Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

4 Alasan Usaha Ternak Ayam Sebaiknya Jangan Dilakukan

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
11 Mei 2020
A A
peternakan ayam ternak ayam usaha ternak ayam mojok

peternakan ayam ternak ayam usaha ternak ayam mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Mohon maaf sebelumnya, ini bukan tulisan ala-ala motivator yang mendukung agar kita semua mampu dan punya jiwa optimistis untuk membangun suatu usaha. Tulisan ini adalah upaya kecil dari saya agar banyak dari kita semua untuk tidak memulai usaha, khususnya ternak ayam. Pada beberapa tulisan sebelumnya, saya sering mengambil perspektif yang enak dan yang baik-baik saja dari beternak ayam. Tapi rasanya kurang lengkap kalau tidak saya tuliskan juga tentang nggak enaknya sekaligus saran agar banyak dari kita tidak memulai usaha beternak ayam ini.

Ada beberapa alasan nggak enak dan semoga bikin yang membacanya tidak ingin beternak ayam.

4 alasan usaha ternak ayam sebaiknya jangan dilakukan #1 Sangat melelahkan

Pada alasan pertama ini, saya merasakannya cukup lama. Ayah saya memulainya sekitar enam bulan yang lalu. Kalau saya ada kesempatan libur atau rehat sejenak dari proses nggarap skripsi, biasanya saya bantu ayah untuk memberi makan ayam. Dalam pemberian makannya, saya harus bolak-balik ke kandang tiga kali sehari. Dalam prosesnya, saya harus mengambil makannya terlebih dulu. Mengambil makannya juga tidak sembarangan. Saya harus membuat sendiri komposisi pakan sesuai dengan arahan dari ayah. Untuk makannya, biasanya dalam satu wadah air berukuran sedang, saya harus mencampur konsentrat beserta bubuk dengan perbandingan 5 centong konsentrat dicampur 11 centong bubuk. Pokoknya susah.

Selain itu, saya harus memutari kandang karena antara ayam yang sudah besar dan masih kecil itu kandangnya terpisah. Saya juga masih harus mengira-ngira seberapa banyak pakan yang harus saya tuangkan ke ayam-ayam yang sudah besar dan yang masih kecil. Dan paling melelahkannya lagi, saya harus disiplin dalam waktu pemberian makan ayam. Misalnya, kalau dari awal ayah saya memberi makan itu pagi jam 08.00, sore jam 16.00, dan malam 20.00, maka seterusnya harus begitu. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Pokoknya capek.

4 alasan usaha ternak ayam sebaiknya jangan dilakukan #2 Kandang ayam sangat bau dan kotor

Untuk yang ini, mungkin hanya orang-orang desa seperti saya saja yang merasakan bagaimana baunya kandang ayam. Bau itu berasal dari telek ayam. Awal saya mencoba untuk membantu saja, saya harus mengenakan masker terlebih dahulu untuk berjaga-jaga siapatahu saya tidak kuat dan langsung pingsan di tempat. Orang-orang yang mengerti ternak juga pernah berkata, memang begitu bau kandang ayam. Apalagi kalau diberi pakan konsentrat, itu akan membuat telek ayam bertambah bau. Kalau mungkin yang membaca ini orang kota, saya sangat yakin kalau kalian akan melambaikan tangan saat berada di dekat kandang ayam selama tiga puluh menit karena tidak tahan oleh baunya.

Selain itu, namanya juga ayam. Teleknya pasti menyebar kemana-mana. Ini yang membuat teritorial di sekitar kandang itu sangat kotor. Seringkali, saat saya memberi makan, celana, sandal, dan badan saya dihinggapi oleh telek ayam ini. Paling menyebalkan adalah ketika saya baru saja mengganti pakaian dan setelah memberi makan malah kena telek ayam lagi. Kan, saya kasihan sama ibu yang sudah mencucikan baju. Dasar ayam!

4 alasan usaha ternak ayam sebaiknya jangan dilakukan #3 Keuntungannya kecil

Di tulisan saya tentang penghitungan pendapatan ayam sudah menjelaskan keuntungan yang didapatkan. Dalam seratus ekor ayam, penghasilan maksimal per dua bulan hanya sekitar enam ratus ribu rupiah. Kalau dihitung-hitung, ini nggak sebanding dengan pengorbanan keringat, ketempelan telek ayam, dan perjuangan menahan bau teleknya itu. Jihad susah-susah dapatnya hanya enam ratus ribu per dua bulan. Nggak cocok blas. Jujur saja, dalam tulisan tentang pendapatan dari ternak ayam itu sambil mringis dan cari-cari alasan agar pembaca punya kesan baik terhadap keuntungan ternak ayam. Tapi sebenarnya, dari hati yang terdalam, keuntungannya sangat kecil.

Selain itu, dalam ternak ayam ini, keuntungannya sangat dipengaruhi oleh tengkulak-tengkulak yang sering ambil untung besar. Mereka ambil ayam dari tangan pertama dengan harga murah, tapi di pasar, mereka mematok harga yang lumayan tinggi. Kita yang beternak ayam ini berpeluh-peluh, tengkulak tinggal nyantai dan ongkang-ongkang kaki menikmati “jarahan”-nya.

Baca Juga:

Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

Derita Punya Tetangga yang Pelihara Ayam: Bau Tidak Sedap Jadi Musuh Sehari-hari, Sudah Diingatkan Malah Ngeyel

4 alasan usaha ternak ayam sebaiknya jangan dilakukan #4 Kebanyakan pesaing

Ternak ayam ini ada kan sudah dari dulu. Dari mbah-mbah, bahkan mungkin dari zaman sebelum mbah-mbah kita itu lahir, ternak ayam sudah merajalela di dunia. Ini juga alasan kenapa sangat saya sarankan agar tidak beternak ayam. Dalam sudut pandang ekonomi, kalau ketersediaan barang sejenis—dalam hal ini ayam—itu banyak di pasaran, harganya akan menurun. Nah, kalau langka, yang terjadi adalah sebaliknya. Harga akan meningkat dan kesejahteraan peternak ayam lainnya akan meningkat juga, termasuk saya dan ayah. Dan, seluruh keuntungan yang dengan rindu dendam para peternak ayam sering impikan akan dibayar tuntas.

Maka dari itu, sekali lagi saya tegaskan, agar pembaca memantapkan hati dan jiwa dan mempertahankan dengan segenap jiwa raga prinsip untuk bersedia tidak memulai usaha ternak ayam.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Menghitung Ongkos dan Untung Usaha Beternak Ayam untuk Pemula dan tulisan Firdaus Al Faqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2020 oleh

Tags: ayampeternakanternak ayam
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

Review Jujur Ayam McD Kimchi Nggak Ada Rasa Kimchinya Terminal Mojok

Review Jujur Ayam McD Kimchi: Nggak Ada Rasa Kimchinya Sama Sekali!

8 November 2022
Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

2 Oktober 2025
Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD! terminal mojok.co

Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD!

26 April 2021
Peternak Ayam Pejantan: Pekerjaan yang Nggak Mudah, tapi Sering Disepelekan  Mojok.co

Peternak Ayam Pejantan: Pekerjaan yang Nggak Mudah, tapi Sering Disepelekan 

21 Desember 2023
Ayam dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang (Unsplash)

Ayam Jago dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang

12 Mei 2023
Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

13 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.