Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

5 Alasan Jadi Penghuni Kampus Cabang UIN Jakarta Itu Nggak Buruk-buruk Amat

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
9 April 2020
A A
5 Alasan Jadi Penghuni Kampus Cabang UIN Jakarta Itu Nggak Buruk-buruk Amat
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sih yang tidak mengenal kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta? Sebagai kampus yang terletak di Ciputat tapi mengaku bagian dari Jakarta, UIN Jakarta memang tidak ada habisnya untuk diceritakan dan digali kisah di dalamnya. Namun, apa kalian tahu kalau selain ada kampus 1 dan kampus 2, ternyata ada kampus 3 yang cuma berisi satu fakultas?

Jadi begini teman-teman yang budiman. Semenjak tahun 2017, ada satu fakultas yang pindah gedung ke daerah Pisangan, dan fakultas itu (kebetulan) adalah fakultas saya, Fakultas Adab dan Humaniora. Jangan-jangan kalian tidak tahu ini fakultas isinya prodi apa, ya? Oke, nanti saja saya ceritakan, deh.

Fakultas Adab dan Humaniora pindah gedung pada masa dekan fakultas dipegang oleh Bapak Sukron Kamil. Alasannya waktu itu karena kurangnya fasilitas dan juga gedung yang terlalu kecil. Jadi saat ada gedung baru yang dibangun oleh pihak kampus, tidak pakai tapi langsung saja pihak dekan mengambil kesempatan untuk mengisi gedung kosong tersebut.

Sebetulnya, yang dulu diwacanakan akan pindah ke kampus 3 adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mungkin, karena ada sedikit bincang-bincang yang saya tidak tahu isinya, maka jadilah Fakultas Adab dan Humaniora yang pindah. Namun, apakah mahasiswa Adab suka gedung baru? Hmmm, tentu saja hal baru akan menimbulkan pro dan kontra. Justru, aneh kalau tidak ada pro dan kontra. Kalau mahasiswa justru harusnya ada gesekan sedikit. Wajar, apalagi ini masalah perpindahan kampus. Sejak awal UIN berdiri, Adab pun juga baru pertama kali ini pindah. 

Gedung baru yang membuat suasana baru juga membuat sedikit canggung penghuni barunya, mulai dari kelas yang berbeda, bentuk ruangan, dinginnya pendingin ruangan, letak kamar mandi, bahkan tempat nongkrong para mahasiswa juga akan memengaruhi. Bahkan, boleh jadi gedung baru akan memengaruhi kisah romansa para mahasiswa. Siapa yang tahu, bukan? 

Tapi tunggu dulu, di sini saya bukannya mau protes atau tidak terima fakultas dipindahkan ke ‘kampus’ baru. Sama sekali tidak. Telat sekali saya protes hari ini, sudah kelamaan dan sangat terlambat untuk protes tentang gedung ‘kampus’ baru. Teruntuk kalian yang ingin masuk Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atau teman-teman di ‘kampus’ 3, justru saya di sini ingin membeberkan fakta dan kelebihan tentang kampus 3 tempat saya belajar.

Jadi, silakan simak fakta tentang kampus 3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta! 

Pertama: Akses kampus yang lebih mudah

Jika ingin ke kampus 1 apalagi pagi-pagi akan terkena macet. Percayalah, di jalan raya di depan kampus 1 saat pagi penuh dengan orang-orang yang akan berangkat ke kantor, belum lagi yang harus memutar balik. Duh, nambah dua kali lipat kerjaan. Selain itu, kampus 3 justru dekat dengan mahasiswa asal Pamulang, Pondok Cabe, Cirendeu, dan sekitarnya. Mudah diakses, bukan?

Baca Juga:

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

5 Alasan yang Membuat SPs UIN Jakarta Berbeda dengan Program Pascasarjana Kampus Lain

Kalian sudah terlanjur indekos di sekitar kampus 1? Jangan khawatir, justru karena itu kita diajarkan sehat oleh pihak kampus! Jalan kaki kan bisa mengurangi kalori. Bukankah agenda bagus ini patut didukung? Mau urusan administrasi ke kampus pusat? Jalan kaki lebih sehat~

Kedua: Bersebelahan dengan kantor kelurahan

Mahasiswa yang kebetulan orang Kelurahan Pisangan bisa dengan mudah datang ke kantor kelurahan tanpa susah payah! Tinggal goyang sedikit, sampai di kantor kelurahan. Jadi mudah untuk urusan administrasi. Kalau yang bukan orang Pisangan, ya, nggak tahu saya fungsinya apa buat kalian.

