Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 “Dosa” Penjual Es Teh yang Sering Terjadi dan Mengancam Kesehatan Pembeli, Bikin Kapok Minum Lagi

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
4 November 2025
A A
5 Dosa Penjual Es Teh yang Bikin Kapok Minum Lagi (Unsplash)

5 Dosa Penjual Es Teh yang Bikin Kapok Minum Lagi (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu kebiasaan yang sudah mendarah daging bagi kebanyakan orang Indonesia, yaitu minum es teh. Minuman ini seperti sahabat setia di segala suasana. Panas? Es teh. Habis makan gorengan? Es teh. Buka puasa? Es teh lagi. 

Tapi, di balik kesegarannya yang menggoda, es teh pinggir jalan menyimpan banyak “dosa” yang bikin saya mikir dua kali sebelum membeli. Berikut 5 di antaranya.

#1 Teh yang sudah basi dan bau pesing

Ini pengalaman paling menjijikkan yang pernah saya alami. Suatu hari saya beli es teh di pinggir jalan karena kehausan. Begitu tegukan pertama masuk mulut, ada rasa dan bau aneh yang langsung bikin perut mual. Tehnya bau pesing, seperti teh yang sudah diseduh dari kemarin bahkan lusa, tapi tetap dipanaskan ulang agar bisa dijual lagi.

Kualitas bahan baku es teh yang dijual di pinggir jalan memang sering jadi masalah. Mereka memakai bahan berkualitas rendah untuk menghemat biaya. Bahkan ada yang memakai teh basi. 

Yang lebih menyebalkan, penjual seakan tidak peduli. Mereka tetap menjual teh basi itu dengan santainya, seolah tidak ada yang salah. Padahal kalau konsumen sampai sakit perut gara-gara minum es teh basi, siapa yang rugi?

#2 Air kobokan menyamar jadi es teh

Ini bukan hiperbola. Saya pernah mengalami sendiri kejadian yang bikin trauma seumur hidup. Jadi, suatu sore, saya beli makanan dan es teh. 

Saat sedang menyeruput tehnya, saya iseng melihat ke arah gerobaknya. Ternyata si penjual lagi nyuci piring dengan air di ember besar. 

Selesai mencuci, air kobokan yang penuh minyak dan sisa makanan itu dia tuang ke ember satunya yang dipakai buat bilas gelas es teh. Spontan perut saya langsung mual dan tidak jadi menghabiskan minuman itu.

Baca Juga:

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

Bayangkan, air yang seharusnya berasal dari air matang yang bersih, ternyata berasal dari sumber yang tidak jelas. 

Air kayak gini jelas tidak higienis dan mengandung bakteri serta parasit. Pembeli bisa seperti diare dan infeksi saluran pencernaan.

Saya pernah dengar cerita dari teman yang melihat langsung penjual es teh mengisi teko dari kran umum yang airnya keruh. Ketika ditanya, si penjual bilang “Nanti juga direbus kok”. Masalahnya, kita tidak pernah tahu apakah air itu benar-benar direbus hingga matang atau cuma dipanaskan sebentar. Serem kan?

#3 Es batu dari air mentah

Kalau airnya sudah masak, bukan berarti aman begitu saja. Masalah berikutnya ada di es batunya. Es batu rentan terkontaminasi bakteri karena paparan yang mungkin terjadi selama proses pembuatan, penyimpanan, dan penggunaannya. Air untuk membuat es batu dapat menjadi sumber kontaminasi jika tidak bersih atau mengandung bakteri seperti E. coli.

Banyak penjual es teh yang membeli es batu dari depot atau menggunakan es balok yang sebetulnya diperuntukkan untuk pengawetan ikan. Es balok sering disimpan di pinggir jalan dan diangkut menggunakan truk yang sebelumnya membawa bahan baku lain yang menyisakan bakteri. Belum lagi kalau cara pengambilan esnya sembarangan, langsung pakai tangan tanpa sarung tangan atau alat bantu.

Makanan dan minuman yang tidak melalui proses penyiapan higienis dapat menyebabkan keracunan karena bakteri yang terkandung dalam air, yaitu bakteri Salmonella enteritidis. Jadi meski es itu kelihatan bersih dan membeku, bukan jaminan bebas bakteri.

