5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

Kehadiran Yamaha NMAX nyatanya sukses melahirkan kasta sosial yang sangat kaku. Berdasarkan pengamatan tajam di aspal kehidupan nyata, inilah lima kasta penunggang motor bongsor itu yang wajib kalian kenali. 

Saya urutkan dari yang paling hina ke yang paling bahaya.

BACA JUGA: Yamaha NMAX Bukan Motor, tapi Benteng Takeshi buat Ibu-ibu Kayak Saya

#1 Kasta terbawah penunggang Yamaha NMAX: Pasukan strobo dan lampu tembak pembuta mata

Ini adalah kasta paling nista dalam rantai makanan otomotif. Penunggangnya adalah barisan laki-laki krisis identitas yang merasa dirinya adalah anggota pasukan pengawal pejabat. 

Mereka memasang lampu tembak berwarna putih menyilaukan dan lampu strobo kelap-kelip untuk Yamaha NMAX. Ulah ini secara brutal menusuk retina mata pengendara dari arah berlawanan. Fungsionalitasnya nol besar! 

Modifikasi mahal ini murni mereka lakukan demi intimidasi agar orang lain minggir dari hadapannya. Secara ekonomi, membakar jutaan rupiah untuk lampu silau yang berisiko memicu kecelakaan adalah kebodohan finansial tingkat dewa! Payah!

#2 Kasta keempat: Pemuja knalpot bising pencari perhatian

Naik satu tingkat, kita menemukan gerombolan penunggang Yamaha NMAX yang haus validasi pendengaran. Mereka membeli motor Rp30 jutaan yang mesin aslinya sehalus sutra, lalu dengan sengaja merusaknya dengan memasang knalpot modifikasi yang suaranya mirip mesin giling padi rusak. 

Mereka merasa keren saat menggeber motor di gang perumahan. Padahal, di dalam hati, seluruh tetangga sedang menyumpahi mereka. Gengsi yang mereka kejar berbanding terbalik dengan fungsi kenyamanan yang seharusnya mereka nikmati dari motor mahal tersebut.

#3 Kasta ketiga penunggang Yamaha NMAX: pasukan boks ekspedisi antar benua (tapi cuma ke minimarket)

Bapak-bapak dengan obsesi menjadi raja petualang jalanan mengisi kasta ini. Mereka memasang side box dan top box berbahan aluminium tebal layaknya kendaraan tempur yang siap membelah hutan belantara. Visual Yamaha NMAX memang jadi agak gagah. Tapi, mari kita telanjangi realitanya! 

Boks raksasa berharga jutaan rupiah itu aslinya kosong melompong! Fungsi maksimal dari boks tempur itu mentok-mentok cuma untuk menaruh galon air mineral atau kantong belanjaan. Menambah beban berat pada motor yang membuat konsumsi bensin makin boros murni demi terlihat seperti petualang adalah sebuah pemborosan operasional yang konyol.

#4 Kasta kedua: bapak-bapak standar pabrik berjaket pudar (pejuang logistik)

Penunggangnya adalah bapak-bapak pejuang keluarga sejati. Yamaha NMAX mereka wujudnya murni 100% standar pabrik, tanpa modifikasi aneh-aneh. Kalaupun ada perubahan, paling cuma sarung jok yang sudah mulai menipis dan baret-baret halus di bodi karena sering bersenggolan di parkiran pasar atau tempat kerja. 

Bagi mereka, motor mahal ini adalah kuda beban untuk mencari nafkah, mengantar istri bekerja, dan membonceng dua anak sekaligus ke sekolah dengan aman karena joknya yang lebar. Value for money (nilai guna) motor ini dieksploitasi dengan sangat brilian dan rasional!

BACA JUGA: Yamaha All New NMAX 155: Bikin Motor kok Nanggung Banget, Nggak Worth untuk Dibeli

#5 Kasta tertinggi (kasta paling bahaya): Emak-emak berdaster penunggang Yamaha NMAX

Inilah puncak rantai makanan. Singgasana absolut di dunia per-NMAX-an! 

Penunggangnya adalah para perempuan dan ibu rumah tangga. Jangan remehkan daster yang berkibar ditiup angin itu. 

Di balik kemudi, mereka menaklukkan bodi Yamaha NMAX NMAX dengan sangat lincah seolah sedang mengendarai sepeda roda tiga. Mereka menggunakan bagasi yang super luas itu sesuai kodrat tertingginya: menelan karung beras, menjejalkan berikat-ikat sayur bayam, dan menyembunyikan daging ayam segar.

Emak-emak ini menelanjangi gengsi maskulinitas Yamaha NMAX dan mengubahnya menjadi kereta kencana logistik keluarga. Mereka tidak butuh lampu strobo untuk ditakuti, cukup menyalakan lampu sein kiri namun bermanuver belok ke kanan. Seluruh pengendara di belakang mereka akan otomatis menahan napas dan memberikan jalan dengan penuh rasa segan!

Emak-emak ini yang paling memahami bahwa fungsi selalu di atas gengsi. Ngapain ngasih makan ego dengan pasang knalpot kayak gilingan pagi kalau ujungnya dibenci tetangga. Bodoh betul!

Penulis: Fauzia Sholicha

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA NMAX “Turbo”: Motor Yamaha yang Bikin Saya Menyesal karena Sudah Pernah Menunggangi, tapi Belum Bisa Memiliki

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version