Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

5 Barang Indonesia yang Sebaiknya Dibawa Merantau ke Luar Negeri

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
12 Februari 2022
A A
4 Barang Indonesia yang Sebaiknya Dibawa Merantau ke Luar Negeri Terminal Mojok

5 Barang Indonesia yang Sebaiknya Dibawa Merantau ke Luar Negeri (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Merantau untuk bekerja atau belajar di luar negeri memang menjadi tantangan tersendiri. Selain harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan musim yang mungkin berbeda dengan Indonesia, perbedaan budaya dan bahasa juga menjadi kendala. Namun, bukan orang Indonesia namanya kalau nggak bisa survive di negeri orang. Iya, nggak?

Sebelum pergi merantau, tentunya kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya. Paspor, visa, dan kelengkapan lainnya tentu harus dipenuhi. Selain persiapan mental dan fisik, ternyata ada beberapa barang dari Indonesia yang sebaiknya dibawa pergi saat merantau ke luar negeri, lho. Meski di negara tersebut mungkin ada lantaran sekarang banyak toko Indonesia di luar negeri, harganya mungkin sangat mahal. Sebenarnya kita bisa juga jastip ke teman, tetapi kalau bisa kita antisipasi sebelum pergi, kenapa nggak kita bawa sendiri saja sekalian? Berikut beberapa barang Indonesia yang sebaiknya dibawa saat merantau ke luar negeri.

#1 Cobek beserta ulekannya

Bagi yang doyan sambal, cobek dan ulekannya ini wajib banget dibawa. Halah, kan bisa pakai blender? Nggak sama, Ferguso. Beda rasanya. Cobek kayu dan cobek batu saja sudah bikin sambal yang diulek berbeda rasanya, apalagi pakai blender. Membayangkan cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat yang beradu di atas batu cobek saja sudah membuat air liur mau menetes. Halah. Intinya, nggak cobek nggak mantap, deh.

Bukannya di luar negeri juga ada yang jual? Dulu waktu saya ke Jepang, ada sih toko Indonesia yang jual barang Indonesia, salah satunya cobek. Harganya sekitar 5.000 yen atau sekitar 600.000 rupiah. Mahal? Jelas! Kalau beli di Indonesia memang nggak sampai 100.000 rupiah. Kalau saran saya, sih, mending bawa cobek dan ulekannya ketimbang baju. Soalnya baju murah di perantauan banyak, kok.

#2 Alat ibadah

Alat ibadah tentunya disesuaikan dengan masing-masing agama, terutama soal kitab. Kalau saran saya, mending bawa yang berbahasa Indonesia atau buat yang muslim kalau mau bawa Al-Qur’an, bawa yang ada terjemahan bahasa Indonesianya. Halah, di ponsel kan juga bisa. Iya, sih, kalau kalian terbiasa membaca Al-Qur’an di ponsel ya silakan. Tapi percayalah, di saat penat memandangi layar laptop dan ponsel, membaca kita secara manual itu sangat cocok untuk healing. Hati juga jadi lebih tenang, lho.

Bagi yang muslim, jangan lupa bawa sajadah, sarung dan kopiah/peci, dan mukena. Saya yakin sih di luar negeri juga ada yang jual, tapi mungkin saja bentuknya berbeda dan harganya mahal. Lagi pula, banyak kok muslimah negara lain yang salat nggak bermukena. Tapi, kalau sudah terbiasa pakai, agak sulit ya kalau nggak pakai. Pokoknya sesuaikan dengan negaranya saja. Beribadah senyaman kita saja.

#3 Minyak gosok dan obat-obatan

Barang dari Indonesia lainnya yang nggak kalah penting untuk dibawa merantau ke luar negeri adalah minyak gosok. Ini termasuk minyak kayu putih, minyak telon, minyak tawon, dan minyak-minyakan lainnya, ya. Ketika saya merantau ke Jepang, di sana nggak ada apotek yang jual perminyakan ini, lho. Orang Jepang nggak terbiasa dengan “bau menyengat” dari minyak-minyak ini. Makanya saya kalau mau pakai ya terpaksa pas di rumah saja.

Untuk obat-obatan, sebenarnya di luar negeri juga banyak tersedia. Hanya mungkin dosisnya berbeda. Bisa jadi juga tubuh kita sudah terbiasa dengan obat Indonesia yang sudah lama dikonsumsi. Saya pernah punya pengalaman minum obat Jepang saat pusing, eh, tapi malah nggak sembuh. Begitu minum obat sakit kepala Indonesia, langsung hilang lho pusingnya. Ini berlaku juga buat obat flu dan masuk angin. Eh, tapi nggak berarti obat Jepang itu nggak bagus, ya. Mungkin hanya masalah kecocokan. Yang jelas, kalau mau bawa minyak dan obat-obatan ini harus lihat tanggal kedaluwarsanya juga.