#4 Gelas es teh yang cuma dibilas seadanya

Ini yang paling sering saya temui. Penjual es teh yang “mencuci” gelas cuma dengan membilas sekali di ember berisi air yang sudah keruh. Airnya itu-itu terus, dipakai untuk membilas puluhan gelas tanpa diganti. Bahkan kadang masih ada bekas mulut pelanggan sebelumnya yang menempel di pinggir gelas.

Peralatan yang digunakan seperti cangkir, gelas, dan sendok sering kali tidak dicuci dengan baik atau dibersihkan dengan air yang kurang bersih. Gelas yang tidak bersih bisa jadi sarang bakteri dan virus. Apalagi kalau gelasnya sudah kusam atau ada noda teh yang menempel permanen, jelas itu tanda gelas jarang dicuci dengan benar.

BPOM mengingatkan untuk memperhatikan faktor kebersihan dan sanitasi sebelum membeli es teh. Misalnya seperti menghindari gerai yang jorok, wadah es batu tidak bersih, atau es batu diambil langsung tanpa alat bantu. Kalau melihat kondisi seperti ini, lebih baik urungkan niat beli.

#5 Lokasi jualan yang jorok

Lokasi berjualan juga sangat menentukan kualitas higienis minuman. Bayangkan kalau gerobak es teh ada di samping tong sampah, atau di area yang penuh lalat. Gerai yang banyak lalat dan dekat dengan tempat pembuangan sampah sangat tidak dianjurkan karena bisa membahayakan kesehatan.

Saya pernah lihat penjual es teh yang tempatnya pas di sebelah got yang mengalir. Setiap ada motor atau mobil lewat, debu dan percikan air got langsung terbang ke arah gerobaknya. Bisa jadi, teh dan es batunya pasti kena kontaminasi. Tapi anehnya, tetap saja banyak yang beli. Mungkin karena harganya murah atau memang sudah langganan.

Kelima “dosa” di atas bukan untuk menyerang semua penjual es teh ya. Masih banyak kok penjual yang menjaga kebersihan dengan baik, menggunakan air matang, es batu bersih, mencuci gelas dengan benar, dan memilih lokasi jualan yang higienis.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo yang Menguntungkan Mereka tetapi Sangat Merugikan Pembeli

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2025 oleh

Tags: bisnis es tehbisnis es teh jumboEs Tehes teh desaes teh jumboes teh manispenjual es teh jumbo
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Es Teh Kampul, Minuman Khas Solo yang Mampu Mengalahkan Perdebatan Pencinta Es Teh dan Es Jeruk

Es Teh Kampul, Minuman Khas Solo yang Mampu Mengalahkan Perdebatan Pencinta Es Teh dan Es Jeruk

20 Juni 2024
Es Teh Jumbo Tidak Bakal Laku di Solo, kalah Melawan Teh Lokal (Unsplash) es teh solo

Bisnis Es Teh Jumbo Belum Mati dan Justru Akan Segera Bangkit Lagi Gara-gara Cuaca yang Makin Tidak Masuk Akal

10 Mei 2025
Logika Aneh di Balik Es Teh Solo yang Bikin Kaget (Unsplash)

Logika Ekonomi yang Aneh di Balik Es Teh Solo, Membuat Pendatang dari Klaten Heran Sekaligus Bahagia

30 November 2025
Derita Bisnis Es Teh Jumbo yang Terancam Gulung Tikar (Unsplash)

Derita Pedagang Es Teh Jumbo yang Jualannya Terancam, Sudah Pasang Harga Murah Masih Kedatangan Pesaing Berat

11 Juli 2025
Es Teh Jumbo Tidak Bakal Laku di Solo, kalah Melawan Teh Lokal (Unsplash) es teh solo

Invasi Es Teh Jumbo di Kota Solo: Pasti Kalah Sama Khazanah Es Teh Lokal yang Lebih Sedap dan Lebih Jumbo

31 Oktober 2024
Es Teh Murah Pinggir Jalan Tidak Semuanya Enak, Ada yang Rasanya Aneh! Mojok.co

Es Teh Murah Pinggir Jalan Tidak Semuanya Enak, Ada yang Rasanya Ambyar!

8 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.