Universitas Jember, PTN yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini memiliki cerita menarik dari akronim penyebutannya. Menjadi salah satu perguruan tinggi favorit tak menjamin untuk luput dari roastingan mahasiswanya.
Kampus yang memakai almamater biru dongker ini, memiliki akronim yang bermacam-macam tergantung mood mahasiswanya. Bukan sekadar inisial, tapi menjadi cerminan hiruk-pikuk kehidupan kampus Tegalboto ini. Berikut empat akronim UNEJ yang lahir sesuai mood mahasiswanya.
#1 UNEJ, akronim Universitas Jember yang formal dan netral
UNEJ. Panggilan paling polos, resmi, dan aman dari mood mahasiswa. Akronim ini standar dipakai mahasiswa pas mood lagi bagus atau pura-pura bagus. Penuturnya paling banyak adalah para maba yang baru lulus SNMPTN, masih polos, belum merasakan berisiknya dunia kampus.
Akronim ini menjadi semakin lantang ketika ada tante/bibi yang nanya keterima kuliah di mana. “Keterima di UNEJ” sambil mengekspose wajah bangganya.
Realitanya? UNEJ memang top, fasilitasnya banyak, fakultas lengkap dari teknik sampai hukum. Tapi begitu ketemu dengan staf akademik yang juteknya luar biasa, bye-bye deh euforia.
Akronim Universitas Jember yang satu ini udah kayak HTS bagi para mahasiswa. Manis di awal, tapi lama-lama ngebosenin juga. Di medsos, tagar #UNEJ dipakai pas momen resmi seperti wisuda dan PKKMB, bukan pas banjir depan rektorat.
Baca juga: Bersyukurlah Jadi Maba Universitas Jember, Biaya Hidup Murah dan Wisatanya Banyak.
#2 UNJEM, akronim yang dipakai saat mode sabar menipis
Selanjutnya UNJEM. Akronim Universitas Jember ini lahir dari keawaman orang luar daerah yang mengira “Jember” disingkat “Jem”. Kedengaran lebih “useable” daripada UNEJ yang terkesan kaku dan masih menimbulkan tanda tanya. Mahasiswa memakai akronim ini pas mood lagi diambang batas: kesel karena lift rusak, WiFi lemot, atau Sister yang down pas mepet deadline.
Status WhatsApp bisa penuh jadi ladang keluhan “UNJEM again!” Meme dan tagar beredar luas, terutama pada pukul 00.00 WIB saat jadwal KRS. Staf Akademik sering jadi korban roastingan. Bukan maksud jahat, tapi frustasi kolektif.
UNJEM udah kayak keyword sesama survivor. Intinya, kalau mahasiswa Universitas Jember sudah bilang “UNJEM”, semua orang bakal paham kondisi batinnya tidak baik-baik saja.
#3 UJE, akronim Universitas Jember mode santai, ngopi bareng alumni
UJE. Akronim antara resmi-nggak resmi. Lahir dari Ikatan Alumni (KAUJE) yang namanya nggak ada unsur “nej-nej”nya. Penuturnya cenderung beragam dari alumni sampai mahasiswa. Mood yang dipakai juga cenderung stabil dan santai. Akronim Universitas Jember ini netral, cocok buat obrolan ngalor-ngidul sesama mahasiswa atau orang lain.
Meskipun begitu akronim ini tidak terlalu familier dibandingkan yang lain. Berbeda dengan “UNJEM” yang unik dan lebih mantep, UJE terkesan basic dan terlalu umum digunakan. Tak jarang, kata ini hanya muncul saat asbun mahasiswa datang.
Baca juga: Jalan Nias Sumber Alam Jember Bikin Saya Betah, Daerah Kos Terbaik bagi Mahasiswa UNEJ.
#4 ITB, akronim mode absurd dan anomali
Jangan buru-buru mikir UNEJ ini kampus ITB cabang Jember, ya! Ini Institut Tegal Boto, alamat utama kampus induk. Akronim Universitas Jember ini jadi yang paling asbun menurut saya. Lahir dari meme medsos yang pengen kampusnya ini terkesan lebih elit.
ITB termasuk peak humor saat ditanya temen dari luar daerah. Di Jember, Tegal Boto emang pusat chaos: lalu lintas macet, PKL di Jalan Jawa, dan sibuknya Manstrip sore hari. Akronim ini jadi perbandingan kondisi hidup mahasiswa sesama mahasiswa di tempat lain. Daripada nangis, mending dibikin jokes sekalian, ITB cabang hemat.
Intinya, akronim Universitas Jember ini bisa jadi cerminan mood mahasiswa. Dari UNEJ bangga sampai ITB absurd, semuanya tetap bikin cinta (dan benci). Buat kalian mahasiswa UNEJ, bisa share akronim lainnya dari kampus tercinta kita ini.
Penulis: Nailan Firdaus
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Membayangkan Nasib Jember Jika UNEJ Tidak Pernah Berdiri, Kacau Betul Jadinya.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
