Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
7 November 2025
A A
4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa Mojok.co

4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang lama hidup di kota, pindah ke desa adalah keputusan yang besar. Sebab, Saya merasa harus belajar dari nol lagi soal kehidupan bertetangga. Hidup di desa begitu jauh berbeda dengan perkotaan. Bahkan, tidak berlebihan kalau dibilang terbalik 180 derajat. 

Bagi saya, penyesuaian hidup di desa jadi perjalanan yang nggak mudah. Hingga detik ini, masih ada banyak hal yang membuat orang kota seperti saya kagok hidup di desa. Tulisan ini tidak bermaksud membandingkan kehidupan mana yang lebih baik ya. Saya cuma pengin sharing pengalaman saya sebagai orang kota yang pindah hidup di desa.

#1 Kebanyakan orang yang hidup di desa itu kepo parah

Saya kaget ketika tahu kalau orang desa itu ternyata sangat kepo. Rasa penasarannya luar biasa besar, terutama terhadap kehidupan rumah tangga orang lain. Mungkin orang-orang seperti ini juga bisa ditemui di perkotaan, tapi jumlahnya tidak banyak. Lha, di sini, hampir tidak mungkin kalian terhindar dari pertanyaan-pertanyaan. 

Setiap berpapasan saya selalu ditanya mau ke mana, mau apa, sampai mau ngapain. Saya sih nggak masalah kalau ditanya mau ke mana atau sedang apa. Persoalannya, pertanyaan ini kerap merambat ke mana-mana, ke topik-topik personal khususnya. Mulai dari gaji, pekerjaan, sampai masalah internal keluarga. Keluarga saya saja ngga pengin tahu segitunya, kok ini orang asing pengin tahu banget. 

Kalau sudah tahu, biasanya mereka memberi nasehat yang nggak diminta. Benar-benar hobi ngerecokin rumah tangga orang lain. Ujung-ujungnya kita yang repot sendiri. 

#2 Melihat kehebatan hanya dari materi saja

Saya merasa, kehidupan di desa justru membuat saya banyak mengeluarkan uang yang semestinya tidak keluar. Sedikit-sedikit harus keluar uang buat kegiatan yang aslinya bersifat sukarela. Tapi, kalau kita nggak lakukan, dipandang sebelah mata dan diremehkan. 

Asal tahu saja, asih banyak orang-orang di desa yang menganggap orang hebat itu, ya punya banyak duit dan bagi-bagi. Padahal kalau mau bagi-bagi itu sukarela, tapi di desa sudah seakan-akan kayak kewajiban.

#3 Orang desa suka membanding-bandingkan orang lain

Dibanding-bandingkan dengan orang lain itu rasanya nggak pernah enak. Padahal ya, orang satu dengan yang lain punya kehidupan masing-masing. Kalau semuanya sama, bukan manusia namanya.

Baca Juga:

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

Orang dari Kota Besar Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Belum Tentu Cocok untuk Kalian

Tapi, buat kebanyakan orang desa, orang itu harus sesuai dengan ekspektasi suksesnya dalam benak mereka. Kalau ada yang hebat, punya banyak duit dan pekerjaannya keren, semua orang harus seperti dia. Padahal tidak semua hal tentang apa yang terlihat di mata kan? Kadang hal-hal yang tersembunyi itu yang lebih penting. 

#4 Selalu berpikir orang lain punya banyak waktu luang

Banyak orang desa bekerja di dekat tempat tinggalnya. Entah mengolah lahan, beternak, dagang, atau pekerjaan lain yang letaknya cuma sepelemparan batu. Sayangnya, kebanyakan dari mereka berpikir kalau semua orang bekerja seperti itu. Mereka berpikir kalai semua orang punya banyak waktu luang dan bisa dimintai tolong kapan saja. Mohon maaf banget, bukannya nggak mau bantu, tapi diminta tolongnya jangan saat waktu kerja. Kebanyakan orang sekarang kan bekerja kantoran dari Senin-Jumat ya. Kadang masih lembur di akhir pekan lagi. 

Apa yang lebih mengesalkan? Mereka yang banyak komentar di desa adalah orang-orang yang sehari-hari menganggur. Mereka pengin tahu banget urusan orang lain, mereka juga yang suka memberi nasihat kosong, termasuk mengomentari para pekerja nine-to-five. 

Itulah hal-hal yang membuat saya kagok hidup di desa. Hingga sekarang, kadang saya masih belum terbiasa. Tapi, untung saja ada istri yang sudah pelan-pelan menuntun dan mengarahkan. Tanpanya, mungkin saya sudah diusir karena nggak tau norma dan sopan santun. 

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2025 oleh

Tags: Desahidup di desahidup di kotakotapindah rumah
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

karang taruna

Manfaat Bergabung dengan Karang Taruna yang Jarang Disadari Kebanyakan Orang

10 September 2019
5 Drama Korea yang Bikin Orang Kota Pengin Hidup di Desa Mojok.co

5 Drama Korea yang Bikin Orang Kota Pengin Hidup di Desa

4 Juni 2024
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Guru di Desa terminal mojok

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Guru di Desa

17 Desember 2021
Serba Salah Pakai Jasa Katering di Desa, Dianggap Banyak Duit, Sok Mewah, dan Sok Eksklusif  

Serba Salah Pakai Jasa Katering di Desa, Dianggap Banyak Duit, Sok Mewah, dan Sok Eksklusif  

13 Juli 2025
Katanya Klaten Bersinar, kok Jalannya Gelap Gulita?

Katanya Klaten Bersinar, kok Jalannya Gelap Gulita?

13 Januari 2023
Motor NMAX dan PCX Memang Nggak Cocok untuk Orang Desa, Mau Ngapain di Jalan Sekecil Itu?

Motor NMAX dan PCX Memang Nggak Cocok untuk Orang Desa, Mau Ngapain di Jalan Sekecil Itu?

13 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.