Kehadiran layanan ojek online (ojol) menjadi salah satu bentuk inovasi yang membantu kehidupan banyak orang saat ini. Di tengah kehidupan yang menuntut mobilitas tinggi dan efisiensi waktu, kehadiran ojol membantu dalam bepergian, memesan makanan, atau mengirimkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Saking begitu membantu, driver ojek online kadang dipesan untuk hal-hal di luar perkiraan Satu hal yang paling sering lewat di media sosial, seseorang memesan ojek online untuk sekadar menemani perjalanan pulang karena hari sudah malam.
Saya pun pernah melakukan hal serupa. Waktu itu motor mogok karena kehabisan bensin di suatu daerah Solo. Saat itu sekitar pukul 11 malam dengan area sekitar yang sangat sepi. Sementara jarak pom bensin dengan lokasi saya sangat jauh, sekitar 10 km. Jarak yang jauh dan suasana yang sepi membuat saya berpikir cepat sebelum terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.
Akhirnya saya memutuskan untuk memesan ojol dan memastikan, apakah driver ojol mau membantu mendorong motor saya dari belakang menggunakan motornya hingga ke pom bensin. Beruntung pada saat itu driver ojol menyanggupinya. Dia datang, kecemasan saya pun memudar.
Pengalaman itu menyadarkan saya, dalam kesialan yang mendadak dan tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa, layanan ojol bisa dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan tak terduga tersebut.
Setelah berbagi cerita ini kepada beberapa kawan, saya bahkan mendapat pengalaman lain bahwa mereka juga meminta pertolongan yang nggak kalah “aneh” dari apa yang saya lakukan.
#1 Memesan ojol untuk teknisi rumah tangga dadakan
Pertama, ojol sebagai teknisi rumah tangga dadakan. Teman saya bercerita bahwa dia pernah meminta pengemudi ojol memasang tabung gas dengan kompos di rumahnya. Persoalan gas kadang memang jadi masalah, terlebih dia hidup sebagai perantau.
Di lain kasus, teman saya yang lain justru memesan ojol untuk dimintai bantuan mengganti bohlam lampu.
Mungkin kelihatannya sepele, tapi aktivitas itu tidak selalu bisa dilakukan oleh semua orang. Sebab memasang bohlam lampu sekalipun butuh keberanian atau keterampilan untuk melakukannya. Bohlam yang letaknya di tempat tinggi tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang hidup sendiri dan takut kesetrum.
Dalam kondisi begitu, teman saya mungkin tidak butuh sosok yang profesional untuk membantunya. Yang dibutuhkan hanya sosok lain yang lebih berani, terbiasa, dan siap membantu.
#2 Pesan ojol untuk sekadar menemani perjalanan
Kedua, ada teman yang menggunakan jasa ojol untuk menemani perjalanan di malam hari. Jadi, dia tetap naik motornya sendiri, sementara ojolnya mengikutinya dari belakang.
Sudah jelas, situasi ini karena teman saya harus melewati rute yang sepi dan gelap sehingga khawatir dengan kemungkinan terburuk. Kehadiran ojol di sini membuat teman saya jadi tidak merasa sendirian.
Ini yang saya bilang kalau ojol memberikan rasa aman. Meskipun kehadiran ojol tidak otomatis dapat melindungi teman saya dari kejahatan, tapi sekali lagi, keberadaan orang lain setidaknya mengurangi rasa takut.
#3 Minta tolong ojol untuk mengantre
Ketiga, ojol sebagai pengganti waktu dan tenaga. Permintaan lain yang mungkin umum dilakukan adalah meminta pengemudi mengantre. Jadi di sini konteksnya bisa soal mengantri di tempat makan yang ramai (untuk booking tempat), mengantri tiket konser, atau membeli barang yang sedang ramai diburu.
Dalam situasi ini, tentu teman saya jadi terbantu dari segi waktu dan tenaga. Permintaan ini tentu dilakukan saat ojolnya memang mau melakukannya. Teman saya akan memberi tahu lewa chat bahwa permintaannya bukan untuk diantar, tapi untuk mengantri sesuatu. Jadi pemberitahuannya tidak mendadak saat ojol sudah tiba di lokasi jemput ya.
Biasanya kalau situasinya begini, yang dibayarkan bukan hanya biaya perjalanannya, tapi biaya waktu dan tenaga yang sudah dikeluarkan. Tentu dengan kesepakatan antara ojol dengan pelanggan.
#4 Minta tolong untuk hal-hal ekstrem dan problematik
Keempat, driver ojol diminta melakukan aktivitas ekstrem dan problematis. Saya agak terkejut saat teman saya bercerita bahwa dia pernah minta tolong driver ojol untuk mengusir ular atau biawak. Saya sangat nggak menyangka pengemudi ojol mau melakukannya.
Dalam cerita lain, ada yang bahkan memesan ojol untuk memantau pasangannya. Jadi sang ojol diminta memastikan apakah seseorang benar berada di lokasi tertentu atau tidak, sedang bersama siapa, dan melakukan apa.
Saya amat sangat kaget. Karena sang ojol rela menerima risiko persoalan yang berkaitan dengan privasi, misalnya masuk dalam pertengkaran, dianggap penguntit, atau berhadapan dengan orang yang bisa jadi problematis. Tapi ya sekali lagi, kalau dia sudah setuju, berarti siap dengan konsekuensi itu.
Berbagai permintaan ojol di atas menandakan bahwa betapa bergantungnya masyarakat pada driver ojol. Bahkan, di media sosial kerap beredar konten driver ojol yang terlebih dahulu mengamankan kejahatan jalanan karena mereka “narik” hingga malam hari.
Hal-hal di atas terdengar merepotkan bagi para driver ojol. Tugas dan tanggung jawab mereka seolah bergeser tidak hanya antar jemput penumpang, makanan, atau barang. Semua itu dilakukan secara tidak resmi atau di luar prosedural aplikasi lagi.
Akan tetapi, percayalah, sebagai pengguna setia aplikasi ojol, kami begitu terbantu dengan kehadiran mereka. Dan, siapa tahu, kalau permintaan yang “aneh-aneh” di atas semakin besar, itu bisa menginspirasi pengelola untuk membuat layanan baru di aplikasinya.
Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
