5 Hal yang Perlu Kamu Antisipasi jika Hendak Jalan-jalan ke India biar Nggak Kaget

5 Hal yang Perlu Kamu Siapkan jika Hendak Jalan-jalan ke India biar Nggak Kaget terminal mojok

Apakah kamu pencinta film Bollywood? Siapa yang ngefans dengan artis-artis seperti Aishwarya Rai dan Priyanka Chopra? Kira-kira gimana, sih, rasanya makanan asli India?

Sebenarnya negara India nggak pernah masuk dalam wishlist jalan-jalan luar negeri saya. Tapi, kalau dapat kesempatan gratis, masa mau ditolak? Tahun 2019, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus internasional di Kota Hyderabad dari Kedubes India. Meski cuma sebentar, pengalaman datang dan tinggal di India bikin fantasi akan film Bollywood berubah.

Berbekal pengalaman tersebut, saya tergelitik untuk menuliskan beberapa hal yang perlu kamu antisipasi jika hendak jalan-jalan ke India. Ingat, lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan, ketimbang sudah berada di sana, eh nggak ada persiapan.

#1 Cuaca yang terik

Jika kulitmu termasuk sensitif dan nggak tahan terik matahari, siapkan lotion dengan SPF tinggi dan payung. Serius, deh, panas di India itu beda banget sama Indonesia. Bahkan saya pribadi yang sudah pernah umrah berani bilang kalau di Arab saja nggak seterik India. Jadi, kalau hobimu gowes dan jogging tipis-tipis, jangan lakukan di siang bolong di sana, ya.

#2 Macet dan klakson

Entah kenapa di India semua orang suka mengklakson. Kalau kamu sering kejebak macet dan stres akan transportasi di Jakarta, hei, itu belum seberapa, Kawan. Di India, telinga kita harus kebal dengan serbuan klakson pengendara dan sikap “ramah” mereka di jalan. Jangan kaget bila di jalan bebas hambatan saja kita bisa melihat pengendara sepeda motor berboncengan 3 orang tanpa mengenakan helm. Seru, kan? 

#3 Sulit beli nomor seluler bagi pendatang

Kalau suatu hari nanti kamu berkesempatan jalan-jalan ke India, saran saya, beli paket data dengan periode sama dengan waktumu tinggal di India. Serius, bagi pendatang atau turis untuk mendapat nomor HP lokal itu susah banget, bahkan hampir mustahil. Setidaknya itu yang saya alami tahun 2019. Sebagai pelajar yang diundang secara resmi dan mendapat rekomendasi dari rektor—iyaaa, rektor tempat saya kursus—saya kesulitan dapat nomor lokal. Ada saja alasannya, mulai dari alasan keamanan dan hal-hal lain yang sulit kita penuhi.

#4 Obat sakit perut 

Bagi kamu yang punya perut sensitif terhadap makanan, jangan sekali-kali beli makan di kios pinggir jalan India. Kebetulan saya pernah makan makanan semacam kari yang dijual di pinggir jalan dengan beberapa teman internasional dari Kolombia dan Peru. Eh, teman saya dua-duanya masuk IGD gara-gara makan makanan tersebut. Sementara saya, sebagai penggemar makanan warteg dan nasi padang pinggir jalan, alhamdulillah baik-baik saja. Setelah diperiksa, ternyata kedua teman saya ini terinfeksi bakteri akibat makan kari tersebut. Memang perut orang Asia nggak bisa dikalahkan, ya. Hehehe.

#5 Perhatikan jenis transportasi publik yang kamu pakai

Pada akhir pekan, saya dan teman-teman mendapat kesempatan pergi ke New Delhi dan Agra (Taj Mahal) dengan menyewa mobil rental. Tadinya kami berencana naik moda angkutan publik lain. Namun, hal tersebut sangat nggak dianjurkan oleh Profesor kami di sana. Jadwal kereta api sangat nggak bisa diandalkan termasuk kenyamanannya, jadi memang paling efisien adalah sewa mobil.

Walaupun hanya 1 bulan tinggal di India dan lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan kampus, ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari orang India. Di sana, perempuan India mendapat peranan besar dalam berbagai bidang pekerjaan. Nggak heran mulai dari pekerjaan kasar hingga jadi profesor banyak dilakoni oleh para perempuan di sana. Pendanaan program pemerintah juga mengharuskan keterlibatan perempuan dalam organisasinya. Suara perempuan benar-benar didengar dan dihargai.

Keramahan orang India juga mirip dengan orang Indonesia, bahkan lebih berkat ekspresi mereka menggoyang-goyangkan kepala. Saya sampai sulit membedakan apakah orang India setuju atau nggak dengan pendapat kita lantaran mereka selalu menggoyangkan kepala ketika bicara. Sampai-sampai saya ikutan goyang kepala waktu ngobrol dengan teman.

India memang negara yang unik dan penuh dengan kenangan yang sulit dilupakan bagi saya. Satu yang pasti, selama berada di sana, saya nggak pernah tuh ketemu dengan artis Bollywood yang saya sampaikan di awal tadi. Hehehe.

Sumber Gambar: Dokumentasi pribadi penulis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version