Informasi
ADVERTISEMENT

4 Rekomendasi Sepatu Lokal yang Jarang Dilirik, padahal Murah dan Desainnya Mewah

4 Rekomendasi Sepatu Lokal yang Jarang Dilirik, padahal Murah dan Desainnya Mewah

Ortuseight

Ketiga, ada Ortuseight dengan lambang lingkaran dan sedikit runcing di atasnya. Ortus ini sudah sering sekali di review oleh pelari Indonesia. Build quality-nya yang kokoh dan harganya yang terjangkau kini kerapkali jadi pilihan runner Indonesia. Produk-produknya berkisar dari harga 300 ribuan dengan bahan dan material yang propper. Katanya, di tahun 2024 nanti Ortus bakal meluncurkan sepatu dengan berat 200 gram. Keren kan? Yuk beralih ke produk lokal!

Rekomendasi sepatu lokal terakhir, Kanky

Terakhir ada Kanky, sneakers dengan rentang harga dari 190 ribuan ini bisa dijadikan opsi. Mulai dari sepatu sekolah, casual, hingga running juga cocok. Salah satu yang menarik perhatian adalah Kanky Story Shingen, yang harganya sekitar 350 ribuan. Bentuknya yang elegan dan motifnya yang tidak terlalu ramai membuat saya kepincut dengan sepatu ini. Insole yang nggak mudah kempes dan empuk adalah keunggulan dari Kanky ini. Produk ini juga sudah tersedia di marketplace.

Itulah beberapa produk sepatu lokal yang jarak dilirik oleh sneakerhead, padahal kualitasnya juara dan yang paling penting buatan dalam negeri. Sesekali cobain deh produk di atas, pasti bakal nggak nyangka kalau itu adalah produk dalam negeri.

Nggak usah gengsi untuk sekadar memakai sepatu buatan lokal. Justru harusnya kita berbangga, karen bisa membantu perekonomian negara. 100 persen cinta Indonesia kann. Yuk mulai beralih ke produk lokal!

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2023 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

Exit mobile version