Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal yang Biasa di Surabaya, tapi Luar Biasa di Trenggalek

Muhammad Syifa Zam Zami oleh Muhammad Syifa Zam Zami
11 November 2025
A A
5 Hal yang Biasa di Surabaya, tapi Jarang Ditemui di Trenggalek Mojok.co

5 Hal yang Biasa di Surabaya, tapi Jarang Ditemui di Trenggalek (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Trenggalek dan Surabaya tidak begitu jauh, sama-sama masih di Jawa Timur. Dua daerah ini dipisahkan jarak 175 km atau sekitar 3,5 jam ditempuh menggunakan kendaraan. Itu mengapa, saya pikir Trenggalek dan Surabaya tidak akan jauh berbeda sekalipun Surabaya adalah Ibukota Jawa Timur. 

Ternyata saya salah besar. Saat merantau dari Trenggalek ke Surabaya awal tahun ini, ternyata saya harus belajar dan penyesuaian ulang. Hal-hal yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Trenggalek memberi saya suasana yang pelan, teratur, dan bisa ditebak. Sementara Surabaya begitu berbeda. 

Surabaya begitu cepat. Ini saya rasakan sejak hari pertama saya menginjakan kaki di Kota Pahlawan. Jalanan jauh lebih ramai, orang-orang bergerak lebih cepat, dan keputusan-keputusan kecil dalam keseharian harus dibuat lebih sigap. Perbedaan inilah yang membuat saya sadar bahwa banyak hal yang terlihat biasa di Surabaya tidak mungkin saya jumpai di Trenggalek. 

#1 Transportasi umum Surabaya lebih lengkap dibanding Trenggalek

Surabaya punya banyak pilihan transportasi umum yang memudahkan. Ada Suroboyo Bus, Trans Semanggi, sampai Commuter Line untuk kawasan sekitar. Jadwalnya lebih bisa diandalkan dan aksesnya juga luas. Mobilitas jadi terasa lebih teratur. Bepergian menggunakan transportasi umum jadi hal biasa. 

Di Trenggalek, pilihan transportasi umum masih terbatas. Angkutan lokal ada, tetapi jumlah armada dan trayeknya tidak sebanyak kota besar. Warga lebih mengandalkan kendaraan pribadi untuk kegiatan harian. Perbedaannya sederhana, tapi cukup terasa ketika sudah terbiasa dengan fasilitas kota besar.

#2 Di Surabaya, mal adalah kunci 

Surabaya punya banyak mal besar. Orang-orang ke sana untuk belanja, mencari hiburan, makan, dan bertemu kawan. Pokoknya semua hal bisa dilakukan dan dipenuhi di mal. Itu mengapa, berbondong-bondong orang Surabaya pergi ke mal di akhir pekan atau tiap ada kesempatan.

Di Trenggalek tidak seperti itu. Pertama, di Kota Alen-Alen ini tidak ada banyak mal. Untuk berbelanja, warganya lebih sering ke pasar atau warung. Sementara untuk kebutuhan hiburan, kuliner, dan lain-lain dilakukan secara terpisah. Tidak ada ruang besar yang menawarkan berbagai aktivitas sekaligus seperti di Surabaya.

#3 Aktivitas kota yang berjalan sampai larut malam

Di Surabaya, mencari makan atau sekadar membeli sesuatu pada malam hari adalah hal yang biasa. Sebab, banyak warung atau toko buka hingga larut malam. Bahkan, ada yang mencapai 24 jam. Malam hari masih ada kehidupan. 

Baca Juga:

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Hal ini tidak akan ditemukan di Trenggalek. Kota Alen-alen ini sudah terlelap memasuki jam 9 atau 10 malam. Sebagian besar warung atau toko sudah tutup di saat itu. Jadi, jangan harap malam yang hidup di sana.

#4 Pilihan kuliner dan kafe Surabaya yang beragam

Surabaya menyediakan banyak pilihan makanan, dari masakan rumahan sampai kuliner internasional. Kafe pun hadir dengan variasi konsep dan menu. Bukan hanya tempat minum kopi, tapi juga sering menjadi tempat bekerja atau sekadar beristirahat sejenak.

Di Trenggalek, pilihannya lebih sederhana. Makanan khas lokal lebih mendominasi dan kafe-kafe hadir dengan suasana yang lebih santai. Fokusnya bukan gaya hidup, melainkan tempat berkumpul dan ngobrol.

#5 Suara dan ritme kota yang lebih padat

Surabaya memiliki suasana kota besar yang begitu kental. Lalu lintas yang padat, suara kendaraan, dan aktivitas yang berjalan hampir sepanjang hari. Pokoknya sangat beda dengan Trenggalek. Tapi, lama-lama terbiasa juga, meski kadang tetap terasa ramai.

Trenggalek menawarkan kebalikannya. Suaranya lebih tenang, udara lebih segar, dan pemandangan lebih banyak diisi area hijau. Perubahan suasana ini biasanya baru terasa jelas ketika saya pulang kampung.

Surabaya dan Trenggalek punya karakter yang berbeda, dan keduanya memberi pengalaman yang tidak bisa saling menggantikan. Surabaya memberi peluang dan akses yang lebih luas. Sementara Trenggalek memberi ketenangan yang selalu saya rindukan. 

Pengalaman pernah tinggal di dua tempat ini membuat saya belajar menyesuaikan diri dengan ritme yang berbeda-beda. Dan, justru itu yang akhirnya memberi saya perspektif baru tentang rumah dan tempat beraktivitas.

Penulis: Muhammad Syifa Zamzami
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Hal yang Sering Disalahpahami dari Kabupaten Trenggalek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2025 oleh

Tags: Jatimjawa timurmal surabayaSurabayatrenggalek
Muhammad Syifa Zam Zami

Muhammad Syifa Zam Zami

Penyuka warna biru.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Bupati Jember Terkait Dana Rp7 Miliar (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Bupati Jember Terkait Revitalisasi Alun-Alun Kota yang Menelan Biaya Rp7 Miliar

10 Juni 2023
Nasi Krawu, Makanan Khas Gresik yang Seringnya Dilupakan Orang

Nasi Krawu, Makanan Khas Gresik yang Seringnya Dilupakan Orang

8 Maret 2024
Malang Masa Kini Berpotensi Tidak Enak Ditinggali seperti Jakarta (Unsplash) hidup di malang

Malang Dulu Ramah untuk Tempat Tinggal tapi Kini Sudah Hampir Mirip Jakarta Berkat Kemacetan dan Parkir Liar yang Menjadi Penyakit

11 Mei 2025
Orang Malang dan Bojonegoro. (Unsplash.com)

Orang Malang dan Bojonegoro Salah Paham karena 4 Kata Lucu Ini

30 Juni 2022
Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah terminal mojok.co

Sebelum Nuntut Cowok Harus Punya Rumah Sebelum Nikah, Sebaiknya Kalian Cek Harga Rumah Dulu

24 Agustus 2021
Nasi Minyak, Makanan Enak tapi Jahat Terminal Mojok

Nasi Minyak, Makanan Enak tapi Jahat

20 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.