Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Alasan Orang Dateng ke Kedai Kopi tapi Nggak Pesen

Riyanto oleh Riyanto
10 September 2020
A A
Filsuf Kedai Kopi, Hobi Berdebat Filsafat Layaknya Dinosaurus Peradaban yang Harusnya Punah terminal mojok.co

Filsuf Kedai Kopi, Hobi Berdebat Filsafat Layaknya Dinosaurus Peradaban yang Harusnya Punah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“UUUAAASUUU!!!” Barangkali itulah yang akan diteriakkan owner kedai kopi saat melihat banyak pengunjung tapi minim sales. Iya, saya pernah menulis tentang alasan kedai tampak ramai tapi minim penjualan beberapa waktu lalu, tapi bukan itu yang ingin saya bahas kali ini. Sebelum itu, marilah mengheningkan cipta untuk mendoakan kesehatan mental owner kedai kopi yang penjualannya minim gegara bukannya pengunjung pada beli, eh cuma nongkrong dan adu bacot.

Nongkrong di kedai kopi itu suatu urusan, tetapi pesen minuman atau makanannya itu urusan lainnya lagi. Saya kerap menyaksikan gerombolan massa datang di kedai kopi, menuhin meja kursi, mainan game online, ketawa haha hihi, dan di antara mereka semua, yang pesen paling cuma satu atau dua.

Maksudnya, mereka semua itu mikir nggak sih, kalo WiFi yang mereka kuras habis itu perlu dibayar? Listrik yang mereka sedot itu juga kudu dibayar? Atau sebatas, meja yang mereka penuhi itu bisa mendatangkan duit seandainya mereka nggak bergerombol tanpa pesen sama sekali? Kayaknya nalar mereka semua tidak sampai di sana. Bodo amat sama pemilik kedai kopi, wong tujuan mereka semua nongkrong.

Dari fenomena itu, hanya ada dua pihak yang merasa senang. Pertama, ya pihak mereka yang datang ramai-ramai dan nggak pesen itu. Pihak kedua, ya tukang parkir yang jaga. Tukang parkir nggak bakal peduli mau mereka pesen atau nggak, yang penting kalau mereka udah ninggal motor dan masuk ke kedai kopi, wajib bayar parkir.

Nah, berdasarkan observasi lapangan, biasanya ada beberapa alasan yang sudah pasti dilontarkan anak muda hits yang datang ke kedai kopi tapi nggak mau pesen. Berikut adalah daftarnya.

“Nyari temen dulu ya, Mas”

Mas-mas atau mbak-mbak model beginian biasanya sok buru-buru dan nyelonong masuk gitu aja lewatin bagian bar. Misal dipanggil suruh pesen—karena di tempat saya kerja kudu pesen dulu baru duduk—dia langsung melengos sambil bilang, “Nyari temen dulu, mas!” dan lenyap secepat mungkin menuju temennya.

Beberapa pelanggan yang baik dan budiman akan menepati janjinya dengan datang ke kasir dan pesen minuman atau makanan, tetapi banyak bedebah sialan yang seolah amnesia kalau mereka lagi di kedai kopi. Begitu nemu temennya, yaudah langsung ngobrol haha-hihi, mainan HP, buka laptop, atau malah genjrang-genjreng pake gitar. Pesen? Hah, mana mau pesen, wong temennya udah pesen, dan notabenenya dia nggak duduk di meja lain yang kosong.

Bagi mereka, ada atau enggak ada keberadaan mereka, kedai kopi nggak rugi-rugi amat, soalnya mereka duduknya pasti satu meja dengan temennya. Sayangnya mereka lupa kalau WiFi yang mereka pakai itu ya tetep keitung pengeluaran. Kecuali kalau mereka datang dan nggak menggunakan fasilitas sama sekali, artinya hanya duduk diam tanpa bersuara di satu meja yang sama dengan temennya itu, maka bolehlah dikatakan nggak merugikan.

Baca Juga:

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman

“Pesennya nanti, nunggu temen datang dulu”

Yang model beginian ini mirip-mirip kayak yang tadi, tapi kebetulan datang duluan ketimbang temennya. Dari awal yang model begini udah yakin nggak mau pesen biar irit, tapi pingin nongkrong. Jadinya ya ngajak temennya yang kira-kira bakal pesen kalo nongkrong. Ndilalah, dia sampai duluan dan langsung bimbang, soalnya emang mau nongkrong doang, nggak pesen. Makanya dia berdalih dengan kalimat, “Nunggu temen dulu!” dan duduk di kursi sambil lengkap menikmati segenap fasilitas.

Barulah saat temennya datang, dia meminta si temen buat pesen. Kalo ternyata temennya itu pesen, maka urusan kelar lah ya. Tetapi kalo ternyata temennya itu juga sama kayak dia, yaudah, mereka nggak bakal pesen sama sekali. Kalo mereka punya nalar sih harusnya langsung pamit ya, tapi kalo mereka adalah pemuja buku Mark Manson berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat ya mereka bakal bodo amat dan haha hihi berjam-jam tanpa pesen.

“Cuma bentar, mau nemuin temen”

Banyak banget yang kayak gini. Biasanya jenis ini datang paling akhir saat temen-temennya udah nongol. Biasanya juga, mereka mengatakan nggak bakal lama-lama karena ada keperluan bentar nemui temennya di tongkrongan. Eh ternyata dia mengingkari janjinya. Alih-alih cuma bentar seperti yang dia katakan, dia malah nimbrung dan nongkrong berlama-lama bareng temen-temennya. Kan sungguh bangsat!

“Nggak doyan kopi, Mas!”

WOOOYYY, NGAPAIN SITU DATANG KE KEDAI KOPI KALO NGGAK DOYAN KOPI? LAGIAN ADA MENU LAINNYA!!!

BACA JUGA 5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2020 oleh

Tags: Kedai Kopipelangganwifi
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

7 Dosa Besar Optik yang Bikin Pelanggan Minggat

7 Dosa Besar Optik yang Bikin Pelanggan Minggat

7 Desember 2023
Betapa Menyebalkannya Jika Dosen Filsafat yang Mengajarmu Adalah Seorang Fundamentalis Agama

Jebakan Filsafat Adalah Penyebab Filsuf Kedai Kopi Serupa Dinosaurus

14 Desember 2020
Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi terminal mojok.co

Semoga Mereka yang Merayakan Ultah Tanpa Izin di Kedai Kopi Itu Bernasib Sama Seperti Malin Kundang

27 Agustus 2023
Bertahun-tahun Menjadi Pelanggan Setia Berujung Selalu Dikecewakan, Akhirnya Saya Memilih Putus Hubungan dengan Indosat

Bertahun-tahun Menjadi Pelanggan Setia Berujung Selalu Dikecewakan, Akhirnya Saya Memilih Putus Hubungan dengan Indosat

13 Juni 2024
3 Jenis Tempat Ngopi di Kampung Inggris Pare terminal mojok.co

3 Jenis Tempat Ngopi di Kampung Inggris Pare

5 Desember 2021
Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

3 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.