Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Merusak Keindahan Kabupaten Trenggalek

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
3 Agustus 2025
A A
4 Hal yang Merusak Keindahan Kabupaten Trenggalek

4 Hal yang Merusak Keindahan Kabupaten Trenggalek (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tidak kenal Trenggalek? Kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini terkenal dengan keindahan pantainya. Sebut saja Pantai Prigi, Pantai Karanggongso, atau Pantai Pasir Putih. Semuanya memesona. Tetapi di balik keindahan itu, rupanya ada banyak cerita lain.

Cerita tentang masalah-masalah yang kadang luput dari perhatian. Masalah-masalah ini adalah luka yang merusak pesona Trenggalek. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan, tapi biar kita tahu dan bisa bareng-bareng mencari solusi.

Setidaknya ada 4 luka yang dialami Kabupaten Trenggalek. Ini sesuai dari pengalaman saya sebagai wisatawan. Ternyata cukup banyak dan problematik. Mari kita bahas bersama-sama.

#1 Jalan rusak, curam, dan bikin deg-degan

Jalanan di Trenggalek itu unik. Topografinya itu sulit. Maklum, daerah ini kan daerah pegunungan. Jadi wajar jika ada jalan yang mulus, tapi banyak juga yang curam dan rusak. Apalagi kalau kita sudah masuk ke daerah pedalaman. Naik motor saja harus ekstra hati-hati.

Ada tanjakan yang super curam, sampai-sampai motor bisa mundur kalau tidak pintar-pintar menyeimbangkan. Belum lagi kalau musim hujan tiba. Jalanan ini jadi licin dan rawan longsor.

Akibatnya, transportasi jadi terhambat. Warga mau ke pasar jadi lama, hasil panen susah diangkut. Ini problem yang serius, lho. Perbaikan jalan pun butuh biaya besar. Pemerintah daerah mungkin punya keterbatasan dana. Ya sudahlah, warga Trenggalek hanya bisa pasrah dan berdoa.

#2 Sampah, masalah klasik yang selalu ada tak terkecuali di Trenggalek

Sampah itu masalah di mana-mana, termasuk di Trenggalek. Kabupaten ini punya banyak tempat wisata yang cantik, tapi sayang sampahnya di mana-mana. Belum lagi sampah yang berserakkan di sungai atau di pinggir jalan. Kurangnya kesadaran masyarakat jadi salah satu faktor penyebab utama masalah sampah ini tak pernah tuntas. Bahkan mungkin jadi aktor utamanya.

Tempat sampah sih ada, tapi kadang tidak digunakan dengan benar. Atau, jumlahnya kurang. Padahal kebersihan itu kan kunci utama pariwisata. Kalau pantainya kotor, siapa yang mau datang?

Baca Juga:

Trenggalek Rasa Menteng: Derita Sobat UMR Surabaya Mencari Tanah di Durenan Trenggalek

5 Hal yang Biasa di Surabaya, tapi Luar Biasa di Trenggalek

Masyarakat Trenggalek banyak yang tidak sadar. Banyak yang masih suka buang sampah sembarangan. Pemerintah daerah mungkin punya program, tapi pelaksanaannya belum maksimal. Pengelolaan sampah pun belum optimal

#3 Akses pendidikan belum merata di Trenggalek

Sekolah di Trenggalek sudah banyak. Tapi aksesnya kadang sulit.

Anak-anak di daerah pegunungan harus menempuh jarak yang jauh dan jalan yang sulit untuk bisa sampai ke sekolah. Hal ini tentu memberatkan mereka. Sekolah di pedalaman sering kali kekurangan fasilitas. Kurang pengajar pula, bahkan krisis.

Kadang, para siswa ini harus berjalan kaki berjam-jam. Ini bisa membuat semangat belajar jadi menurun. Keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah pedalaman juga jadi masalah. Lab komputer? Mungkin masih jadi impian.

#4 Lapangan kerja masih terbatas

Mayoritas masyarakat Trenggalek adalah petani dan nelayan. Sebagian lagi merantau ke kota besar. Lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian dan perikanan masih terbatas. Akibatnya, banyak pemuda yang bingung mau kerja apa setelah lulus sekolah.

Mereka akhirnya memilih merantau ke luar kota, mencari peruntungan di sana. Padahal kalau ada lapangan kerja yang cukup, mereka bisa membangun daerahnya sendiri. Memang sangat ironis.

Trenggalek belum banyak punya industri besar yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Perekonomian masih sangat bergantung pada pertanian dan perikanan. Peluang bisnis baru yang inovatif masih jarang.

Tak bisa dimungkiri bahwa Trenggalek itu indah. Tetapi keindahannya akan lebih sempurna kalau masalah-masalah di atas bisa diatasi. Ini bukan cuma tugas pemerintah, tapi masyarakat juga berperan dalam memperbaiki hal-hal di atas. Bisa dimulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan atau mendukung program pemerintah.

Mari kita jadikan Trenggalek bukan hanya sebagai surga yang tersembunyi. Tetapi juga sebagai tempat yang nyaman, maju, dan sejahtera untuk semua.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Trenggalek Kabupaten yang Krisis Identitas, Pantas Saja Ditinggalkan Warganya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2025 oleh

Tags: kabupaten trenggalektrenggalek
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Trenggalek Tidak Lebih Baik Dibandingkan Ponorogo, tapi Cukup Nyaman Ditinggali kok Mojok.co

Ponorogo Lebih Nyaman Ditinggali daripada Trenggalek, Fasilitasnya Lebih Lengkap dan Mumpuni

8 Januari 2024
8 Pantai di Kabupaten Trenggalek yang Worth It untuk Didatangi terminal mojok.co

8 Pantai di Kabupaten Trenggalek yang Worth It untuk Didatangi

8 Desember 2021
Jember dan Banyuwangi Patah Hati 21 Tahun karena Pemerintah (Unsplash)

Jalur Selatan Jember: Mega Proyek JLS Mangkrak 21 Tahun yang Memupus Impian Indah Bersama Banyuwangi

18 September 2023
Trenggalek Menyimpan 4 Makanan Legendaris Khas Jawa Timur (Unsplash)

Makanan Khas Jawa Timur Bagian Trenggalek: Rekomendasi 4 Kuliner Legendaris

28 Agustus 2023
Seandainya Trenggalek Punya Stasiun Kereta Api, Kabupaten Ini Pasti Tumbuh Makin Pesat dan Jadi Daerah Maju

Seandainya Trenggalek Punya Stasiun Kereta Api, Kabupaten Ini Pasti Tumbuh Makin Pesat dan Jadi Daerah Maju

7 Agustus 2025
Susahnya Tinggal di Kecamatan Munjungan Trenggalek: dari Akses Jalan yang Sulit hingga Sering Pemadaman Listrik

Susahnya Tinggal di Kecamatan Munjungan Trenggalek: dari Akses Jalan yang Sulit hingga Sering Pemadaman Listrik

14 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran Mojok.co

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

6 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.