Informasi
ADVERTISEMENT

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Komunikasi yang Telanjur Dipercaya

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Komunikasi yang Telanjur Dipercaya Terminal Mojok

Ketiga, banyak praktik. Awalnya saya membayangkan kalau kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi itu bakal banyak belajar praktik bagaimana menjadi MC yang baik dan benar, belajar bikin konten di media sosial, belajar bikin film, dan belajar-belajar praktis lainnya. Namun konsepnya ternyata nggak begitu, Gaes. Boro-boro praktik, kebanyakan malah belajar teori-teori ilmu komunikasi macam teori efek media, teori dramaturgi, teori semiotika, dan yang lainnya. Bahkan, tugas kuliahnya pun biasanya disuruh bikin riset dan makalah ilmiah. Ya memang sih ada juga tugas-tugas praktik, tapi porsinya nggak sebanyak teorinya. Maklum saja, yang namanya mahasiswa itu kan akademisi, bukan praktisi, makanya materi kuliahnya lebih banyak teori daripada praktik.

Keempat, nggak ada pelajaran hitung-hitungan. Kata siapa kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi itu nggak ada pelajaran hitung-hitungannya? Kenyataannya ada, Gaes. Ada satu mata kuliah yang namanya Metode Penelitian Kuantitatif. Di sini kamu bakal belajar penelitian dengan menggunakan rumus statistik—lengkap dengan tabel-tabel angka yang njelimet itu—untuk menguji teori ilmu komunikasi yang kamu gunakan. Bahkan kalau kamu berjodoh, hitung-hitungan statistik tadi bakal terus kamu jumpai sampai penyusunan tugas akhir nanti. Hadeh.

Nah, itulah empat salah kaprah soal jurusan Ilmu Komunikasi yang beredar di masyarakat. Intinya sih, kuliah di mana pun, mau di jurusan Ilmu Komunikasi atau jurusan yang lain, ya sama saja. Sama-sama pusing maksudnya!

Penulis: Andri Saleh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi yang Disangka Belajar Ngomong Doang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2022 oleh .

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.