Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Alat yang Sering Dipakai sebagai Penghitung Zikir Fida’ pada Tahlilan

Akhmad Yazid Fathoni oleh Akhmad Yazid Fathoni
30 Januari 2021
A A
Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Tipe-tipe Orang yang Hadir dalam Tahlilan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Walaupun warga NU sudah sepakat bahwa tahlilan tujuh hari kematian sudah menjadi bagian dari budayanya, bukan berarti semua warga NU satu suara dalam pelaksanaannya. Setiap daerah punya cara tersendiri dalam pelaksanaannya. Tergantung tokoh masyarakat dan budaya yang berlaku di dalamnya. Seperti di daerah saya, di salah satu pelosok di Kota lamongan. Biasanya selama tujuh hari itu diadakan tahlilan secara berturut-turut. Waktu yang dipilih biasanya adalah maghrib, waktu yang sangat pas bagi semua kalangan. Tidak mengganggu waktu bertani warga di sawah, juga tidak menyita waktu ngopi kami, kawula muda desa. Ritual yang dibaca ketika tahlilan pun beragam, kalau di desa saya tentu dimulai dengan membaca zikir fida’ (surat Al-Ikhlas/qulhu) dan tahlil tanpa yasin.

Beda di desa saya, beda lagi di desa tetangga. Di sana yang dibaca ketika acara tahlilan kematian hanya tahlil dan doa. Jauh lebih ringkas. Tentu dengan ritual yang singkat ini, jelas sangat menguntungkan bagi masyarakat +62 yang inginnya serba instan ini, Tak perlu ikut acara terlalu lama, hanya tahlilan dan doa mereka sudah bisa menikmati hidangan soto dan surya yang dihidangkan. Hadeehh.

Tapi, dalam ritual acara tahlilan tujuh hari kematian, ada satu ritual yang tidak akan ditemukan dalam tahlilan biasa. Hal tersebut adalah pembacaan zikir fida’ atau qulhu. Menurut salah satu guru saya di pesantren pembacaan surat al-ikhlas kepada mayit bertujuan agar mayit terbebas dari siksa kubur. Jumlahnya pun tidak sembarang, dianjurkan kalau bisa surat Al-Ikhlas yang dibaca mencapai 100.000. Itulah sebabnya pada acara tahlilan selama tujuh hari tersebut kita disuruh membaca surat al-ikhlas sebanyak-banyaknya. Untuk memudahkannya biasanya tuan rumah menyediakan biji jagung untuk menghitung setiap surat al-ikhlas yang dibaca.

Mengenai hal ini pun setiap daerah di jawa tidak selalu seragam pelaksanaanya. Di satu daerah ada yang menggunakan biji jagung ada juga yang menggunakan biji kopi dan lain sebagainya. Mengenai nominal yang harus dibaca pada setiap biji pun berbeda. Ada yang satu biji satu bacaan. Ada juga yang berlaku satu biji seratus bacaan, dan lain sebagainya.

Nah saya menulis artikel ini agar Anda tidak kaget, ketika Anda sedang melayat pada seorang teman misalkan di luar kota Anda, dan di situ Anda menjumpai hal yang berbeda, maka hal tersebut wajar saja. Tidak usah kaget, kan memang kita warga Indonesia yang berbhineka tunggal ika. hehehe. Berikut juga saya tuliskan alasan-alasan yang mungkin mendasari dipilihnya biji tersebut 

Tasbih

Bisa dibilang sangat jarang sekali daerah yang menggunakan tasbih sebagai alat penghitung qulhu. Selain ribet harus membawa tasbih dari rumah, apalagi untuk orang-orang yang tidak alim-alim amat kayak saya ini, membawa tasbih adalah salah satu keajaiban dunia yang ke sekian Namun, apa boleh buat jika kalian ikut tahlilan dengan kebiasaan membaca qulhu dengan tasbih maka ikut saja. Kalau males bawa tasbih toh sudah banyak aplikasi tasbih online di gadget kalian. Tapi, tetep harus diingat kalau memakai tasbih digital ini data seluler Anda harus dimatikan, salah-salah bukannya bacaan surat al-Ikhlas yang kalian hitung, justru bacaan chat WhatsApp doi yang datang.

