinya, mulai sekarang kurangi ketergantungan pada bumbu instan. Modifikasi racikan bumbu alami sendiri dari bahan yang ada di dapur. Misalnya, irisan bawang putih, bawang merah, cabai, atau rempah-rempah lain.

Baca Juga:

Tak Ada Mie Instan yang Tetap Enak Dimakan Mentah selain Mie Sedaap Goreng

Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Cara ini bukan cuma bikin asupan natrium berkurang drastis, tapi juga memberikan rasa yang lebih segar dan alami pada mi. Namun, kalau memang lagi malas atau kepepet tidak ada bahan di dapur, tetap ada triknya. Gunakan saja setengah atau sepertiga dari bumbu yang disediakan. Rasanya akan tetap gurih, tapi kadar natriumnya jelas lebih rendah.

#4 Bukan asal kenyang, perlu juga tambahkan serat dan protein

Kalau cuma makan mi, yang ada hanya kenyang tanpa gizi mencukupi. Pasalnya, kandungan seporsi mi instan didominasi oleh karbohidrat. Makanya, agar gizinya lebih seimbang, perlu dilengkapi dengan sumber nutrisi lain.

Yang paling gampang, tambahkan sayuran. Contohnya saja sawi, wortel, atau tauge yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain sayuran, jangan lupa juga menyertakan protein. Umumnya, telur jadi pilihan paling satset ketimbang alternatif protein lainnya karena gampang didapat, lebih murah, dan cepat matang.

#5 Meski enak, jangan pernah goreng ulang mi instan goreng

Bagi pencinta mi instan goreng, menggoreng ulang mi setelah direbus mungkin terasa lebih nikmat karena teksturnya jadi lebih garing dan bumbunya lebih meresap. Kebiasaan ini sebaiknya segera ditinggalkan. Sebab, menggoreng ulang mi setelah dimasak bisa menambah jumlah kalori dan lemak jenuh yang tidak sehat secara signifikan.

Mi instan memang sudah dirancang untuk direbus, bukan digoreng lagi. Meskipun namanya mi goreng, cara penyajian yang dianjurkan adalah dengan direbus, lalu ditiriskan dan dicampur bumbu. Jadi, lebih baik ikuti petunjuk di kemasan untuk menghindari penambahan lemak yang tidak perlu dan tetap memelihara kesehatan.

Itulah beberapa trik yang bisa diterapkan agar kebahagiaan makan mi instan tetap bisa berjalan aman. Makanan ini bukan musuh bebuyutan kesehatan. Hanya saja, butuh sedikit sentuhan cerdas dan bijak dari penikmatnya supaya bisa tetap bersama tanpa dihinggapi perasaan bersalah.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Mie Instan yang Bikin Saya Menyesal Telah Mencicipinya, Cukup Sekali Coba

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2025 oleh

Tags: bahaya makanan mie instancara sehat makan mi instanMi Instannatrium
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Indomie Bukan Makanan Legendaris, Ia Cuma Simbol Krisis dan Kemiskinan Kolektif

Indomie Bukan Makanan Legendaris, Ia Cuma Simbol Krisis dan Kemiskinan Kolektif

21 September 2025

6 Saat Terbaik untuk Menikmati Indomie

12 Oktober 2021
mie gelas mi terbaik penderita maag mi instan aman di lambung indomie mie sedaap mojok.co

Mie Gelas Sebagai Mi Instan Terbaik Adalah Kenyataan yang Tak Banyak Disadari Orang

18 Mei 2020
faq seputar donor darah tidak sakit pmi tidak jual darah harga darah pmi mojok.co

6 Kudapan yang Sering Didapat setelah Donor Darah

28 Juni 2021

Indomie Goreng Soto dan Ayam Bawang: Dua Mi Instan Paling Nyeleneh yang Saya Temui

8 Mei 2021
Top 5 Varian Rasa Mi ABC Selera Pedas, Anak Kos Mari Merapat Terminal Mojok.co

Top 5 Varian Rasa Mi ABC Selera Pedas, Anak Kos Mari Merapat

12 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria
  • Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental
  • Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros
  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.