Jakarta memiliki banyak tempat olahraga gratis, salah satunya adalah Gelora Bung Karno (GBK) yang terletak tidak jauh dari kawasan SCBD. Kalau kamu main ke ibu kota, pasti temanmu akan menyarankan ke GBK untuk jogging atau sekedar jalan santai. Saya pun suka ke sana karena spot larinya sangat luas dan nggak masalah seramai apa pun kondisinya. Selain itu, GBK memiliki area hutan buat yang ingin olahraga sambil ngademin hati dan pikiran.
Berolahraga di Gelora Bung Karno Jakarta sangat nyaman karena nggak akan ada yang ngejudge kalau kamu cuma jalan santai atau pace larinya lambat. Semuanya fokus dengan kegiatan masing-masing, itu sih yang saya rasakan selama berkegiatan di stadion besar ini. Untuk sampai ke sana, kamu pun dimanjakan transportasi umum yang ada, MRT dan Transjakarta yang siap melayanimu setiap saat. Kamu juga bisa menggunakan kendaraan pribadi kok karena di sana tersedia kantong parkir yang cukup banyak dengan tarif standar Jakarta.
Untuk menambah informasi kamu, berikut saya spill 4 hal penting yang wajib diketahui jika ingin jogging di GBK. Semoga bermanfaat!
#1 GBK memiliki banyak akses masuk yang cukup membingungkan
Saking luasnya, stadion ini punya banyak pintu masuk tergantung kamu datang dari arah mana. Kalau kamu datang dari arah Senayan, bisa lewat pintu 1 di Jalan Asia Afrika. Namun jika lewat Jalan Sudirman, kamu bisa masuk di pintu 5 dekat Mall FX Sudirman atau masuk dari gerbang utama GBK dekat halte Transjakarta “Senayan Bank DKI”. Hal ini berlaku tidak hanya saat ingin olahraga saja, tapi pas ada event konser dan lainnya.
Saya akui memang cukup bikin mumet. Suatu hari saya pernah salah masuk gate dan berujung jalan jauh ke meeting point. Meskipun sudah beberapa kali ke GBK, saya masih suka nyasar dan berujung pakai Google Maps sambil jalan kaki. Track lari di dekat stadion utama itu masih lumayan jauh dari gerbang masuk, jadi kamu wajib mengantongi info pintu berapa yang terdekat. Bisa cari di Google atau tanya security.
Ingat, GBK menyediakan 12 gerbang. Jangan malas dan malu bertanya, ya. Nanti waktumu habis cuma buat cari akses masuk.
#2 Tersedia penyewaan loker untuk menyimpan barang dengan aman
Tidak dimungkiri bahwa GBK menjadi spot olahraga favorit warga ibu kota. Banyak orang datang ke sini untuk lari tipis-tipis setelah selesai bekerja. Atau, kamu datang dari luar Jakarta ingin merasakan vibes olahraga ala atlet, pasti bawa berbagai printilan. Nggak mungkin juga lari bawa tentengan. Manajemen GBK sudah mempertimbangkan ini dan dibuatlah loker penyimpanan barang yang dapat disewa dengan harga tertentu.
Saya melihat terdapat penyewaan loker di sekitar stadion yang dapat dipesan melalui aplikasi khusus. Salah satu yang pernah saya lihat ada di dekat Kopi Tuku, yaitu PaxelBox. Saya belum pernah mencoba memakainya, tapi kalau kalau kata seorang teman sih per jam bayar Rp5 ribu saja. Cukup affordable. Kamu nggak perlu ribet bawa ranselmu dan bisa keliling GBK dengan nyaman. Di samping itu, barang milikmu dijamin terjaga dengan aman.
#3 Cari info dulu apakah di GBK sedang ada event atau tidak
Sebelum otw ke GBK, kamu wajib cek dulu apakah sedang ada event atau tidak. Venue ini sering dijadikan tempat menggelar konser, pertandingan, bahkan acara politik dengan partisipan yang bisa mencapai ribuan. Saat ada perhelatan besar, banyak akses yang dialihkan bahkan ditutup untuk umum.
Kalau sudah begitu ya paling cari tempat jogging dekat GBK yang gampang diakses, misalnya Monas (paling cuma 15 menit dari Senayan). Atau, ya jalan santai disekitaran Jalan Sudirman saja daripada nggak sama sekali.
Untuk menghindari kecewa dan sia-sia, mending kamu cari info dulu mengenai agenda yang ada di GBK. Kamu bisa search di Google atau langsung akses media sosialnya. Apalagi jika kamu tinggal di Bogor atau Depok, sudah jauh-jauh ke stadion ini malah zonk. Jangan sampai niat sehatmu runtuh akibat gagal lari dan malah berujung ngemall atau ngafe syantik.
#4 Naik transportasi umum agar tidak emosi sendiri
Untuk menjaga kewarasan saat ke GBK, lebih baik kamu pakai transportasi umum saja. Tinggal pilih mau naik MRT, Transjakarta, atau KRL, sesuaikan saja dengan wilayah kamu. Bawa kendaraan pribadi nggak masalah tapi cari parkirnya agak ribet, apalagi weekend atau saat ada event. Saya pernah beberapa kali jogging ke sini bawa kendaraan, waktu saya habis untuk cari parkiran. Akhirnya, olahraga cuma sebentar karena sudah lelah keliling area parkir.
Saya biasanya naik MRT dari Bundaran HI dan turun di Stasiun Istora Mandiri. Nanti tinggal jalan paling 10 menit dan ongkosnya juga murah, nggak sampai Rp10 ribu. Atau, kamu bisa gunakan Transjakarta nanti turun di Halte Senayan Bank DKI dengan tarif Rp3.500 saja.
Pokoknya stadion ini strategis banget deh dan lokasinya juga dekat dengan pusat perkantoran SCBD Sudirman. Lagipula kamu tinggal duduk manis dan nggak perlu buang energi nyetir sendiri.
#5 Recharge energi dengan ngopi di salah satu kafe GBK
Setelah lelah bakar kalori, ada baiknya kamu recharge energi di salah satu kafe yang terletak dalam kawasan GBK. Opsinya cukup beragam, mulai dari warkop dadakan sampai yang kalcer juga ada.
Saya biasanya ngopi di Kopi Tuku dekat hutan GBK. Menikmati Es Kopi Susu Tetangga sambil menikmati syahdunya suasana hutan kota emang mantap sekali. Jauh dari suara bising lalu lalang kendaraan. Boleh juga gelar tikar atau semacam alas duduk di sana.
Kalau mau dekat dengan stadion utama, kamu bisa mampir ke Starbucks atau Suasana Kopi. Selain minuman, kamu juga bisa mengenyangkan perutmu dengan berbagai menu yang dijual UMKM GBK. Masalah harga ya standar Jakarta lah, nggak bisa dibilang murah juga. Siapin budget lebih aja. Selain itu, ada minimarket juga kalau misalkan kamu cuma ingin beli air mineral atau camilan. Lengkap, deh!
Itulah 5 informasi cukup penting buat kamu yang akan beraktifitas di GBK Senayan. Kalau lagi bertandang ke Jakarta, jangan lupa olahraga di sini ya. Dijamin kamu akan merasakan experience yang asik khas kota metropolitan.
Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA GBK Tempat Jogging Paling Nyaman di Jakarta: Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