Baca Juga:

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

#4 Cabai kering dan bumbu

Percaya atau nggak, saya dulu mengeringkan cabai 1 kilogram sebelum berangkat ke Jepang. Cara ini cukup efektif, lho. Kalau bikin mi rebus atau masak sayur, saya tinggal meremuk cabai keringnya dan ditaburkan. Bisa juga sih bawa cabai fresh, tapi harus segera dimasukkan freezer begitu tiba di negara tujuan. Takutnya cepat busuk.

Kalau di negara tujuan ada kesempatan bercocok tanam, mungkin biji dari cabai kering itu bisa dicoba ditanam, lho, Gaes. Siapa tahu kalau tumbuh cabainya bisa buat penyelamat bulan-bulan berikutnya saat ingin makan pedas.

Bumbu-bumbu lain seperti bumbu gulai, tongseng, rendang, soto, pecel, dll. juga boleh dibawa, kok. Bumbu jadi juga sudah banyak mereknya di pasaran. Tinggal pilih sesuai selera. Bahkan ada juga yang bawa bumbu dasar putih, kuning, dll. untuk masak. Jadi, kalau mau masak tinggal cemplung-cemplung dan improvisasi sesuai selera. Jangan lupa juga bawa micin dan penyedap rasa. Di negara lain mungkin micinnya nggak sama dengan kita.

#5 Tepung, keju, dan bahan makanan lain

Jujur saja, saat ingin bikin cilok di Jepang, saya kerepotan mencari tepung kanji dan sagu. Di Jepang adanya tepung dari beras, kentang, dan jagung. Ketika saya mau bikin martabak pun, margarin dan keju di Jepang berbeda. Bahkan meses yang ada di Jepang fungsinya hanya untuk hiasan tanpa rasa manis, jelas ini beda banget sama di Indonesia. Halah, rewel, ya? Hehehe.

Bahan makanan ini tentunya opsional dan disesuaikan saja sesuai kebutuhan. Saos tiram, saos pedas, dan kecap manis juga disesuaikan. Lagi pula kalau soal makanan, kalau mau tinggal lama di negara tersebut ya mau nggak mau harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, kan? Jangan terlalu bergantung dengan bahan makanan Indonesia. Mahal di rantau, Bos.

Sebenarnya, sekarang sudah banyak kok toko bumbu Indonesia di luar negeri. Bahkan, makanan Indonesia juga ada yang dijual bebas di supermarket. Tentu saja harganya beda ya. Mi instan di sini biasa dibandrol 3.000 rupiah, di Jepang harganya bisa 4 kali lipat. Di Jepang sendiri juga jual tempe, lho, satu bijinya 50.000 rupiah. Hehehe. Jadi makanan mahal, ya.

Itulah lima barang dari Indonesia yang sebaiknya dibawa merantau ke luar negeri. Kalau baju atau kebutuhan lain sih pasti banyak di negara tujuan. Yah, sesuaikan saja dengan selera dan kenyamanan masing-masing. Kira-kira selain lima barang di atas, barang apa lagi yang perlu dibawa ke perantauan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2022 oleh

Tags: barang indonesialuar negerimerantau
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

anak mama

Dilema Anak Mama yang Pergi Merantau untuk Pertama Kalinya

3 Juli 2019
Tanda Kalian Nggak Cocok Tinggal di Wonosobo, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sini Mojok.co

Tanda Kalian Nggak Cocok Tinggal di Wonosobo, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sini

22 Juli 2024
5 Hal yang Bikin Orang Bekasi Culture Shock Saat Merantau ke Solo

5 Hal yang Bikin Orang Bekasi Culture Shock Saat Merantau ke Solo

31 Oktober 2024
Selo, Jalur Favorit Saya untuk Pulang ke Magelang dari Solo Mojok.co

Selo, Jalur Favorit Saya untuk Pulang ke Magelang dari Solo

14 Desember 2025
6 Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa Perantauan dengan Uang Saku Pas-pasan Mojok.co

6 Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa Perantauan dengan Uang Saku Pas-pasan

11 Juni 2024
Menebak Pikiran Orang yang Suka Buang Sampah Sembarangan

Pekerjaan Rumah Besar Soal Sampah: Negara Luar Malah Nambahin

23 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.