Informasi
ADVERTISEMENT

5 motor bebek paling nggak rewel yang bisa diandalkan untuk cari cuan tambahan in this economy

5 motor bebek paling nggak rewel yang bisa diandalkan untuk cari cuan tambahan in this economy Mojok.co

Adakah motor bebek favorit kalian? 

Di tengah kebutuhan hidup yang terus bertambah, mengandalkan satu pekerjaan untuk memenuhi semua kebutuhan memang tidak selalu mudah. Karena itu, pekerjaan sampingan atau side job semakin diminati banyak orang.

Bahkan, di sosial media mulai bertebaran beragam konten yang dengan bangga membagikan kisahnya mengerjakan side job demi pundi-pundi tambahan. Bahkan, kultur mencari side job ini mulai bertebaran di kalangan orang-orang yang pekerjaannya selama ini dianggap mapan. Semua demi menstabilkan ekonomi keluarga di tengah kondisi sekarang ini. 

Itu mengapa bagi saya sebelum menjalankan pekerjaan sampingan, ada yang patut dipertimbangkan salah satunya soal memilih kendaraan. Karena, kendaraan punya banyak manfaat untuk menunjang side job seperti memudahkan mengantar pesanan, mengambil barang, berjualan, mengirim makanan, atau sekadar berpindah dari satu tempat pekerjaan ke tempat pekerjaan lainnya.

Dalam kondisi seperti ini, motor yang irit saja belum tentu cukup. Kendaraan juga harus tahan dipakai dalam waktu lama, mudah dirawat, suku cadangnya tersedia, dan biaya operasionalnya tidak bikin hasil side job habis di bengkel.

Berikut 5 motor bebek yang menurut saya cukup masuk akal untuk menunjang pekerjaan sampingan, terutama bagi mereka yang ingin mencari cuan tambahan tanpa harus mengeluarkan modal terlalu besar hanya untuk merawat kendaraan.

#1 Honda Supra X 125, motor yang enak disuruh bawa barang

Kalau saya harus memilih motor bebek untuk menunjang side job, Honda Supra X 125 mungkin menjadi salah satu yang pertama saya pertimbangkan. Bukan, bukan karena mesinnya paling besar atau tampilannya paling menarik, tetapi karena bentuknya memang lebih praktis untuk digunakan bekerja. 

Selain itu, kapasitas mesin 124,8 cc sudah cukuplah untuk kebutuhan harian, sementara bodinya yang ramping membuat motor ini tidak merepotkan ketika hendak dipakai ke mana-mana.

Hal yang paling saya suka dari Honda Supra X 125 justru bagian belakangnya. Jok belakangnya tidak terlalu naik ke atas sehingga area tersebut masih cukup mudah dimanfaatkan untuk membawa barang. 

Buat mereka yang hendak jualan mi ayam, sate, gorengan, minuman, atau jajanan kekinian, karakter bodi seperti ini tentu lebih berguna daripada desain yang sekadar enak dilihat. Tinggal bagaimana barang tersebut dipasang dengan aman tanpa membuat motor kehilangan keseimbangan.

Saya juga melihat Supra X 125 sebagai motor yang cocok bagi orang yang ingin memulai side job tanpa banyak mengeluarkan modal baru. Motor ini sudah sangat umum kalau tidak mau dibilang pasaran, sehingga urusan bengkel dan suku cadang saya jamin tidak menyulitkan.

#2 Honda Revo X ketika penghasilan tambahan harus dihitung dari bensin

Kalau Supra X 125 lebih menarik karena kepraktisannya, Revo X bagi saya lebih cocok untuk orang yang ingin menekan biaya bensin. Meskipun keduanya memang sama-sama irit, tapi tetap saja selisihnya terasa. 

Pekerjaan tambahan biasanya memang dimulai dari penghasilan yang tidak seberapa. Kalau dalam sehari saja bisa mendapat Rp50 ribu atau Rp100 ribu, tentu hasil dari sebagian besar uang itu eman-eman kalau harus kembali ke tangki bensin. Karena itu, motor dengan mesin ber-cc mungil cukup membantu kebutuhan operasional yang ringan dan terasa lebih masuk akal tentunya.

Revo juga tidak punya tuntutan gengsi yang terlalu tinggi. Ia bukan motor yang akan membuat orang berhenti dan bertanya, “Wah, motornya apa?” Namun, kalau setelah pulang kerja kita bisa menggunakannya untuk mengantar beberapa pesanan dan membawa pulang tambahan uang, saya kira itu sudah bisa membuat bersyukur.