Biji kopi

Entah sejak kapan biji kopi ini dijadikan media zikir fida’. Yang jelas bukan karena banyaknya kafe dan warkop yang menjamur akhir-akhir ini. Juga bukan akibat pengaruh anak-anak indie yang mengagungkan senja dan kopi itu. Tapi, memang budaya ini sudah ada di sebagian daerah di Jawa Timur. Dan menurut saya ini juga bagus karena dengan menggunakan kopi, biasanya setelah tujuh hari kopi tersebut digiling dan dikirim ke tetangga. Nah kan saya seneng kalau dapat kiriman kopi, bisa mengurangi jatah ngopi di warung.

Klungsu

Tidak banyak memang daerah menggunakan klungsu sebagai media zikir fida’. Namun saya pernah menemukannya di daerah Gresik jawa Timur. Awalnya tentu saya sangat heran dan bingung, kenapa menggunakan klungsu, tidak yang lainnya. Toh menggunakan jagung ataupun kopi lebih mudah ditemukan di pasar. Tidak usah repot-repot mencari klungsu. Bacaannya pun berbeda, jika di daerah saya satu jagung satu bacaan, kalo di sini satu klungsu seratus bacaan. Kan jadi ribet ngitungnya.

Baca Juga:

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

3 Barang yang Nggak Pernah Terbayangkan Bakal Didapat dari Tahlilan di Madura, Mewah dan Pasti Bermanfaat

Eh ya, sebelumnya sudah tahu klungsu itu apa? Klungsu adalah biji dari buah asam jawa. Biasanya kecil, hitam tapi keras.

Tapi, saya yakin di balik pemilihan klungsu ada filosofi tinggi. Setiap unsur dalam budaya Jawa kebanyakan mengandung nilai-nilai luhur yang yang tak kasat mata. Saya menduga, dipilihnya klungsu mengandung adalah sebuah filosofi di mana seseorang yang mati tak ubahnya biji klungsu. Ia kembali tidak punya harga diri, tak berguna. Berbeda saat ia masih bersama buah asamnya. Sehingga secara tidak langsung ini telah mengajarkan pada setiap peserta tahlil, setinggi apa pun pangkatmu, sehebat apa pun kamu, kelak akan kembali menjadi klungsu.

Biji jagung

Kalau yang ini merupakan alat mainstream di dunia tahlilan nasional. Hampir setiap daerah baik di Jawa Timur atau Jawa Tengah menggunakannya sebagai media penghitung zikir fida’(Surat Al-Ikhlas). Dan biasanya setelah selesai tujuh hari jagung-jagung yang telah usai dibacakan tersebut dimasak menjadi berbagai olahan masakan. Yang paling sering tentunya adalah dijadikan blendung atau grontol yakni olahan jagung rebus yang ditaburi dengan parutan kelapa. Kemudian, olahan tersebut dijadikan ater-ater untuk diberikan kepada tetangga-tetangga sebelah.

Dan yang terakhir, pada dasarnya tradisi zikir fida’ merupakan cerminan penghormatan pada roh-roh leluhur, sekaligus suatu pelajaran yang sangat berharga bagi tiap individu dalam masyarakat yang bisa menjadikan kokohnya iman bersamaan dengan kuatnya rasa kesatuan dan persatuan antar masyarakat.

Dalam hal ini zikir fida’ merupakan sarana yang sangat bagus untuk  menjalin hubungan kekeluargaan melalui jalan tradisi dan bisa menjadikan anggota masyarakat yang mengikuti tradisi tersebut bisa menumbuhkan rasa kebersamaan saling menghargai satu sama lainnya.

BACA JUGA Kebiasaan Orang Indonesia Saat Janjian: Menyebut Waktu Salat sebagai Waktu untuk Bertemu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2021 oleh

Tags: tahlilanzikir
Akhmad Yazid Fathoni

Akhmad Yazid Fathoni

Santri yang sering tidur, tapi bisa dibangunkan dengan mudah di akun ig @yazidfathoni

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

29 Januari 2024
Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Tahlilan, Tradisi Pererat Silaturahmi Sekaligus Penggerak Ekonomi

29 Juni 2023
Menganalisis Kelas Sosial Penyelenggara Tahlilan Berdasarkan Suguhannya terminal mojok

Menganalisis Kelas Sosial Penyelenggara Tahlilan Berdasarkan Suguhannya

15 Juni 2021
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026
3 Barang yang Nggak Pernah Terbayangkan Bakal Didapat dari Tahlilan di Madura, Mewah dan Pasti Bermanfaat

3 Barang yang Nggak Pernah Terbayangkan Bakal Didapat dari Tahlilan di Madura, Mewah dan Pasti Bermanfaat

28 Juli 2025
5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi Mojok.co

5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi

17 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.