Penonton setia serial TV Upin Ipin pasti tidak asing dengan karakter Jarjit Singh. Karakter yang biasa dipanggil Jarjit itu terkenal dengan pantun-pantunnya yang “ajaib”. Iya, ajaib karena sering nggak nyambung, bahkan keluar dari pakem rima pantun. Bahkan, salah satu tulisan Terminal Mojok pernah membahas betapa jelek pantunnya dengan judul 8 Pantun Jelek dan Gagal Ciptaan Jarjit dalam Serial Upin Ipin, Lebih Baik Jangan Ditiru.
Ternyata, Jarjit bukan hanya beloon soal berpantun. Dalam kehidupan sehari-hari, /ketika bermain dengan kawan-kawan Kampung Durian Runtuh, dia juga sering nggak nyambung. Momen ini bikin penonton gemas sendiri, tapi anehnya, cerita di tiap episode jadi lebih hidup. Berikut adalah 4 momen paling beloon yang nggak akan saya lupa:
#1 Adu stik es krim menggunakan sendok es krim
Pada serial Upin Ipin pada musim ke-3 saat episode Gosok Jangan Tak Gosok, para murid kelas Aman sedang menunggu giliran pemeriksaan gigi gratis. Untuk mengisi waktu luang, mereka asyik bermain adu stik es krim. Dalam permainan ini, Mail adalah juara yang tak terkalahkan yang membuatnya sangat percaya diri.
Mail dengan penuh semangat menantang siapa saja yang berani melawannya. Jarjit tiba-tiba ikut nimbrung dan bisa berhasil mengalahkan Mail, membuat semua murid terkejut. Namun, saat Ehsan memeriksanya kembali, ternyata Jarjit menggunakan sendok es krim, bukan stik es krim seperti aturan permainan sebelumnya. Akibatnya, Jarjit didiskualifikasi.
#2 Membawa gelas yang terbuat dari seng
Masih di episode yang sama Gosok Jangan Tak Gosok. Setelah selesai pemeriksaan gigi, Cikgu Jasmin memberikan tugas kepada seluruh murid kelas Aman untuk membawa gelas masing-masing. Keesokan harinya, para murid datang dengan gelas dan saling memamerkan betapa bagusnya gelas yang mereka bawa. Salah satu gelas yang dibawa Ehsan yang paling canggih diantara yang lainnya dengan fitur buka tutup otomatis.
Namun, seperti biasa, Jarjit lagi dan lagi ikut nimbrung sambil berkata, “Tengok ya tengok gelas yang saya bawa!” Setelah dipamerkan, gelas yang dibawa Jarjit cuma gelas yang terbuat dari seng sederhana tanpa motif apapun. Hasilnya, tak ada satu teman Jarjit pun yang terpesona dengan gelas yang Jarjit bawa.
#3 Jarjit bermain perang-perangan, malah membawa pistol yang cuma berbunyi tapi tidak bisa menembak
Pada musim ke-3 serial Upin Ipin yang berjudul Kami 1 Malaysia, Upin, Ipin, dan teman-teman mereka seperti Ehsan, Fizi, Mail, Meimei, serta Devi sedang asyik bermain perang-perangan. Permainan mereka terinspirasi dari para tentara Malaysia di masa lalu yang rela berkorban demi kemerdekaan negaranya. Episode ini merupakan edisi istimewa yang dipersembahkan khusus untuk menyambut Kemerdekaan Malaysia.
Saat itu Upin, Ipin, Ehsan, Fizi, Mail, Meimei, dan Devi tenggelam dalam keseruan bermain perang-perangan, tiba-tiba Jarjit muncul dan mengganggu suasana dengan ingin ikut bermain. Jarjit memamerkan pistol mainannya yang hanya mampu mengeluarkan suara “ciung… ciung… ciung” tanpa efek tembakan sungguhan.
Melihat hal itu, Ehsan menolak keikutsertaan Jarjit, dengan alasan bahwa aturan permainan mengharuskan pistol yang bisa menembak. Merasa ditolak, Jarjit pun pulang ke rumah untuk mencari pistol mainan baru yang benar-benar bisa menembak.
#4 Jarjit membawa sirsak ketika lomba durian
Kampung Durian Runtuh pernah menggelar acara lomba durian yang seru. Ada dua kategori utama: lomba makan durian dan lomba durian terenak.
Lomba durian terenak diikuti oleh enam peserta dengan varietas durian andalan masing-masing. Pak Samad membawa durian kampung, seorang peserta misterius yang belum diketahui namanya dengan durian merah, Cikgu Besar dengan durian tembaga, Abang Roy dengan durian musang king, Tok Dalang dengan durian duri hitam, dan Jarjit yang secara mengejutkan membawa durian Belanda (sirsak).
Namun, ternyata yang dibawa Jarjit bukan durian sungguhan, melainkan buah sirsak yang sekilas mirip durian karena sama-sama memiliki duri. Sang juri tetap membolehkan Jarjit ikut lomba, meski diprotes Abang Roy.
Dengan penuh percaya diri, Jarjit melontarkan pantun andalannya kepada sang juri, “Dua tiga soalan senang, boleh kasih saya menang?” Sang juri dengan gaya pantun yang sama kemudian membalas, “Dua tiga kucing saleh, tak boleh…”. Jarjit pun merasa kecewa karena tidak menang.
Itulah sederet momen beloon Jarjit Singh yang nggak nyambung, tapi malah mengundang tawa penonton. Kalau menurut kalian sebagai penggemar Upin Ipin, apakah ada momen beloon lainnya yang nggak kalah lucu?
Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.




















