4 Playlist Original Spotify yang Haram Diputar Saat Menghemat Kuota

spotify

“Hari gini emang masih jaman menghemat kuota?” ini jawaban teman waktu saya minta tips cara menghemat kuota internet. Saya yang berpegang teguh pada prinsip jadul: hemat pangkal kaya, merasa kurang enak hati mendengar komentar tersebut. Tapi balik lagi sih, setiap orang punya prinsip yang berbeda-beda. Bagimu prinsipmu, bagiku prinsipku.

Dan prinsip hemat kuota ini saya terapkan saat memutar lagu di Spotify.

Sebagai pendengar setia Spotify yang sedang menghemat kuota internet, akhirnya saya sadar bahwa ada beberapa playlist tertentu yang memiliki kemampuan menghipnotis sampai saya lupa dunia. Dan semakin lama playlist diputar, sudah pasti semakin tersedot paketan saya. Ya, walaupun nggak seberapa namun sedikit-sedikit lama-lama menjadi ludes juga kan. Ini dia daftar playlist yang saking enaknya sampai saya lupa kalau saya dalam mode menghemat kuota.

#1 Before tidur

Kebiasaan saya kalau sebelum sleeping selalu dengerin musik biar nggak overthinking. Dan kapan hari saya menemukan salah satu playlist yang namanya: before tidur. Di keterangannya tertulis: your perfect bedtime mellow-pop mix. Asli, lagu-lagu di dalamnya sukses bikin saya berguling-guling dikasur, kadang juga melayang-layang ke masa lalu, bahkan terbayang-bayang jodoh masa depan. Dengan kata lain, saya menghayati lagu-lagu mellow tersebut sampai saya pules tanpa disadari.

#2 Generasi galau

Sebenarnya saya kurang suka mengakui diri sebagai generasi patah hati. Tapi, ya begitulah realitasnya. Saya tipe orang yang kalau patah hati nggak mau memperlihatkannya di depan orang-orang. Jauh lebih mending saya sembunyikan semua itu dengan menutup pintu kamar rapat-rapat dan memutar playlist andyalan: generasi galau.

Sudah, tidak usah menyalahkan saya, kadang manusia akan menemui masa-masa menyulitkan diri sendiri. Sebab, nyetel lagu sedih pas lagi mengsedih itu kurang lebih kayak ngiris bawang merah sekilo pakai pisau tumpul. Alias nangisnya nggak kelar-kelar. Poin penting kenapa playlist ini bikin saya ketagihan, karena lagu-lagunya makin lama makin relate sama kehidupan saya. Ini ajaib dan saya mengaku tenggelam di dalamnya.

#3 Song to sing in the shower

Ini adalah tingkat keanehan Spotify yang saya temukan: menciptakan playlist untuk mandi dengan durasi dua belas jam lebih dua belas menit. Dan ajaibnya, disukai oleh hampir enam setengah juta orang. Lha, gimana mandi saya tidak lama kalau lagunya aja nggak mandeg-mandeg. Kalau dilihat dari angka likes-nya, saya setuju kalau isi dari playlist ini emang uenak kalau dipakai mandi. Selain bisa karaokean, saya juga bisa sambil nguras kamar mandi tanpa merasa bosan. Saya sangat merekomendasikan playlist ini untuk kaum banjir kuota atau pengguna wi-fi.

#4 Santai sejenak

Sejak awal saya tahu kata santai sejenak sebenarnya hanya gimmick belaka. Pasalnya lagu-lagu di playlist ini sebenarnya justru bikin saya betah bersantai-santai sambil goleran di lantai dalam durasi yang tak bisa dibilang sejenak. Tapi, kalau memang niatnya untuk membuat pendengar bisa santai sejenak, lah kenapa kok durasinya lima jam lebih gitu lo. Saya sebagai mahasiswa semester lima yang tugas-tugasnya tidak masuk akal, merasa menjadi korban atas keberadaan playlist ini. Niat bersantai lima belas menit, eh malah jadi satu jam. Sudah rugi waktu, rugi kuota pula.

Sebenarnya terlalu berlebihan kalau hanya mendengarkan musik saja sampai dibilang rugi kuota. Masalahnya, hampir di setiap kegiatan yang saya lakukan, saya membutuhkan lagu. Bayangkan saja, dalam sehari saya mandi dua kali, saya muter lagu. Saya galau seharian, muter lagu. Sampai saya tidur pun harus muter lagu.

Dari sini saya sadar kalau borosnya kuota adalah murni karena kesalahan saya sendiri. Dan kurang etis kalau saya bilang haram hukumnya mendengarkan lagu diatas saat sedang hemat kuota. Tapi kalau ditelaah lebih lanjut, ini sebenarnya merupakan bagian dari keberhasilan Spotify yang bisa bikin loyalitas pendengar semakin meningkat dengan kreativitas dalam menciptakan playlist berkekuatan hipnosis.

Sekaligus bikin kuota orang cepat habis.

Sumber Gambar: Pixabay

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version