Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Jenis Manusia yang Bikin Hidup di Desa Serasa Neraka

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
25 Januari 2025
A A
Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hidup di desa itu indah, saya akui, kalau tetanggamu nggak rese.

Jangan pernah tergiur dengan pemandangan asri, sawah hijau, kunang-kunang yang menyala di malam hari, atau suara kodok bersautan setelah hujan. Hal-hal indah tadi tidak ada gunanya jika mentalmu tertekan tiap hari.

Memang, pada dasarnya, hidup di kota dan desa itu nggak berbeda jauh. Bayarannya pun sama, mental. Ya bedanya hidup di desa healing-nya lebih mudah, tapi bisa jadi sama-sama mengerikan kalau dijalani.

Maka, bagi kalian yang ingin mundur dari brengseknya kota dan memutuskan kembali ke desa, ada baiknya hindari beberapa tetangga seperti ini. Kalau nemu saat survei tempat tinggal, tak ada satu pun tips terbaik selain lari. Beneran, lari.

Si paling srawung, bikin hidup di desa kayak neraka

Hidup di desa itu memang harus kuat srawungnya. Tak bisa saya mungkiri, sebenarnya ini baik banget. Hidup itu menyenangkan rasanya ketika kita tahu kita punya kawan bicara, dan menghabiskan malam dengan gelak tawa. Enak lho, ronda sambil ngobrol, minum kopi, dan singkong rebus. Saya yang pada dasarnya malas bersosialisasi saja nggak pernah keberatan kalau diminta ronda.

Masalahnya, srawung itu enak kalau nggak dipaksa. Kalau jadi paksaan dan ancaman, beda cerita.

Hampir pasti di tiap daerah yang saya temui, selalu ada si paling srawung. Orang ini selalu bikin agenda agar warga berkumpul, tanpa lihat kondisi, dan agendanya pun tak penting. Kalau ada warga yang tidak ikut karena ada keperluan, nanti jadi bahan rasan-rasan.

Si paling srawung ini kerap bergesekan dengan warga yang kerjanya sibuk banget. Soalnya ya nggak relate, wong yang kerja ini bisa istirahat aja alhamdulillah, sedangkan si paling srawung ini kan jelas nggak sesibuk si pekerja.

Baca Juga:

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa

Nah, kalau sudah nemu orang kayak gini, mending cabut. Atau siapkan mental dan alasan terbaik. Sebab kalau orang ini keinginannya dituruti, uripmu dadi nggilani.

Tukang slot

Wah kalau ini saya rasakan sendiri. Nggak tenang rasanya hidup di desa, tapi tetanggamu ada yang tukang main slot. Kalian akan ditembung utang tiap kali kalian terlihat punya duit. Memang solusinya tinggal tolak aja, tapi bagi kalian yang pernah bersinggungan dengan orang jenis ini, tahu bahwa kata tidak itu nggak ada artinya bagi mereka.

Lagian ngeri-ngeri sedap juga pas kumpul warga, terus ada yang ngeslot. Vibes-nya sering jadi nggak asing karena dia menggerutu gara-gara boncos. Menang juga nggak akan bagi-bagi.

Tetangga tukang hasut dan julid

Hidup di desa dan di kota nggak ada bedanya gara-gara orang jenis ini. Kadang lebih ngeri di desa malah, satu julid, sedesa tau semua.

Si A berantem sama istrinya? Sedesa tahu. Pak X naik jabatan? Sedesa tahu. Ibu B beli TV dan perabot baru, padahal kerja suaminya biasa saja? Sedesa ikut mengutuk.

Tapi tentu saja tidak semua desa seperti ini. Jika ada orang seperti ini, mereka sudah punya sirkelnya sendiri, dan meski sedesa tahu, mayoritas tidak peduli. Ini yang saya amati sih. Tapi ya, bagi kalian yang cabut dari kota, pasti akan merasa bete melihat kehidupan kalian jadi bahan omongan orang.

Hidup di desa mengerikan jika punya ketua RT yang ruwet

Waduh, ini adalah puncak dari turn off hidup di desa. Pokoknya, kalian harus gali informasi tentang ketua RT calon tempat tinggal kalian. Ketenangan hidup kalian soalnya ditentukan dari seberapa chill ketua RT kalian.

Kalau RT-nya orangnya enakan, nggak ribet, nggak gila hormat, dah, oke aja. Tapi kalau udah keliatan bawa-bawa jabatan, dan red flag lain yang jelas kalian sudah tahu, udah, cabut. Apalagi jika kalian pekerja yang kemungkinan melewati banyak pertemuan warga, neraka menanti kalian.

Hidup di desa sebetulnya enak. Tapi jika ada 4 orang jenis ini, pindah dari kota ke desa tak ada ubahnya pindah dari neraka ke neraka yang lain. Pemandangan seindah apa pun tak akan membantu kalian sama sekali.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2025 oleh

Tags: hidup di desaketua RTsrawungtukang gosiptukang judi slot
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Hidup di Desa Terlihat Indah Sebelum Kalian Mencium Bau Pupuk Cair dari Tinja Manusia

Hidup di Desa Terlihat Indah Sebelum Kalian Mencium Bau Pupuk Cair dari Tinja Manusia

7 Desember 2023
Sisi Gelap Pernikahan di Desa, Sudah Menggadaikan Sawah Demi Biaya Hajatan, Masih Aja Jadi Omongan Tetangga Mojok.co

Sisi Gelap Pernikahan di Desa, Sudah Gadaikan Sawah Demi Biaya Hajatan, Masih Aja Jadi Omongan Tetangga

24 Juli 2025
Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

2 November 2023
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

15 Oktober 2025
Privilese Jadi Anak Ketua RT yang Tidak Dirasakan Warga Biasa

Privilese Jadi Anak Ketua RT yang Tidak Dirasakan Warga Biasa

22 April 2024
Riang Prasetya, Ketua RT Rasa Kepala Daerah

Riang Prasetya, Ketua RT Rasa Kepala Daerah

27 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.