4 Langkah untuk Mengurangi Penggunaan Plastik Pribadi

sampah plastik

sampah plastik

Judulnya udah kelihatan environmental enthusiast belum? xixixi

Memang benar bahwa konsumsi plastik pribadi di Indonesia sangat besar. Semisal untuk bungkus gorengan, jajan pasar, gelas thai tea, sedotan, ciki, in**mie, kertas minyak, laundry, belanja online, kosmetik, go-food, bahkan belanja di mi**ta aja sering dikasih kantong plastik dobel, lho!

Trus kalo diinget-inget, plastik kita larinya kemana sih? Kita buang di tempat sampah, habis itu diambil petugas kebersihan, trus nggak tau lagi—ini contoh yang lumayan bagus karena sudah membuang sampah pada tempatnya. Sebagian orang merasa bertanggung jawab sampai sini, dan menyerahkan sepenuhnya kepada petugas sampah. Prinsip seperti ini tentu tidak salah. Prok prok prok!

Kejadian lain misalnya, buang sampah sembarangan. Namanya juga manusia, memang tempatnya salah dan lupa. Ada yang disengaja, tapi banyak juga yang tidak. Tapi kalau kita ga sengaja buang sampah sembarangan, tiba-tiba keesokan harinya udah hilang aja yekan? Kemana ya dia? Kadang disapu sama yang punya tempat, kadang diambil sama orang yang selo, kadang juga teronggok disitu aja sampai hujan membawanya ke sebuah tempat pembuangan. Dia lari ke saluran air, dan saluran air berakhir di laut. Pasti sudah nggak asing lagi sama gambar penyu, paus, atau hiu di laut yang terlilit atau bahkan makan plastik. Cediih. Atau foto turis di pantai yang penuh plastik. Mudah-mudahan itu bukan sampahmu yha~

Sekarang waktunya kita berubah jadi lebih baik! Udah kayak kampanye caleg yhaa~
Maksudnya gaes, plastik ini kan umurnya panjang, konsumsinya meningkat terus, sementara luas bumi tidak berubah. Akankah ribuan tahun mendatang, generasi selanjutnya di tahun 3000 harus menemukan fosil plastik kita? Huhuhu jadi sampah jariyah deh.

Kadang kepikiran gitu sih, pengen berusaha menyelamatkan lingkungan kek orang-orang. Tapi nggak tahu caranya. Kadang juga nggak siap dengan komentar netizen, ntar pada bilang “sejak kapan jadi SJW (red: Social Justice Warrior)?”

Ahelah, kan cuma pengen hijrah. karena nggak bisa hijrah ke planet lain, maka hijrah perilaku jadi pilihan terakhir. Yaudahlah, mending kita coba aja solusi yang lain untuk meminimalisir dampaknya. Setidaknya diriku pernah berjuang~

Langsung aja cus, ini ni beberapa trik yang bisa dicoba untuk mengurangi sampah plastik pribadi. Yuhuu cekidot!

  1. Ga usah beli apapun

Boikot semua tempat penjualan apapun dan hiduplah di hutan. Otomatis nggak akan ada plastik a.k.a zero plastic. Yang ada makan umbi, babi guling, serangga, daun-daunan, dan minum air sungai. Kamu juga bisa mengajak teman-temanmu untuk mengikuti langkah ini. Mulai dari Pak Lurah, Pak RW, Pak RT, Karang Taruna, anak sekolah, ajak semua buat hijrah ke hutan. Semakin banyak yang kamu ajak, semakin sedikit penggunaan plastik. Dengan ini, kamu berkontribusi banyak untuk menekan penggunaan plastik di Indonesia. Dan juga yang paling penting, kamu jadi hemat! Tapi ingat, kalo hidup di alam juga, kamu harus berbagi dengan makhluk lain baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata.

  1. Numpang makan

Kalo kamu nggak kuat buat boikot toko retail dan hijrah ke hutan, kamu bisa coba trik ini yaitu numpang makan. Numpang makan di rumah orang tua, Bu Dhe, Paman, dosen, atau bisa juga ke kos temenmu. Inget yha, di rumah. Boleh juga sih di restoran, tapi nggak usah mbungkus juga.

Kalo di resto atau tempat makan gitu, jangan lupa bawa sedotan bambu atau stainless steel. Selain kamu ikut berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, dijamin orang di sekitarmu akan terinspirasi sambil berbisik, “Eh, dia care banget sama lingkungan”. Hehehe.

Selain merekatkan kembali hubungan kekeluargaan atau pertemanan, kamu membantu mereka bersedekah, konsumsi plastik pun berkurang, dan yang pasti, kenyaaang. Sering-seringlah!

  1. Kerja di rumah makan

Ini akan menjamin bahwa kebutuhan makanmu terpenuhi di dapur rumah makan tempatmu kerja. Jadi nggak perlu lagi beli makan di luar, bungkus, atau go-food yang biasanya dibungkus plastik. Kecuali kamu beli gudeg porsi tertentu akan dibungkus pakai besek. Hehe. Kalau kamu kerja di rumah makan, kamu berperan besar dalam menyelamatkan lingkungan lho. Nggak pakai plastik, dan mengurangi limbah makanan. Sekali dayung, dua pulau terlampaui kan?

  1. Bawa lemari ke toko

Kenapa bawa lemari? Kamu kalau habis belanja, belanjaannya ditaruh mana? Lemari atau rak kan? Nah, biar ga pakai kantong plastik dan nggak capek-capek bongkar muat dan menata barang, langsung aja bawa lemari. Nanti ditaruh di dekat kasir, biar Mba-mba kasir langsung menata di lemarimu. Praktis kan?

 

Jadi, mana yang mau kamu coba? Selamat mencoba!

Exit mobile version