Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Hal yang Saya Alami Ketika Belajar Bermain Gitar

Erfransdo oleh Erfransdo
12 Juli 2020
A A
bermain gitar mojok

bermain gitar mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Gitar adalah salah satu alat musik yang banyak disenangi anak muda. Mereka rela belajar berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk bisa mahir bermain gitar agar dapat menjadi pemandu lagu dari suatu band atau sekaligus menjadi penyanyi. Alat musik yang konon katanya berasal dari Spanyol (tepatnya abad ke-16) ini sebenarnya cukup mudah untuk dipelajari, baik berguru kepada orang lain maupun otodidak melalui internet seperti YouTube.

Mahir bermain gitar tentunya menjadi anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Dengan bermain gitar, kita bisa mengekspresikan apa pun yang ada dalam pikiran kita melalui petikan senar yang indah. Kita pun dapat menciptakan sebuah lagu melalui gitar dan aksara. Selain itu kita bisa membantu jika sedang dibutuhkan pemain gitar untuk suatu acara. Apalagi kalau bermain gitar untuk kekasih tercinta, sudah pasti melting deh si doi.

Saya mengenal gitar pertama kali ketika menginjak usia 11 tahun, atau lebih tepatnya saat saya duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu ayah saya memberikan kado ulang tahun kepada saya sebuah gitar akustik. Harganya waktu itu kalau nggak salah sekitar 300 ribuan. Sampai saat ini, gitar itu masih ada tergantung di kamar saya. Entah sudah berapa kali saya mengganti senar karena sering terputus. Saya belum berniat untuk mengganti dengan yang baru karena selain belum ada duitnya, saya sudah terlanjur cinta dengan gitar itu.

Orang pertama kali yang mengajarkan saya bermain gitar adalah paman saya. Saya bingung juga ayah membeli gitar tapi doi nggak bisa memainkannya. Karena paman saya cukup mahir memetik gitar, saya pun berguru padanya. Nggak butuh waktu lama buat saya, hanya dalam beberapa minggu saja saya sudah cukup mahir memetik gitar di usia yang masih sangat muda. Meskipun banyak yang dikorbankan, termasuk bermain bola plastik di lapangan desa, tapi saya menikmatinya.

Ketika pertama kali belajar bermain gitar, ada beberapa hal yang saya alami dan tidak akan lupa sampai sekarang. Di bawah ini saya akan membagikan pengalaman saya saat dulu belajar bermain gitar, siapa tahu kalian yang sedang atau ingin belajar gitar bisa mempersiapkannya dari sekarang.

Rasa perih di jari

Yap, hal yang saya alami pertama kali saat belajar gitar adalah sakit jari-jemari. Bukan sekadar sakit, namun perih sekali seperti tergores silet. Apalagi waktu itu jari saya masih kecil dan senarnya berbentuk nilon. Setiap selesai memetik gitar, kulit jari-jari saya langsung perih, merah, dan membekas.

Maklum, namanya juga belajar, harus banyak yang diperjuangkan. Karena untuk mencapai suatu keinginan, harus melalui dulu jalan yang terjal, termasuk rasa sakit.

Untung belajar pakai senar nilon. Coba pakai string…

Baca Juga:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula sebelum Beli Gitar

5 Tips Membeli Gitar Akustik Seken

Kesulitan menyeimbangkan jari pada fingerboard

Awal-awal mempelajari suatu kunci gitar, hal utama yang harus bisa kita kuasai adalah menyeimbangkan jari di senar pada fingerboard atau papan jari yang berbentuk persegi panjang. Dulu saya selalu pusing menempatkan telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari lainnya di mana. Saya pun belum paham di mana letak senar satu sampai senar enam. Namun karena terus diasah, perlahan saya dapat menyeimbangkan jari saya meskipun rasa perih tidak dapat dibendung.

Suara sumbang

Setelah dapat menyeimbangkan jari di fingerboard untuk satu buah kunci, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menggenjreng untuk menghasilkan suara atau nada pada lubang suara (bulatan di badan gitar yang digunakan sebagai akses dari soundboard). Saat pertama kali saya menggenjreng, suaranya sangat saya benci karena tidak ada indah-indahnya sama sekali, yang ada bikin kuping tercoreng. Ketika saya genjreng keenam senar, jari-jari saya tidak berada di posisi semula (ambyar karena belum bisa menahan) sehingga suara yang dihasilkan tidak sinkron.

Belajar satu lagu

Kunci gitar yang awal-awal saya pelajari adalah kunci-kunci dasar seperti kunci C, F, D, G, Dm, dan Am. Sesudah saya mempelajari beberapa kunci gitar dengan genjrengan yang agak lumayan, barulah paman saya mengajari saya sebuah lagu. Lagu pertama yang saya bawakan adalah lagu “Lupa-lupa Ingat” dari Kuburan Band. Saya mengambil lagu itu karena mudah dibawakan sebab liriknya adalah kunci dari lagu itu sendiri. Sepenggal liriknya yaitu “C Am Dm ke G ke C lagi Am Dm ke G ke C lagi…”

Ketagihan

Beberapa minggu belajar memetik gitar, akhirnya saya pun benar-benar ketagihan. Setiap hari saya selalu mengasah kemampuan saya. Ketika paman tidak ada, saya inisiatif untuk belajar mandiri sambil bernyanyi. Lama-kelamaan saya pun menjadi terbiasa. Ya, bisa karena terbiasa. Dengan kemampuan yang saya miliki itu akhirnya ketika ujian praktikum kesenian, saya pun membawakan sebuah lagu menggunakan gitar meskipun masih sedikit kaku. Meskipun begitu, saya bisa dapat nilai yang bagus muehehehe.

Belajar gitar itu amat mengasyikkan, percaya deh. Kalau udah bisa satu kunci, pasti rasa ingin tahu kunci yang lain akan semakin bertambah. Semakin hari semakin bergairah. Saya pun semakin mencintai musik, maka dari itu saya pun terus bermain gitar. Kunci saya ketika belajar bermain gitar adalah percaya, giat, dan sering berlatih. Saya selalu ingat pepatah “Bisa karena terbiasa”, dan kini saya selalu berlatih agar semakin terbiasa.

BACA JUGA Kenapa Sekolah Selalu Jadi Lebih Bagus pas Saya Sudah Lulus? Hah??? dan tulisan Erfransdo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2020 oleh

Tags: belajar gitargitar
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Lagu yang Genjreng-able untuk Dimainkan Saat Momen Api Unggun terminal mojok.co

Rekomendasi Lagu yang Genjreng-able untuk Dimainkan Saat Momen Api Unggun

28 November 2020
situs chord gitar senar pyramid gitar mojok

Pyramid, Senar Gitar dari Generasi ke Generasi

28 November 2020
Chordtela Adalah Solusi bagi Orang yang Skill Gitarannya Pas-pasan kayak Saya terminal mojok.co

Chordtela Adalah Solusi bagi Orang yang Skill Gitarannya Pas-pasan kayak Saya

14 Maret 2021
Alip Ba Ta

Alip Ba Ta dan Dunia Fingerstyle

26 September 2019
Mitos tentang Belajar Gitar yang Sama Sekali Ra Mashok

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula sebelum Beli Gitar

8 Januari 2023
hot chord Panduan Membeli Gitar Akustik Tripleks Harga Satu Juta ke Bawah Terminal Mojok

Panduan Membeli Gitar Akustik Tripleks Harga Satu Juta ke Bawah

7 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

27 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.