#3 Motor bebek yamaha Jupiter Z1 cocok untuk keliling ke banyak tempat

Selanjutnya saya merekomendasikan untuk memilih Yamaha Jupiter Z1 untuk side job yang memerlukan mobilitas tinggi. Mesin 113,7 cc mungkin tidak terdengar istimewa, tetapi motor ini punya karakter yang cukup ringan dan lincah. Bagi saya, karakter seperti itu penting ketika pekerjaan sampingan mengharuskan kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang relatif singkat.

Misalnya, setelah pulang kantor kita masih harus mengantar makanan ke beberapa pelanggan, mengambil barang dari penjual, kemudian mengantarkannya lagi kepada pembeli. Rutenya bisa masuk gang, keluar ke jalan besar, berhenti sebentar, lalu jalan lagi. Dalam kondisi seperti itu, motor ini rasanya lebih gampang diajak bermanuver daripada motor yang terlalu besar dan berat.

Jupiter Z1 juga masih nyaman diposisikan sebagai motor serbaguna. Pagi dipakai berangkat kerja, sore digunakan mencari pesanan, malamnya masih bisa dipakai pulang atau membeli kebutuhan rumah. Jelas motor ini punya nilai ekonomis yang sering tidak terlihat dalam brosur.

#4 TVS Neo XR buat yang modalnya mepet, tapi pengin motor prima

Harga beli motor jadi pertimbangan yang tidak bisa dilewatkann begitu saja. Terlebih, ketika tujuan membeli motor untuk mencari tambahan penghasilan sementara modal sedang cekak. Di tengah kondisi seperti itu, TVS Neo XR bisa menjadi pilihan. Motor asal India ini memiliki gelar motor bebek baru paling murah karena dibanderol hanya Rp14,9 jutaan. Angka tersebut tentu membuatnya menarik bagi orang yang ingin punya kendaraan baru tanpa harus mengeluarkan modal sebesar motor-motor Jepang sekelasnya.

Terlebih side job seperti mengantar dokumen, mengambil barang, jasa titip, kurir lokal, atau sekadar membantu mobilitas usaha rumahan juga tidak selalu membutuhkan mesin besar atau fitur yang berlebihan. Selama kendaraan bisa digunakan dengan baik, biaya perawatan masih masuk akal, dan jaringan servis serta suku cadangnya dapat dijangkau, motor dengan harga lebih rendah justru bisa membuat modal awal lebih banyak tersisa untuk kebutuhan usaha lainnya.

#5 Honda Supra GTR 150 cocok untuk mereka yang side job-nya sudah lintas kota

Honda Supra GTR 150 saya tempatkan di urutan terakhir. Mesin 149,16 cc DOHC empat katup dengan transmisi enam percepatan membuat kemampuannya berada di atas motor bebek 110–125 cc.

Jadi, kalau pekerjaan sampingan yang dijalankan mengharuskan perjalanan jauh, saya rasa motor ini lebih masuk akal dibanding memaksakan motor kecil bekerja di luar kebutuhannya.

Ada orang yang side job-nya bukan sekadar mengantar pesanan di sekitar rumah. Bisa saja harus survei ke lintas provinsi atau kota, mengantar pesanan antarkabupaten, atau pulang-pergi puluhan kilometer setelah selesai bekerja. Dalam kondisi seperti itu, tenaga tambahan cukup terasa manfaatnya, terutama ketika melewati jalan menanjak atau harus membawa beban kelewat berat.

Tetapi tentu saya tidak akan mengatakan Supra GTR 150 adalah motor paling cocok untuk semua orang. Justru sebaliknya, motor ini harus dibeli berdasarkan kebutuhan. Mesin yang lebih besar berarti ada konsekuensi biaya yang perlu diperhitungkan. Kalau pekerjaan sampingan kita hanya mengantar pesanan beberapa kilometer dari rumah, motor 150 cc bisa jadi terlalu berlebihan.

Pada akhirnya, 5 motor tadi memang punya alasan masing-masing untuk dijadikan teman mencari cuan tambahan. Jadi, tidak perlu terlalu sibuk mencari motor yang paling keren atau paling mahal. Untuk urusan side job, yang lebih penting adalah memilih motor sesuai kebutuhan, menghitung kemampuan kantong, lalu memastikan kendaraan tersebut benar-benar bisa membantu menambah penghasilan, bukan malah blondroke karena menambah cicilan dan pengeluaran.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Honda Beat membuktikan kehebatannya saat saya ajak pulang kampung ke Tuban dari Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2026 oleh .

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

Exit mobile version