Mungkin, ya numpang wifi? Itu pun kalau dapat sandinya.

Ketiga: Punya Tempat nongkrong yang asyik

Kalau di kampus 1 ada Kafe Cangkir atau Koperasi Mahasiswa (Kopma), maka di kampus 3 ada Warung Madura yang murah! Wah, kapan lagi bersantai sejenak sambil membeli sebatang tembakau yang murah, lalu duduk santai di depan asrama putra yang bersebelahan kampus 3?

Selain itu, kita juga bisa jajan di penjual kaki lima yang berada dekat SMK Nusantara. Selain jajan, kita juga bisa bertegur sapa dengan siswa kelas menengah. Boleh jadi mereka tertarik. Tertarik masuk ke UIN, khususnya Fakultas Adab dan Humaniora maksudnya.

Keempat: Fasilitas kampus

Kalau di kampus 1 kita merasa fasilitas sangat terbatas, bersyukurlah! Karena di kampus 3 pun sangat terbatas pula. Lift yang sering mendadak tidak berfungsi? Hmmm, tapi ia bisa berbahasa Inggris. Jadi, masih terasa world class university–lah. Lalu proyektor yang sering mati di ruangan kelas? Di sini kami diajarkan untuk saling berinteraksi sebagai sesama manusia. Langit-langit yang berlubang? Oh jangan salah, itu memang bagian dari dekorasi. 

Ya, meskipun seadanya, kami juga diajarkan untuk bersabar bukan. Ingat, UIN adalah kampus Islami!

Kelima: Jauh dari keramaian

Kalau yang satu ini untuk membuat para mahasiswa fokus belajar saja. Kalau di kampus 1 nanti justru nongkrong di kopma, di cangkir, atau di DPR (di bawah pohon rindang) sekitar student center, yang anak UKM pergi ke sekretariatnya. Aktivitas begitu tidak mencerdaskan. Pokoknya mahasiswa itu harusnya belajar, belajar, dan belajar saja!

Begitulah, kami yang tidak berkuliah di kampus utama memang harus banyak-banyak bersyukur saja. Terima saja sudah. Lagian, sudah syukur kampus masih memberikan kami kampus 3 yang berisi fasilitas baru. Memang, nasib kampus cabang itu ada-ada saja. Namun, setidaknya kami masih kecipratan nama negeri dari UIN, bukan?

BACA JUGA 4 Hal yang Bikin UIN Jauh Lebih Unggul dari UI atau tulisan Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2020 oleh

Tags: kampus cabangUIN Jakarta
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

7 April 2025
Sedap Malam Ciputat Dibenci Sekaligus Dicintai Penghuninya (Unsplash)

Sedap Malam Ciputat: Dibenci Sekaligus Dicintai Penghuninya

20 November 2023
warung kopi warkop sangkan hurip uin syarif hidayatullah jakarta mojok.co maba uin jakarta

Bila Warkop Sangkan Hurip Bernasib seperti McDonald Sarinah

20 Juni 2020
Lulusan UIN Jakarta Serba Salah: Dianggap Liberal oleh Konservatif, tapi Dianggap Konservatif oleh Liberal

Lulusan UIN Jakarta Serba Salah: Dianggap Liberal oleh Konservatif, tapi Dianggap Konservatif oleh Liberal

1 April 2025
Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Mencetak “Mahasiswa Gila” (Unsplash)

Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang Sering Mencetak “Mahasiswa Gila”

7 Oktober 2023
Saya Tidak Menyesal Masuk UIN Jakarta meski Dianggap Kampus Buangan UIN Syarif Hidayatullah

Saya Tidak Menyesal Masuk UIN Jakarta meski Dianggap Kampus Buangan

2 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak
  • Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa
  • Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
  • Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan
  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.