Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Alasan Bumbu Ulek Lebih Nikmat daripada Bumbu yang Diblender

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
8 Maret 2023
A A
4 Alasan Bumbu Ulek Lebih Nikmat daripada Bumbu yang Diblender

4 Alasan Bumbu Ulek Lebih Nikmat daripada Bumbu yang Diblender (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian tim bumbu ulek atau diblender, Gaes?

Konon katanya bumbu yang dihaluskan manual tanpa mesin akan menghasilkan rasa masakan yang lebih mantap. Masih cukup banyak orang yang mengamini pendapat ini. Salah seorang bude saya misalnya. Blio merupakan emak-emak pengabdi ulekan dan lumpang-alu garis keras. Tipikal manusia yang sama sekali anti dengan bumbu yang diblender.

Hal ini nggak cuma berlaku untuk keperluan masak sehari-hari. Kalau bude saya punya hajat di rumahnya, sudah bisa dipastikan bumbu-bumbunya dihaluskan secara manual alias diulek dengan tangan. Padahal undangan selametan itu nggak sedikit, lho. Setidaknya ada 30 orang, bisa juga mencapai 50 orang lebih.

Menurut saya, masaknya pun sama sekali nggak sepele. Harus menyiapkan konsumsi untuk dimakan di tempat dan berkatan dengan lauk pauk sesuai pakem. Belum lagi berkatan buat tonjokan dan asul-asulnya yang dibagikan ke tetangga maupun tamu sebelum acara dimulai. Banyak banget, kan?

Tentu saja kenyataan itu membuat saya tercengang. Menurut pengakuan bude saya, blio akan tetap setia dengan bumbu ulek selama fisiknya masih mampu melakukannya. Wah, jelas saya nggak bisa relate. Lha wong ngulek sambel aja nggak pernah tuntas.

Berdasarkan kondisi di atas, tentunya sangat layak jika kita keheranan. Di zaman yang serba modern ini, mesin-mesin penghalus telah hadir dengan beragam variasinya untuk mempermudah pekerjaan manusia. Namun tetap saja keistimewaan bumbu ulek atau ditumbuk manual menggunakan lumpang dan alu seolah tak tergantikan. Kenapa bisa gitu, ya?

Proses penumbukan membuat ekstrak bahan baku bumbu keluar secara optimal

Pada saat menumbuk, ada tekanan yang kita berikan terhadap bumbu-bumbu yang masih berbentuk bongkahan. Tekanan itu mampu mengeluarkan ekstraksi dan minyak-minyak alami yang dimiliki bahan baku seperti bawang atau cabai secara optimal. Semacam terperas akibat tekanan pada saat penggerusan. Sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan oleh bumbu ulek jadi lebih nikmat.

Bandingkan dengan cara kerja blender. Bumbu-bumbu tersebut menjadi halus karena perputaran bilah pisau yang sangat cepat. Lebih tepat disebut tercincang daripada tergerus. Jus dan minyak-minyak alami dari bahan bumbu tersebut nggak keluar dengan baik sebagaimana yang terjadi pada proses pengulekan.

Baca Juga:

Kasta Micin dari yang Gurih Umami sampai yang Kurang Nendang di Lidah

Bumbu Masak Machmudah, Aset Terbaik Sidoarjo

Baca halaman selanjutnya

Paparan panas dari blender merusak karakteristik bumbu…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2023 oleh

Tags: blenderbumbu masakbumbu ulek
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Kasta Micin dari yang Gurih Umami sampai yang Kurang Nendang di Lidah

Kasta Micin dari yang Gurih Umami sampai yang Kurang Nendang di Lidah

9 November 2025
Atoom Bulan, Bumbu Sapu Jagat untuk Semua Jenis Masakan Terminal Mojok

Atoom Bulan, Bumbu Sapu Jagat untuk Semua Jenis Masakan

8 November 2022
Kobe Nasi Uduk, Bumbu Instan yang Canggih. Bikin Nasi Uduk Cuma Perlu Diaduk

Kobe Nasi Uduk, Bumbu Instan yang Canggih. Bikin Nasi Uduk Cuma Perlu Diaduk

21 Agustus 2023
Mengulek Bumbu Adalah Kegiatan yang Bikin Saya Malas Masak

Mengulek Bumbu Adalah Kegiatan Paling Menyebalkan dan Bikin Malas Masak

27 Maret 2023
Bumbu Masak Machmudah, Aset Terbaik Sidoarjo

Bumbu Masak Machmudah, Aset Terbaik Sidoarjo

31 Januari 2025
Blender Philips, Blender yang Direkomendasikan untuk Penjual Jus

Blender Philips, Blender yang Direkomendasikan untuk Penjual Jus

7 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.