Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
30 Januari 2026
A A
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya akan bekerja menjadi cleaning service dan ditempatkan sebagai penjaga toilet di sebuah mal. Sebagai lulusan SMK, setelah lulus sekolah nanti saya ingin langsung bekerja di berbagai pabrik-pabrik industri, opsi tempat kerja yang saya pilih nantinya di kota kelahiran maupun daerah Jabodetabek.

Harapan bekerja di sebuah pabrik industri pun akhirnya tercapai, namun tidak bertahan lama hanya beberapa tahun saja. Pandemi covid-19 yang menjadi tersangka utamanya. Banyak pabrik industri yang keuangannya kolaps, sehingga banyak yang memberhentikan karyawannya dan saya termasuk salah satunya. Semenjak saat itu, status saya resmi menjadi seorang pengangguran.

Karena bosan menyandang status pengangguran dan tidak punya penghasilan, saya mencoba melamar ke berbagai tempat. Mencari pekerjaan pas covid-19 sebuah kegiatan yang menantang, karena begitu sulit mendapatkan kerja yang diinginkan. Sampai akhirnya, saya mencoba melamar di perusahaan jasa cleaning service. Saya pun diterima kerja dan ditempatkan di mal.

Kini, saya sudah jadi cleaning service selama 5 tahun lebih. Selain dipandang sebelah mata, jadi cleaning service juga sering disalahpahami. Berikut ini kesalahpahaman bekerja sebagai cleaning service di mata orang lain:

#1 Cleaning Service pekerjaan tanpa perlu keahlian

Ini adalah kesalahpahaman yang paling umum. Jangan salah ya, jadi cleaning service profesional itu butuh kecerdasan teknis yang mungkin nggak dimiliki manajer pemasaran. Pelaku profesi ini harus paham chemical handling.

Misalkan lantai granit harus pakai chemical A, lantai marmer harus memakai chemical B. Contohnya marmer itu “alergi” sama cairan asam. Salah pilih cairan, lantai gedung seharga miliaran bisa kusam permanen sehingga harus ganti dengan yang baru.

Cleaning service juga harus hafal bedanya cleaning, sanitizing, sampai disinfecting. Belum lagi urusan menjinakkan mesin polisher atau scrubber yang kalau dipegang bukan sama ahlinya, mungkin malah kita yang mencobanya terseret mesinnya ke dinding. Yang paling fatal adalah salah gerakan pada mesin, bisa memecahkan kaca.

BACA JUGA: Cleaning Service Rumah Sakit, Profesi yang Jelas Tak Bisa Diremehkan

Baca Juga:

Cleaning Service Rumah Sakit, Profesi yang Jelas Tak Bisa Diremehkan

Terima Kasih KFC, Saya Jadi Rajin Beres-beres Gara-gara Kampanyemu

#2 Membersihkan berarti harus banyak memakai sabun

Budaya kita sering menganggap kalau nggak licin banyak sabun dan nggak bau karbol menyengat, artinya nggak bersih. Itu salah besar. Penggunaan bahan sabun/chemical berlebih itu malah bikin residu lengket. Hasilnya? Debu malah makin betah nempel dan furnitur kantor Anda bakal cepat uzur/kotor.

Cleaning service profesional itu bekerja dengan takaran chemical yang telah ditentukan, bukan dengan perasaan.

#3 Cleaning Service itu bukan asisten pribadi

Ada garis tegas antara menjaga fasilitas umum dan membereskan menjadi asisten pribadi. Nah, cleaning service itu tugasnya memelihara lantai, kaca, dan toilet agar tetap layak huni sesuai dengan perjanjian kontrak.

Tapi saat di lapangan, banyak orang yang sengaja ninggalin meja kerja, toilet, lantai dll kayak kapal pecah dengan ucapan mereka yang template: halah, nanti juga dibersihkan sama cleaning service.

Sebenarnya bukan masalah bakal dibersihkan atau tidak, sama cleaning service seberantakan apa pun pasti dibereskan. Tapi sebagai manusia harusnya kita saling menghargai, bukan apa-apa membebankan kepada kami.

#4 Semua lap itu sama saja

Pernah perhatiin nggak kalau lap yang sering dipakai cleaning service itu warnanya beda-beda? Itu bukan biar warna estetika kayak pelangi, tapi ada aturan terutama demi keamanan.

Untuk lap warna merah khusus dipakai area “keramat” yang katanya paling jorok toilet/urinoir. Lap hijau untuk area dapur/food court. Sedangkan warna biru untuk bagian umum.

Menggunakan satu lap untuk semua permukaan adalah kesalahan fatal yang bisa menyebarkan kuman. Misal dari toilet lap warna merah, tapi dipakai untuk food court ke meja makan. Jadi, seorang cleaning service harus menerapkan kode etik ini alias sistem color coding ini.

BACA JUGA: Cleaning Service Bioskop, Si Ujung Tombak Bisnis Perfilman

#5 Cleaning service bekerja saat terlihat kotor saja

Banyak orang berpikir jika lantai terlihat mengilap, seorang cleaning service tidak perlu bekerja. Sampai ada yang nyeletuk kaya begini, “Lantainya kan masih kinclong, kenapa dipel lagi? Gabut ya?”

Ini kesalahpahaman yang paling ajaib. Tugas pelaku profesi ini, selain membersihkan, juga melakukan pemeliharaan. Tujuannya supaya kuman/kotoran nggak menumpuk dan material bangunan (seperti karpet, batu alam) tetap awet selama bertahun-tahun. Justru kalau kita melihat mereka kerja saat area tampak bersih, artinya mereka sukses menjalankan tugasnya sebelum semuanya berubah jadi kumuh dan tidak terawat.

Itulah sisi lain dari dunia profesi ini yang jarang diketahui orang awam. Pekerjaan yang berhubungan dengan bersih-bersih ini ternyata menuntut ketelitian, pengetahuan teknis, dan kesabaran ekstra. Semoga dengan tulisan ini, tidak ada lagi anggapan bahwa pekerjaan kami tanpa keahlian.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA (Petugas) Kebersihan yang Seringkali Disepelekan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026 oleh

Tags: cleaning servicegaji cleaning serviceloker cleaning servicetugas cleaning service
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Terima Kasih KFC, Saya Jadi Rajin Beres-beres Gara-gara Kampanyemu

Terima Kasih KFC, Saya Jadi Rajin Beres-beres Gara-gara Kampanyemu

14 Maret 2023
Cleaning Service Rumah Sakit, Profesi yang Jelas Tak Bisa Diremehkan

Cleaning Service Rumah Sakit, Profesi yang Jelas Tak Bisa Diremehkan

6 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri
  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.