Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

4 Pemikiran Aneh Anak Organisasi Mahasiswa Eksternal yang Pernah Saya Dengar

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
30 Oktober 2025
A A
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam

Share on FacebookShare on Twitter

Saat dulu masih kuliah, saya cukup terbilang aktif di organisasi mahasiswa eksternal. Alasannya, karena saat itu memang saya menemukan tempat untuk menyalurkan kreativitas saya. Saya bisa menulis pun karena masuk organisasi eksternal ini. Walaupun, dewasa ini organisasi eksternal banyak dipandang sebelah mata.

Tapi saya nggak mau cerita itu, saya mau cerita soal pengalaman unik atau justru aneh yang saya alami selama aktif di organisasi mahasiswa eksternal. Karena namanya organisasi mahasiswa eksternal, tentu saja banyak mahasiswa di dalamnya. Berbagai jenis mahasiswa saya temui. Termasuk mahasiswa dengan pemikiran aneh.

Saking anehnya, saya sampai nggak bisa lupa sampai sekarang. Karena, ya, aneh banget. Kalian nilai sendiri nih keanehan pemikiran mereka.

#1 Organisasi lebih penting daripada akademik

Pertama, organisasi lebih penting dibandingkan kewajibannya sebagai mahasiswa untuk menyelesaikan akademiknya. Seringkali banget saya nemu mahasiswa kayak begini. Padahal, banyak dosen-dosen yang dulunya aktif di organisasi mahasiswa eksternal, tapi selalu menasihati agar tetap fokus ke akademik.

Nyatanya, ada yang bebal dan lebih memilih mengorbankan akademik demi organisasi. Organisasi diikuti sampai malam, rapat sampai bela-belain begadang, tapi perkuliahan diabaikan. Bahkan, ada yang sampai DO karena kuliahnya nggak becus, tapi tetap lancar di organisasi. Kocak banget.

Lucunya, dulu pernah terjadi di organisasi mahasiswa eksternal yang saya ikuti. Ada orang sejenis ini nyalon jadi ketua umum, malah dipilih. Stres. Orang-orang malah milih dia jadi pemimpin, padahal mengurus diri sendiri dan akademiknya aja nggak becus.

#2 Nggak bisa berkembang kalau tidak menguasai himpunan dan BEM

Pemikiran aneh kedua yang pernah saya temui adalah merasa nggak bisa berkembang kalau tidak menguasai himpunan dan BEM. Masuk organisasi eksternal itu justru bukan untuk berkembang, tapi buat menguasai himpunan dan BEM, baru di situ jadi tempat berkembang. Aneh banget nggak, tuh.

Kan sama-sama organisasi. Bedanya, yang satu eksternal, satunya lagi internal. Jadi, buat apa masuk eksternal hanya untuk masuk internal. Organisasi eksternal seakan-akan lembaga calo yang digunakan untuk masuk organisasi internal doang.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

Padahal, organisasi eksternal bisa membuat program, acara, sampai pelatihan sendiri. Sayangnya, banyak yang menganut pemikiran aneh seperti ini  saat saya masih mahasiswa. Saat organisasi mahasiswa eksternal kalah di PEMIRA (Pemilihan Umum Raya), organisasi mahasiswa eksternal jadi anyep dan nggak ada kegiatan.

Ujung-ujungnya hanya orang-orang dengan pemikiran normal yang terus membuat program agar berkembang di organisasi mahasiswa eksternal.

#3 Menganggap orang-orang yang nggak gabung organisasi adalah mahasiswa kelas 2

Ini jatuhnya aneh plus brengsek, sih. Kok bisa-biasanya menganggap orang yang nggak gabung organisasi mahasiswa eksternal sebagai mahasiswa kelas 2, padahal organisasi tempatnya bernaung tidak membatasi dan membebaskan siapa saja bergabung. Seakan-akan mahasiswa yang tidak bergabung dianggap kurang sempurna.

Tapi, giliran waktunya butuh suara saat PEMIRA, mendekati dan memohon-mohon supaya diberikan suara. Mirip banget kelakuannya sama yang kemarin didemo masyarakat, ya? Padahal ini sudah terjadi dari beberapa tahun lalu, bahkan masih mahasiswa pula! Memang susah dihapus orang-orang kayak begitu di legislatif kita, wong dari bibitnya saja sudah ada yang sejelek itu.

#4 Menganggap senior adalah sumber pendapatan

Ada lagi yang aneh, hidup dari organisasi dengan cara ngikutin senior. Ada yang menganggap senior adalah dompet berjalan, jadi sumber pendapatannya. Jadi, dia cari duit dari “mengolah” senior. 

Ini tuh bukan maksudnya minta kerjaan ke senior, loh. Bukan sama sekali. ini literally morotin senior. Jadi setiap ada apa-apa ke senior. Dengan dalih program, acara, sampai segala bensin minta ke senior. Okelah kalau misalnya minta ke senior yang suka ngatur-ngatur, karena risiko dari ngatur-ngatur itu, lah ini senior yang nggak aktif dan sudah sibuk dengan kehidupan barunya masih juga diolah. Aneh betul.

Memang makin ke sini organisasi mahasiswa eksternal perlu banyak berbenah. Karena polanya malah mirip-mirip beberapa ormas dan partai yang suka buat aneh-aneh. Bukannya berkembang, malah bikin roda setan yang begitu-begitu aja terus berputar.

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ormek Lebih Cocok Disebut Kumpulan Mahasiswa Haus Pujian daripada Organisasi Mahasiswa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2025 oleh

Tags: organisasi mahasiswaorganisasi mahasiswa eksternalormawapemira kampussenioritas kampus
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

lembaga dakwah kampus

Meluruskan Soal Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang Sering Disebut Sarang Radikalisme

26 April 2020
Karang Taruna Bangkalan, Bikin Ketuanya Merasa Gagal (Unsplash)

Karang Taruna, Satu-satunya Organisasi di Bangkalan yang Bikin Ketuanya Merasa Gagal Jadi Pemimpin

13 Februari 2024
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Ormawa yang Menjelma Jadi Event Organizer: Dekadensi atau Cara Beradaptasi?

Ormawa yang Menjelma Jadi Event Organizer: Dekadensi atau Cara Beradaptasi?

25 November 2023
bahas proker di warung kopi

Bahas Proker di Warung Kopi: Hasil Nihil, Ngantuk sih Iya

2 November 2021
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Di Kampus Saya, Menjadi Presma Hanyalah Impian Saat Maba

13 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.